Asyik, Solo Dapat Kereta Bandara Istimewa
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Ludhy Cahyana
Senin, 30 Desember 2019 08:00 WIB
Sejumlah warga melihat kereta api Bandara Adi Soemarmo melintas di jalur
kereta api Stasiun Balapan Solo - Stasiun Bandara Adi Soemarmo saat uji
coba di Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 28 Desember 2019.
ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho Sejumlah warga melihat kereta api Bandara
Adi Soemarmo melintas di jalur kereta api Stasiun Balapan Solo - Stasiun
Bandara Adi Soemarmo saat uji coba di Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah,
Sabtu, 28 Desember 2019. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
*TEMPO.CO*,*Solo
*-Solo<https://travel.tempo.co/read/1230764/wisata-kota-solo-mulai-diminati-wisatawan-asal-china>kini
memiliki Kereta Api (KA) Bandara Adi Soemarmo, yang resmi beroperasi
pada Minggu (29/12/2019). Peluncuran KA Bandara dilakukan langsung oleh
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar
Pranowo.
Peluncuran dilaksanakan dengan sangat sederhana. Tidak ada acara
seremonial atau acara khusus, hanya beberapa anak panti asuhan dan
difabel diajak oleh Ganjar dan Budi, untuk menjajal KA dari Stasiun Solo
Balapan menuju Bandara Adi Soemarmo.
Ganjar berharap, keberadaan KA Bandara dapat mengurangi kemacetan di
jalanan. Selain itu, bisa mempercepat masyarakat yang hendak ke bandara
atau dari bandara menuju ke kota, "Mudah-mudahan bermanfaat. Semoga ini
juga bisa mendukung perkembangan pariwisata di Jawa Tengah," ujarnya.
KA Bandara Adi Soemarmo terbilang istimewa. Menteri Perhubungan, Budi
Karya Sumadi mengatakan, KA Bandara Adi Soemarmo merupakan satu-satunya
kereta api yang masuk ke bandara. Dari stasiun Solo Balapan, kereta api
langsung membawa penumpang masuk ke area terminal bandara.
Karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) berjalan di dalam
gerbong kereta api Bandara Adi Soemarmo di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 28
Desember 2019. ANTARA/Mohammad Ayudha
"Meski di Medan, Jakarta, Palembang dan Padang memiliki KA Bandara,
namun KA Bandara Adi Soemarmo ini satu-satunya yang langsung masuk ke
dalam bandara. Jadi, masyarakat bisa lebih mudah untuk berpindah
transportasi," kata dia.
Budi pun menegaskan, KA Bandara ini tidak hanya untuk alat transportasi
massal perkotaan, namun juga untuk mendukung pariwisata di Jawa Tengah.
Dengan akses moda transportasi yang semakin mudah, maka diharapkan para
turis akan lebih nyaman saat berkunjung ke Jateng.
"Sesuai arahan Presiden yang ingin menjadikan Jateng sebagai Bali baru,
ini adalah salah satu upayanya. Pak Ganjar punya banyak destinasi
wisata, termasuk Borobudur. Jadi bukan hanya untuk angkutan massal
perkotaan, namun KA Bandara ini juga untuk diharapkan dapat mendukung
pariwisata," tambahnya.
Sejumlah destinasi wisata unggulan di Jateng lanjut Budi sudah terhubung
dengan rangkaian kereta api. Untuk KA Bandara ini, akan menjadi
dukungan/cluster/Solo yang menghubungkan ke sejumlah destinasi wisata
unggulan, "Jadi para turis yang turun dari pesawat, bisa langsung naik
kereta menuju kota. Kalau sewaktu-waktu ingin melanjutkan ke Prambanan
atau Borobudur misalnya, itu gampang karena terhubung," katanya.
ADVERTISEMENT
Karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersiap melakukan perjalanan
Kereta Api (KA) Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Balapan di Solo, Jawa
Tengah, Sabtu, 28 Desember 2019. Kereta Api Bandara Adi Soemarmo yang
terintegrasi dengan Stasiun Balapan Solo ini mulai beroperasi pada Ahad,
29 Desember 2019. ANTARA/Mohammad Ayudha
Sekadar diketahui, Kereta Api Bandara Adi Soemarmo akan melayani
sebanyak 60 perjalanan pulang pergi dari bandara menuju Stasiun Balapan.
Satu rangkaian KA Bandara terdiri dari empat rangkaian kereta dengan
kapasitas angkut sebanyak 393 penumpang.
KA Bandara ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang untuk
kenyamanan penumpang. Di antaranya ruangan dengan pendingin udara, layar
TV LED untuk hiburan dan informasi posisi kereta. Dan menariknya lagi,
selama dua bulan yakni Januari hingga Februari 2020, KA Bandara masih
gratis digunakan penumpang.