Kalau punya konco bin sahabat di kalangan pemegang kekuasaan negara , makin
tinggi kedudukan konco bin sahabat, makin mudah dapat jabatan  tinggi nan
terhormat. Jadi kalau ada yang berminat harus berani mencari sahabat di
kalangan panggung kekuasaan di kota pusat kerajaan, kalau tinggal di
kampung mana mau dianggat jadi petinggi, paling-paling lurah atau juru
tulisnya, tergantung juga berapa banyak fulus bisa dibanting di bawah
mejah. henenene

https://www.jawapos.com/nasional/25/12/2019/kaledioskop-2019-pernah-langgar-kode-etik-firli-malah-jadi-ketua-kpk/


Kaleidoskop 2019: Pernah Langgar Kode Etik, Firli Malah Jadi Ketua KPK
NASIONAL <https://www.jawapos.com/nasional/>
25 Desember 2019, 10:00:49 WIB

[image: Kaleidoskop 2019: Pernah Langgar Kode Etik, Firli Malah Jadi Ketua
KPK]
Ketua KPK Firli Bahuri memberikan sambutan saat serah terima jabatan
Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/12/2019).
(Dery Ridwansah/ JawaPoss.com)

JawaPos.com – Terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK untuk periode
2019-2023 pun menuai kontroversi. Karena lembaga antirasuah pada era
kepemimpinan Agus Rahardjo Cs menyatakan dengan tegas bahwa mantan Deputi
Penindakan KPK itu melanggar kode etik.

Firli Bahuri ditetapkan sebagai Ketua KPK berdasarkan hasil voting suara
tertinggi di DPR RI. Firli memperoleh 56 suara. Secara runut, setelahnya
ada Alexander Marwata dengan 53 suara, Nurul Ghufron dengan 51 suara,
Nawawi Pomolango dengan 50 suara, dan Lili Pintauli Siregar dengan 44 suara..

Namun, mereka yang diterpilih menjadi pimpinan KPK jilid V masih menjadi
kontroversi. Publik menilai, proses pemilihan pimpinan KPK kali ini
disinyalir kental dengan nuansa politik.

Bahkan, sehari sebelum Firli melakukan fit and proper test oleh Komisi III
DPR RI, lembaga antirasuah secara terang-teranhan menyatakan bahwa mantan
Deputi Penindakan KPK itu terbukti melanggar kode etik berat.

“Hasil pemeriksaan Direktorat Pengawas Internal (PI) adalah terdapat dugaan
pelanggaran berat. Diduga, Saudara FB (Firli Bahuri) melakukan sejumlah
pertemuan,” ujar Saut Situmorang selaku Wakil Ketua KPK dalam jumpa pers di
Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9) lalu.

Pelanggaran kode etik berat itu setelah Penasihat Internal (PI) melakukan
serangkain pemeriksaan. Karena Firli diduga melakukan pertemuan dengan
mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (MZM) alias Tuan Guru Bajang
(TGB) sebanyak dua kali pertemuan.

Pertemuan itu berlangsung pada 2 Mei 2018 saat KPK tengah menyelidiki kasus
kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT Newmont 2009-2016. Pertama,
pada tanggal 12 Mei 2018 dalam sebuah acara Harlah GP Anshor ke-84 saat
Launching penanaman 1000 hektar jagung di Bonder Lombok Tengah.

Kemudian, pada 13 Mei 2018 dalam acara Farewell and Wellcome Games Tennis
Darem 162/WB di Lapangan Tennis Wira Bhakti Firli kembali melakukan pertemu
dengan TGB. Hasil pemeriksaan PI menyatakan, Firli telah melanggar kode
etik.

Beberapa jam sebelum dilantik, ICW tetap tolak pimpinan KPK jilid V

Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar aksi teatrikal di depan Gedung
Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan,
Jumat (20/12). Aksi tersebut digelar menjelang pelantikan pimpinan KPK
periode 2019-2023 yang dinilai bermasalah.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menyampaikan, aksi teatrikal itu digelar
untuk menolak kehadiran pimpinan KPK yang dipandang bermasalah. Aksi
teatrikal itu diikuti oleh 10 orang dengan membentangkan dua spanduk besar
berwarna hitam. Spanduk itu bertuliskan #ReformasiDikorupsi dan ‘Tolak
Pimpinan Bermasalah’. Selain itu, ada yang memegang kertas bergambar simbol
‘like’.

Kurnia menegaskan, ICW masih bersikap menolak terhadap lima komisioner baru
KPK. Lima komisioner itu adalah, Ketua Komjen Firli Bahuri, Wakil Ketua
Nawawi Pomolango, Alexander Marwata, Nurul Ghufron dan Lili Pintauli
Siregar. Terlebih keberadaan Firli yang diduga melanggar kode etik saat
menjabat sebagai Deputi Penindakan. Dia pesimistis KPK ke depan bisa lebih
baik.

“Kita pesimistis mereka mempunyai visi pemberantasan korupsi yang
benar-benar membawa KPK ke arah lebih baik,” sesal Kurnia di depan Gedung
KPK, Jumat (20/12).

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwa

Kirim email ke