Hehehe jadi lucu kalau tahunya hanya tebak2an. Jadi maksudnya jiwasraya itu dari dulunya bagus dan hebat?
Yg enggak2 aja. Dari dulu 1970 an aja sudah banyak malingnya dan jalannya perusahaan tidak professional. Mana ada perusahaan diindonesia baik BUMN maupun swasta yg berjalan normal? Wong hukumnya saja tidak normal jalannya. Gimana logikanya jiwasraya bisa normal jalannya? Repot kalau masalah perusahaan dibawah2 ke politik. Ada2 saja yg dipakai utk NYINYIR. Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Friday, December 20, 2019 6:36 PM To: GELORA_In <[email protected]> Subject: [GELORA45] Ada Perampokan yang Bikin Jiwasraya Defisit Rp 32 T Judul tulisan yang hanya DUGAAN tanpa fakta akurat, ... Atau, hanya ingin menyatakan korupsi itu terjadi setelah 2016 masa Jokowi berkuasa. "Insting saya menyatakan ada tindakan korupsi. Nggak mungkin bocor besar sekali sampai puluhan triliun. Tidak mungkin kalau hanya risiko bisnis terjadi saat itu, karena ekonomi di 2018 biasa-biasa saja kok tidak seperti 98," tutup Said. Kamis, 19 Des 2019 18:08 WIB Ada Perampokan yang Bikin Jiwasraya Defisit Rp 32 T Vadhia Lidyana - detikFinance <https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2019/01/04/36a8409f-e3ef-469a-86d2-6dc36a79e31a_169.jpeg?w=700&q=80> Foto: Rengga Sancaya/detikcom <https://newrevive.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=3787&campaignid=1067&zoneid=1630&loc=https://finance.detik.com/moneter/d-4829252/ada-perampokan-yang-bikin-jiwasraya-defisit-rp-32-t&cb=2887a1bdec> FOKUS BERITA <https://finance.detik.com/indeksfokus/5321/jiwasraya-di-ujung-tanduk> Jiwasraya di Ujung Tanduk Jakarta - PT Asuransi <https://www.detik.com/tag/jiwasraya/?_ga=2.194298157.1260035482.1575856019-179908393.1569230021> Jiwasraya (Persero) sedang menghadapi defisit hingga Rp 32 triliun. Hal ini terjadi karena salah kelola oleh direksi lama yang menempatkan investasi di instrumen saham gorengan. Menyoroti kasus itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menduga ada aksi perampokan dari internal perusahaan. Ia menuturkan, pada tahun 2016 Jiwasraya memiliki kinerja keuangan yang sehat. Namun, dalam kurun waktu satu tahun perusahaan asuransi pelat merah tersebut defisit besar-besaran. "Menurut saya terjadi perampokan. Kenapa? Perusahaan yg sangat sehat tahun 2016, 2017 tahu-tahu defisit puluhan triliun di tahun. Berarti ada penyedotan dana yang besar sekali yang terjadi," kata Said usai menghadiri diskusi publik 'Pertamina Sumber Kekacauan?' di restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (19/12/2019). Baca juga: <https://finance.detik.com/read/2019/12/19/003508/4828258/5/dubes-korsel-desak-ri-bereskan-kisruh-jiwasraya> Dubes Korsel Desak RI Bereskan Kisruh Jiwasraya Dia pun membeberkan asal muasal jatuhnya Jiwasraya. Menurutnya, pada krisis keuangan tahun 1998 Jiwasraya memang sudah merugi. Namun, pada pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jiwasraya membaik. "Kalau dinyatakan terjadi masalah saat Pak SBY betul, karena bawaan krisis 98. Tapi Pak SBY menyelesaikan masalah itu, dan menyerahkan ke pemerintahan selanjutnya dalam kondisi sehat wal afiat," papar Said. Dia menuturkan, kondisi Jiwasraya pada tahun 2016 sangatlah baik. Meskipun sebelumnya perusahaan juga memiliki utang. "Tahun 2005 saya masuk ada utang sekitar Rp 6 triliun. Kemudian selesai 2009 dan mulai menjadi sangat sehat, dan kelihatan puncak sehatnya 2016 dengan untung sekian triliun," ungkap dia. Baca juga: <https://finance.detik.com/read/2019/12/18/151746/4827591/5/pernah-ada-eks-orang-istana-jadi-direksi-jiwasraya> Pernah Ada Eks Orang Istana Jadi Direksi Jiwasraya Menurut dia, Jiwasraya tak hanya 'buntung' karena saham gorengan. Ia menduga adanya kebocoran keuangan perusahaan dalam jumlah yang sangat besar. "Insting saya menyatakan ada tindakan korupsi. Nggak mungkin bocor besar sekali sampai puluhan triliun. Tidak mungkin kalau hanya risiko bisnis terjadi saat itu, karena ekonomi di 2018 biasa-biasa saja kok tidak seperti 98," tutup Said. Simak Video "Ada Eks Orang Istana Jadi Direksi Jiwasraya, Ini Faktanya" (das/das)
