Istri Gus Dur Sebut Bangsa Indonesia Alami Defisit Tradisi
Sabtu , 28 Desember 2019 | 21:55
Istri Gus Dur Sebut Bangsa Indonesia Alami Defisit Tradisi
Sumber Foto antarafoto
Istri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah duduk di
atas kursi roda saat memberi sambutan peringatan haul Gus Dur yang Ke-10
di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) malam.
POPULER
Istri Gus Dur Sebut Bangsa Indonesia Alami Defisit Tradisi
<http://www.sinarharapan.co/kesra/read/11524/istri_gus_dur_sebut_bangsa_indonesia_alami_defisit_tradisi>
Listen to this
JAKARTA - Istri Presiden Keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta
Nuriyah mengatakan bangsa Indonesia mengalami defisit tradisi. Hal itu
karena adanya perobohan patung, pelarangan ritual tradisi dan
upacara-upacara adat di beberapa tempat yang dilakukan atas nama agama.
"Kondisi itu membuat bangsa ini mengalami defisit tradisi," ujar Sinta
saat menyampaikan sambutannya dalam puncak acara haul Gusdur Ke-10 di
Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan malam ini.
Ia menambahkan jika meneladani pemikiran Gus Dur, maka seharusnya bisa
diupayakan agar retakan-retakan kebudayaan bisa kembali utuh
kembali."Sepuluh tahun sejak kepergian Gus Dur, gerakan pemberangusan
tradisi terus saja berlangsung. Bukannya mereda malah justru semakin
marak dan masif," katanya.
Gus Dur menurut Sinta, bukan hanya dikenang karena pernah menjadi
Presiden Republik Indonesia saja, tapi juga karena Gus Dur seorang
budayawan."Terbukti dulu Gus Dur pernah menjabat sebagai Ketua Dewan
Kesenian Jakarta, karena dulu Gus Dur adalah seorang budayawan," ujar
Sinta seperti dikutip/Antara./
Gus Dur banyak melahirkan banyak ide dan gagasan tentang kebudayaan dan
konsisten membela tradisi sebagai cermin dari nilai-nilai
kemanusiaan."Bagi Gus Dur, tradisi dan budaya adalah ekspresi dari
harkat kemanusiaan, menjaga dan membela kebudayaan pada hakikatnya
adalah menjaga kemanusiaan itu sendiri," ujarnya.
Dalam konteks sosial, agama, dan politik, keberpihakan Gus Dur terhadap
kebudayaan termarjinalkan juga memiliki ruang tersendiri bagi keluarga
besar Presiden Keempat RI tersebut.
Karena itu dalam haul Gus Dur yang Ke-10 hari ini, keluarga Gus Dur
mencoba mengekspresikan gagasan dan kepedulian Gus Dur terhadap
kebudayaan."Tema ini juga berkaitan langsung dengan quotes Gus Dur yang
mengatakan Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan," kata Ketua Panitia
Acara Haul Gus Dur Ke-10, Inaya Wahid.
Putri keempat Gus Dur itu percaya, gagasan dan konsep kebudayaan
ayahandanya bisa dilahirkan kembali dan menjadi rujukan penting bagi
para pemikir dan pelaku budaya saat ini. Sehingga harapannya,
manifestasi pemikiran dan gagasan Gus Dur kembali memberi warna dan
memperkaya nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan Indonesia.(*E-2*)