-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4833817/bulog-dapat-suntikan-rp-1-triliun-dari-bjb?tag_from=wp_nhl_22

Senin, 23 Des 2019 23:00 WIB

Bulog Dapat Suntikan Rp 1 Triliun dari BJB

Mukhlis Dinillah - detikFinance

Share 0
Tweet 0
Share 0
0 Komentar
Foto: Sudirman Wamad    Foto: Sudirman Wamad
Jakarta - Bank BJB menyepakati sejumlah kerja sama dengan Perum Bulog. Salah 
poin kerja sama yang terjalin yaitu fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp 1 
triliun.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini berlangsung di Ruang Papandayan, 
Gedung Sate, Bandung, Senin (23/12/2019). Hadir dalam MoU ini Dirut BJB Yuddy 
Renaldi, Direktur Konsumer dan Ritel Suartini, Direktur Kepatuhan Agus Mulyana, 
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nia Kania, Direktur IT, Treasury dan 
International Banking Rio Lanasier dan Direktur Operasional Tedi Setiawan. 
Sementara dari Perum Bulog Direktur Utama Budi Waseso, Direktur Keuangan 
Triyana, Direktur SDM dan Umum Bagya Mulyanto dan Direktur Pengadaan Bachtiar.

Terdapat lima paket kerja sama yang disepakati, di antaranya fasilitas Kredit 
Modal Kerja sebesar Rp 1 triliun, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 
Rumah Pangan Kita (RPK), pemberian kepada produsen gabah/beras mitra Program On 
Farm, penyaluran fasilitas dan bantuan pembayaran kolektif angsuran bjb Kredit 
Guna Bhakti bagi pegawai Perum Bulog.

Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan pihaknya akan berperan membiayai produk 
hasil panen yang dibeli Bulog dari petani. Kerja sama ini terbilang 
menguntungkan lantaran mendatangkan potensi penerimaan Dana Pihak Ketiga (DPK) 
dan fee based income.

"Sementara ini pembiayaan yang diberikan ke Bulog ya Rp 1 triliun. Kita lihat 
kondisi, Bulog akan melihat kemampuan finansial mereka juga," tutur dia.

Dia menuturkan seiring waktu kebutuhan akan layanan perbankan atas kegiatan 
yang dijalankan Perum Bulog ikut meningkat. Terutama di sektor keuangan untuk 
mengongkosi aktivitas bisnis, kesejahteraan pegawai dan akselerasi usaha Perum 
Bulog.

"Kerja sama ini sekaligus menandai hadirnya sebuah babak baru sinergi kemitraan 
yang telah terjalin antara Bank BJB dan Perum Bulog. Kedua belah pihak bergerak 
satu langkah maju mempererat sinergi dan mewujudkan semangat berkembang 
bersama. Hasil kerja sama diharapkan akan mengatrol portofolio bisnis kedua 
belah pihak," ujar Yuddy.

Baca juga: 20.000 Ton Beras Bulog yang Hampir Busuk 'Disulap' Jadi Lem Mebel

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyebut sebagai perusahaan logistik dan 
pangan pokok mempunyai tugas mendistribusikan kebutuhan demi menjaga kondisi 
harga tetap stabil. Bulog memperkuat mitra kerja bisnis dari pemerintah maupun 
swasta.

Selama ini untuk menyelesaikan penugasan dari pemerintah, pihaknya mencari 
pendanaan dengan suku bunga yang kompetitif. Saat ini, Bulog memiliki utang 
cukup tinggi mencapai Rp 28 triliun karena bunga pinjaman besar.

"Sejauh ini meski suku bunga Bank Indonesia sudah turun tapi tidak langsung 
berdampak pada penurunan suku bunga pinjaman. Makanya kita berharap ada suku 
bunga yang kompetitif," ujar Buwas.

Menurutnya selama ini Perum Bulog selalu mencari peluang pembiayaan dengan 
tingkat suku bunga rendah sehingga tidak membebani jumlah utang perusahaan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyambut baik kerja sama Perum Bulog dan Bank BJB. 
Sebab kerja sama ini nantinya juga akan berdampak pada perekonomian di Jabar 
khususnya masyarakat yang bekerja sama dengan Bulog.

Selama ini Jabar menjadi salah satu daerah penghasil beras dalam volume besar 
karena masih banyak lahan garapan petani lokal. Melalui kerja sama ini, dia 
yakin petani padi bisa berpenghasilan lebih ketika dibeli Bulog.

"Apalagi daya konsumsi kita juga bagus. Saya harap suplai juga bisa berjalan 
baik tidak kekurangan," ujar Kang Emil.

Baca juga: Sah! 20.000 Ton Beras Bulog yang Bakal Busuk Laku Rp 23,8 M


Simak Video "Keluhan Jokowi Soal Pengelola Cadangan Beras Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(mud/fdl)






Kirim email ke