Judul tulisan yang hanya *DUGAAN* tanpa fakta akurat, ... Atau, hanya
ingin menyatakan korupsi itu terjadi setelah 2016 masa Jokowi berkuasa.
*"Insting saya menyatakan ada tindakan korupsi. Nggak mungkin bocor
besar sekali sampai puluhan triliun. Tidak mungkin kalau hanya risiko
bisnis terjadi saat itu, karena ekonomi di 2018 biasa-biasa saja kok
tidak seperti 98,"* tutup Said.
Kamis, 19 Des 2019 18:08 WIB
Ada Perampokan yang Bikin Jiwasraya Defisit Rp 32 T
Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya/detikcomFoto: Rengga Sancaya/detikcom
*FOKUS BERITA*Jiwasraya di Ujung Tanduk
<https://finance.detik.com/indeksfokus/5321/jiwasraya-di-ujung-tanduk>
*Jakarta*- PT AsuransiJiwasraya
<https://www.detik.com/tag/jiwasraya/?_ga=2.194298157.1260035482.1575856019-179908393.1569230021>(Persero)
sedang menghadapi defisit hingga Rp 32 triliun. Hal ini terjadi karena
salah kelola oleh direksi lama yang menempatkan investasi di instrumen
saham gorengan.
Menyoroti kasus itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu
menduga ada aksi perampokan dari internal perusahaan. Ia menuturkan,
pada tahun 2016 Jiwasraya memiliki kinerja keuangan yang sehat. Namun,
dalam kurun waktu satu tahun perusahaan asuransi pelat merah tersebut
defisit besar-besaran.
"Menurut saya terjadi perampokan. Kenapa? Perusahaan yg sangat sehat
tahun 2016, 2017 tahu-tahu defisit puluhan triliun di tahun. Berarti ada
penyedotan dana yang besar sekali yang terjadi," kata Said usai
menghadiri diskusi publik 'Pertamina Sumber Kekacauan?' di restoran
Pulau Dua, Jakarta, Kamis (19/12/2019).
*Baca juga:*Dubes Korsel Desak RI Bereskan Kisruh Jiwasraya
<https://finance.detik.com/read/2019/12/19/003508/4828258/5/dubes-korsel-desak-ri-bereskan-kisruh-jiwasraya>
Dia pun membeberkan asal muasal jatuhnya Jiwasraya. Menurutnya, pada
krisis keuangan tahun 1998 Jiwasraya memang sudah merugi. Namun, pada
pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jiwasraya
membaik.
"Kalau dinyatakan terjadi masalah saat Pak SBY betul, karena bawaan
krisis 98. Tapi Pak SBY menyelesaikan masalah itu, dan menyerahkan ke
pemerintahan selanjutnya dalam kondisi sehat wal afiat," papar Said.
Dia menuturkan, kondisi Jiwasraya pada tahun 2016 sangatlah baik.
Meskipun sebelumnya perusahaan juga memiliki utang.
"Tahun 2005 saya masuk ada utang sekitar Rp 6 triliun. Kemudian selesai
2009 dan mulai menjadi sangat sehat, dan kelihatan puncak sehatnya 2016
dengan untung sekian triliun," ungkap dia.
*Baca juga:*Pernah Ada Eks Orang Istana Jadi Direksi Jiwasraya
<https://finance.detik.com/read/2019/12/18/151746/4827591/5/pernah-ada-eks-orang-istana-jadi-direksi-jiwasraya>
Menurut dia, Jiwasraya tak hanya 'buntung' karena saham gorengan. Ia
menduga adanya kebocoran keuangan perusahaan dalam jumlah yang sangat besar.
"Insting saya menyatakan ada tindakan korupsi. Nggak mungkin bocor besar
sekali sampai puluhan triliun. Tidak mungkin kalau hanya risiko bisnis
terjadi saat itu, karena ekonomi di 2018 biasa-biasa saja kok tidak
seperti 98," tutup Said.
*Simak Video "Ada Eks Orang Istana Jadi Direksi Jiwasraya, Ini Faktanya"*
*(das/das)*