https://www.kabartimurnews.com/2019/12/23/36-orang-hilang-di-laut-maluku/


*36 Orang Hilang di Laut Maluku*
<https://www.kabartimurnews.com/2019/12/23/36-orang-hilang-di-laut-maluku/>

 Senin, 23 Desember 2019 - 13:10

*KABARTIMURNEWS.COM <http://KABARTIMURNEWS.COM>,AMBON-* Kecelakaan lalu
lintas yang terjadi di perairan laut Provinsi Maluku sejak tahun 2018
sampai dengan 2019, tercatat berjumlah 91 kejadian. Dari peristiwa
tersebut, 36 orang sejak tahun 2018 hingga kini belum ditemukan.

Data Badan SAR Nasional (BASARNAS) atau Kantor Pencarian dan Pertolongan
(KPP)Ambon, mencatat sejak tahun 2018, peristiwa yang membahayakan nyawa
manusia di laut ini mengalami penurunan, meskipun tidak terlalu signifikan.

"Tahun 2018 kecelakaan laut berjumlah 46. Sementara tahun ini sampai dengan
tanggal 20 Desember 2019 berjumlah 45 kejadian," ungkap kepala BASARNAS
Ambon, Muslimin, Senin (23/12).

Untuk tahun 2018, korban selamat dalam kecelakaan laut yang berhasil
tertolong berjumlah 265 orang. Sementara yang ditemukan meninggal 5 orang.
Sedangkan 7 orang warga hingga saat ini belum berhasil ditemukan alias
hilang di laut.

"Kalau tahun 2019 sebanyak sebanyak 189 orang yang menjadi korban berhasil
di selamatkan. Sementara 8 orang ditemukan meninggal dan 29 orang sampai
saat ini belum ditemukan," ujarnya.

Menurut Muslimin, laka laut di Maluku yang di kerap terjadi umumnya di
Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, perairan Pulau Seram (Kabupaten
Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur) serta perairan laut Kabupaten
Maluku Tengah.

"Setiap bulan sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 pasti terjadi
kecelakaan laut. Tahun 2018 yang paling banyak terjadi di bulan Mei.
Sementara tahun 2019 yang paling banyak terjadi di bulan April," ujarnya.

Muslimin menghimbau masyarakat agar senantiasa memperhatikan cuaca baik
melalui tanda alam atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
jika akan bepergian melalui jalur laut.

"Untuk masyarakat nelayan, kami berharap agar dapat berhati-hati saat
melaut. Jangan gegabah jika melihat kondisi alam tidak bersahabat,"
pintanya. *(CR1)*

Kirim email ke