-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1220515/erick-operasional-tppi-dan-b30-lompatan-besar-bidang-energi

Erick: Operasional TPPI dan B30 lompatan besar bidang energi

Senin, 23 Desember 2019 12:46 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir bersama menteri Kabinet Indonesia Maju saat 
menghadiri peluncuran B30 di SPBU MT Haryono, Jakarta, Senin. ANTARA/Sella 
Panduarsa Gareta/aa. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)
Alhamdulillah, hari ini sudah dua rencana besar Presiden Jokowi terealisasi,...
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir 
menyatakan telah terjadi dua lompatan besar di sektor energi dalam sepekan 
terakhir yaitu pengoperasian kilang petrokomia Trans Pacific Petrochemical 
Indotama (TPPI) dan peluncuran penggunaan biodiesel 30 (B30).

"Alhamdulillah, hari ini sudah dua rencana besar Presiden Jokowi terealisasi. 
Lompatan ini tidak terlepas dari hasil kerja nyata Kementerian BUMN dalam 
mengurangi impor sektor migas sehingga mengurangi defisit neraca perdagangan 
(CAD) sesuai dengan arahan Presiden," kata Erick Thohir, dalam keterangannya di 
Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, pertama, proses restrukturisasi keuangan Trans Pacific 
Petrochemical Indotama (TPPI) dipercepat yang semula tahun 2020 sudah dapat 
diselesaikan akhir 2019 sehingga TPPI bisa beroperasi maksimal dalam tiga tahun 
ke depan.

"Selama ini, sejak 2012 TPPI dinyatakan default pengoperasian belum berjalan 
baik, saat ini restrukturisasi keuangan sudah berjalan baik, sehingga TPPI 
sebagai perusahaan bisa berjalan sehat," ujarnya.

Baca juga: Alasan Jokowi percepat implementasi Program Biodiesel

Progres TPPI berjalan dengan baik sebagai hasil kerja sama antara Kementerian 
Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM.

Lompatan kedua, implementasi B30. Pertamina resmi meluncurkan B30 yang mampu 
mengurangi impor migas dengan memaksimalkan penggunaan Fati Acid Methyl Ester 
(FAME) yang dicampur ke dalam solar.

"B30 juga bisa berjalan, hari ini resmi diluncurkan. Kita juga bisa percepat 
penggunaan B30 sehingga ketergantungan kita terhadap impor berkurang, negara 
punya kompetitif dan lebih efisien. Ini juga bagian dari agenda besar yang 
sudah dicanangkan Presiden," tegas Erick.

Dalam penyaluran B30 ini, Pertamina telah bekerja sama dengan 18 Badan Usaha 
Bahan Bakar Nabati (BUBBN).

Pertamina telah menyiapkan 28 titik penerimaan FAME untuk B30, di antaranya 
Medan, Dumai, Siak, Teluk Kabung, Plaju, Panjang, Tanjung Gerem, Bandung Group, 
Tanjung Uban, Jakarta Group.

Selanjutnya, Cikampek, Balongan, Tasikmalaya Group, Cilacap Group, Semarang 
Group, Tanjung Wangi, Surabaya, Tuban, Boyolali, Rewulu, Bitung, Balikpapan 
Group, Kasim, Kotabaru Group, Makassar, Manggis, Kupang, dan STS Pontianak.
Baca juga: Jokowi senang implementasi B30 hemat devisa 4,8 miliar dolar

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019




Kirim email ke