OKI atau OIC ini saling cecok satu dengan lain. Syria dikeluarkan dari OKI.
Saudi arab berikan bantuan untuk grup jihad di Syria. Libya dibom USA, OKI
bisu malah kirim pesawat. Indonesia mendukung USA untuk membom Libya. Irian
musuh dengan Arab Saudia. Shia tidak bersahabat dengn Sunni. Saudia perang
dengan Houti di Yemen, karena dibilang Yemen (Houti) dibantu oleh Iran. Ini
beberapa contoh cecok mereka. Bekas jajahan Spanyol dicaplok oleh Maroko
tanpa mengindahkan hak menentukan nasib sendiri sesuai konvensi
internasional yang diperjuangkan oleh Polisario. Maroko kirim penduduk
untuk menduduki negeri Sahara Barat tsb. Barangkali contohnya bisa kita
lihat dikirim transmigrasi berbondong ke Papua tanpa mengindahkan
perjanjian New York 1962.


https://suaraislam.id/sekjen-oki-tuding-kl-summit-bertentangan-dengan-kepentingan-komunitas-islam/


*Sekjen OKI Tuding KL Summit Bertentangan dengan Kepentingan Komunitas
Islam*

20 Desember 2019

*Riyadh (SI Online)* – Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam
(OKI), Yousef Al-Othaimeen menuding Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kuala
Lumpur, Malaysia yang diikuti 56 negara Muslim bertentangan dengan
kepentingan komunitas Islam.

Acara yang dihadiri empat kepala negara Muslim (Malaysia, Iran, Turki dan
Qatar) ini menghadapi kritik karena diorganisir di luar naungan OKI.

Othaimeen mengatakan, mengadakan pertemuan di luar naungan OKI akan memecah
solidaritas Islam. “Setiap pelemahan OKI adalah pelemahan Islam dan
Muslim,” katanya, seperti dilansir Arab News pada Kamis (19/12/2019).

“Bukan kepentingan negara Islam untuk mengadakan KTT dan pertemuan di luar
kerangka kerja (OKI), terutama pada saat ini ketika dunia menyaksikan
banyak konflik,” sambungnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad telah membantah
laporan bahwa KTT Kuala Lumpur dimaksudkan untuk menggantikan OKI.

“KTT Kuala Lumpur yang memasuki edisi ke-5 adalah inisiatif Organisasi
Non-Pemerintah, yang didukung oleh Pemerintah Malaysia dan tidak
dimaksudkan untuk menciptakan blok baru sebagaimana disinggung oleh
beberapa kritikusnya. Selain itu, KTT ini bukan platform untuk membahas
tentang agama atau urusan agama tetapi secara khusus untuk membahas keadaan
urusan umat Islam,” bunyi Mahathir, dalam pernyataan yang dirilis oleh
kantornya kemarin.

red: asyakira

Kirim email ke