Astagafirullah, baru saya tahu bahwa siwa harus bayar uang untuk menerima
izajahnya. Saya kira ini satu-satu negara di dunia yang lintah darah penuh
pungli, murid harus bayar uang untuk bisa menerina ijazahnya


*https://www.eramuslim.com/berita/nasional/dki-kucurkan-rp-688-miliar-tebus-ijazah-siswa-yang-ditahan-sekolah.htm#.XfwoBUdKi00
<https://www.eramuslim.com/berita/nasional/dki-kucurkan-rp-688-miliar-tebus-ijazah-siswa-yang-ditahan-sekolah.htm#.XfwoBUdKi00>
*
*DKI Kucurkan Rp.688 Miliar Tebus Ijazah Siswa yang Ditahan Sekolah*

Redaksi – Jumat, 20 Desember 2019 06:00 WIB


Eramuslim.com – Pemprov DKI mengucurkan dana  hingga Rp688 miliar untuk
menebus ijazah yang ditahan dari 171 siswa di ibu kota yang berasal dari 79
sekolah swasta.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan, anggaran dengan nilai
Rp688.140.775, berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas/Bazis) DKI.

“Dari 171 siswa hari ini (yang ijazahnya ditahan), kita selesaikan melalui
Baznas Bazis DKI,” ujar Saefullah di Blok G Balai Kota DKI, Jalan Medan
Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.


Saefullah menjelaskan, ditebusnya ijazah merupakan komitmen DKI membantu
siswa dari PAUD hingga SMA yang mengalami hambatan, karena tidak mampu
melunasi kewajiban ke sekolah. DKI melakukan verifikasi atas kebenaran para
siswa tidak bisa mengambil ijazah mereka ke sekolah-sekolah.

“Uang ini hanya diterima sebentar, langsung diberikan ke sekolah, supaya
ijazahnya bisa ditarik,” ujar Saefullah.

Saefullah juga menuturkan, DKI, memiliki komitmen memastikan pendidikan
semua siswa di Jakarta lancar. DKI mengalokasikan hingga 26 persen Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di sektor pendidikan, termasuk untuk
berbagai program bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

“Harusnya anak Jakarta ini tidak boleh putus sekolah, baik SMP dan SMA,
apalagi SD. Karena Pemprov DKI Jakarta ini sudah mengalokasikan biaya
pendidikannya 26 persen.” (*end)

Kirim email ke