Inovasi Menjadi Enjin Baru Pembangunan Tiongkok dan Peluang Baru bagi
 Dunia

2019-12-28 14:15:27 http://indonesian.cri.cn/20191228/6c8f49c0-9bd9-e112-c92d-81d34fdaf4e4.html

  Roket Long March 5, roket pembawa generasi baru Tiongkok dengan kapasitas pembawa terbesar pada hari Jumat malam (27/12) lalu sukses diluncurkan. Pada hari yang sama, dikemukakan juga keadaan terkait satu tahun layanan global sistem Beidou 3. Pada tahun 2019 telah dilakukan peluncuran intensitas tinggi 7 roket 10 satelit dan bagian inti sistem Beidou 3 selesai ditempatkan. Hal ini menandakan zaman baru layanan globalnya. Ditampilkannya dua prestasi iptek yang berbobot dalam waktu satu hari tersebut menandakan bahwa inovasi iptek Tiongkok kini mengayunkan langkah yang lebih tegas, dan kini menjadi enjin baru pembangunan bermutu Tiongkok, dan juga menjadi peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dunia dan kemajuan iptek manusia.

Pada tahun 2019, bibit padi hibrida yang dikloning dengan memanfaatkan teknologi pemetaan gen hingga diresmikannya bandara internasional Daxing Beijing yang dijuluki sebagai salah satu dari 7 keajaiban baru dunia, dan kesuksesan uji coba peluncuran roket pembawa perdana di laut, inovasi iptek Tiongkok baik di bidang penelitian ilmu pengetahuan dasar maupun proyek iptek besar dan iptek kehidupan rkayat telah memberikan jawaban yang memuaskan.

  Inovasi merupakan tenaga pendorong kuat pembangunan berkelanjutan Tiongkok, dan Tiongkok kini merupakan negara investasi litbang terbesar kedua di dunia dengan jumlah personelnya menempati urutan pertama di dunia selama 6 tahun berturut-turut.

Dengan latar belakang dipercepatnya peralihan dinamika lama dan baru ekonomi Tiongkok serta terus diperdalamnya restrukturisasi dewasa ini, Tiongkok berupaya mendorong penyinergian rantai inovasi iptek dengan rantai perkembangan industri sehingga dapat menambahkan vitalitas bagi perkembangan ekonomi.

Iptek merupakan intisari peradaban manusia. Dalam latar belakang globalisasi ekonomi, faktor inovasi hendaknya lebih terbuka dan inklusif. Dalam mempertahankan inovasi mandirinya, Tiongkok juga selalu mempertahankan konsep kerja sama internasional yang terbuka dan inklusif sehingga dapat menciptakan peluang perkembangan baru bagi berbagai negara.

 Dalam situasi unilateralisme dan proteksionisme yang terus menjadi-jadi, konsep terbuka dan inklusif dalam inovasi iptek Tiongkok tak diragukan lagi dapat membantu seluruh dunia menemukan tenaga pendorong baru dan jalan pembangunan yang baru untuk menanggulangi risiko kemerosotan ekonomi.

Kirim email ke