Pemerintah Naikkan Dana FLPP Jadi Rp 11 Triliun
Jumat , 20 Desember 2019 | 08:27
Pemerintah Naikkan Dana FLPP Jadi Rp 11 Triliun
Sumber Foto : Istimewa
Ilustrasi KPR
POPULER
BI: Dampak Pemakzulan Trump Tidak Signifikan
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/11267/bi__dampak_pemakzulan_trump_tidak_signifikan>Enam
BUMN Penyalur dan Penjamin KUR Diganjar Penghargaan
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/11264/enam_bumn_penyalur_dan_penjamin_kur_diganjar_penghargaan>Tol
Manado Bitung Difungsikan Mulai 20 Desember
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/11270/tol_manado_bitung_difungsikan_mulai_20_desember>DJP
Minta Integrasi Data Pajak BUMN Secara Digital
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/11268/djp_minta_integrasi_data_pajak_bumn_secara_digital>Malam
Tahun Baru MRT Jakarta Beroperasi Hingga 02.30
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/11269/malam_tahun_baru_mrt_jakarta_beroperasi_hingga_02_30_>
Listen to this
JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran penyaluran dana Fasilitas
Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) naik menjadi sebesar Rp 11
triliun pada 2020 dibandingkan tahun ini Rp 7,58 triliun.
"Dana FLPP sebesar Rp 11 triliun terdiri dari Rp 9 triliun dari DIPA dan
Rp 2 triliun," ujar Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan
Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Arief Sabaruddin di Jakarta, Kamis (19/12/2019).
Dengan anggaran sebesar itu, ia mengemukakan, pemerintah menargetkan
rumah yang bisa dibangun melalui program FLPP mencapai 102.500 unit.
Untuk mencapai target 2020, ia mengatakan, pemerintah telah menunjuk 37
bank pelaksana konvensional maupun syariah yang terdiri 10 bank nasional
dan 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Pada 2019, ia memaparkan, pemerintah melalui Badan Layanan Umum (BLU)
PPDPP mengalokasikan anggaran penyaluran dana bantuan pembiayaan
perumahan FLPP senilai Rp 7,58 triliun dari DIPA untuk 74.068 unit rumah.
Tercatat, hingga per 17 Desember 2019 realisasi FLPP telah mencapai
104,6 persen dengan nilai Rp 7,5 triliun yang setara dengan 77.472 unit
rumah.
Dengan demikian, total penyaluran dana FLPP sejak 2010 hingga 17
Desember 2019 sebesar Rp 44,329 triliun untuk 655.239 unit rumah.
Pada tahun depan, Arief Sabaruddin menyampaikan, PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk tetap memiliki porsi terbesar dalam penyaluran KPR FLPP.
"Kuota BTN sebesar 39 persen, hal itu karena BTN kan bank lama dan dia
spesifik di perumahaan. Namun bank-bank yang lain sudah mulai bagus
sekarang. Paling bagus sebesar 20 persen," paparnya.
Di tempat sama, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR Eko D.
Heripoerwanto mengatakan bahwa 10 provinsi terbesar penerima KPR subsidi
periode 2015-2019 adalah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan
Barat, Sulawesi Selatan.
"Terbesar Jawa Barat sebanyak 264.778 unit, Banten 71.948 unit, dan
disusul Jawa Timur 48.673 unit," katanya.*(E-3/ant)*