Wawancara Eksklusif: Kisah Pelaku Soal Awal Persekusi 2 Banser NU
Reporter:
M Julnis Firmansyah
Editor:
Dwi Arjanto
Jumat, 20 Desember 2019 10:28 WIB
Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama mengikuti Apel
Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, 18
April 2017. Kegiatan ini digelar dalam rangka hari lahir ke-83 GP Ansor.
ANTARA/Sigid KurniawanAnggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul
Ulama mengikuti Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan
Ragunan, Jakarta, 18 April 2017. Kegiatan ini digelar dalam rangka hari
lahir ke-83 GP Ansor. ANTARA/Sigid Kurniawan
*TEMPO.CO*,*Jakarta*-Dengan tangan diborgol dan mengenakan baju tahanan
bewarna oranye, Hendra Aprianto menceritakan detail kejadian perisakan
yang ia lakukan kepada dua anggotaBanser NU
<https://www.tempo.co/tag/banser-nu>Depok kepada Tempo.
Sembari tertunduk Hendra mengatakan bahwa insiden dengan dua
anggotaBanser NU
<https://metro.tempo.co/read/1283669/ketua-banser-nu-duga-persekusi-bukan-karena-senggolan-motor>yang
terjadi pada Selasa, 10 Desember 2019 dipicu rasa kesalnya terhadap
sebuah motor yang kerap menyalip dan hampir bersenggolan dengan
kendaraannya.
Hendra menceritakan saat itu ia baru selesai menuntaskan pekerjaannya,
yakni memperbaiki mesin pompa air. Dengan kondisi letih dan lapar,
Hendra ingin buru-buru pulang ke rumah tetapi motornya malah hampir
disenggol.
"Saya lagi capek, mau makan. Buru-buru, kalau ada yang tiba-tiba mepet
saya, pasti marah. Pikiran saya waktu itu, ini bukan orang sini kok
belagu banget sih," ujar Hendra di Kantor Kepolisian Resor Metro Jakarta
Selatan, dalam wawancara eksklusif Kamis, 19 Desember 2019.
Seorang kader Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Nahdlatul Ulama bernama
Eko diduga mengalami persekusi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta
Selatan. INSTAGRAM @NAHDLATULULAMA
ADVERTISEMENT
Merasa kesal, Hendra pun mengejar motor yang ditumpangi dua anggota
Banser NU itu, yakni Eko dan Wildan. Hingga sampai di pertigaan lampu
merah Jalan Ciputat Raya I, Jakarta Selatan, Hendra mencegat keduanya
dan langsung melontarkan kata-kata kasar. Ia merekam sendiri aksi
persekusinya tersebut.
Saat itu, Hendra mengaku tak tahu kalau keduanya merupakan anggota
Banser NU. Ia memberhentikan keduanya karena murni dipicu rasa kesal.
"Saya berhentiin mereka cuma karena lagi cape. Saya emosian, sok belagu
lah," kata Hendra.
Video Hendra memaki dan memperkusi kedua anggota Banser NU itu lalu
viral di media sosial. Kedua korban pun segera membuat laporan soal
insiden itu.
Polisi lalu bergerak cepat menangkap Hendra di kawasan Pasir Putih,
Depok, Jawa Barat. Ia sempat lari dan bersembunyi di sana setelah
videonya soal persekusi dua anggotaBanser NU
<https://metro.tempo.co/read/1283528/kasus-persekusi-banser-polisi-dalami-kemungkinan-tersangka-baru>viral
di media sosial.