Makanan Berformalin Diduga Marak Jelang Akhir Tahun
------------------------------------------------------------------------
....
<https://sp.beritasatu.com/nasional/makanan-berformalin-diduga-marak-jelang-akhir-tahun/592883/#>
Suara Pembaruan
Senin, 30 Desember 2019 - 07:00
<https://sp.beritasatu.com/nasional/makanan-berformalin-diduga-marak-jelang-akhir-tahun/592883/#>
....
Polisi tengah memeriksa barang bukti mie berformalin yang disita dari
pabrik di wilayah Cianjur, Selasa (17/9/2019)
*Jakarta, Beritasatu.com*– Kebutuhan bahan baku makanan dan minuman
menjelang libur panjang akhir tahun biasanya meningkat. Kesempatan ini
biasanya digunakan para pemasok dan agen/distributor kebutuhan rumah
tangga itu meraup keuntungan. Salah satu cara yang digunakan adalah
menggunakan formalin agar bahan baku makanan bisa bertahan lama.
Informasi yang diperoleh/SP/di Jakarta, Minggu (29/12), menyebutkan
pemanfaatan formalin dan boraks agar bahan pangan dan makanan siap olah
bisa bertahan lama. Adapun bahan pangan dan makanan yang biasa
menggunakan formalin seperti mie, ikan, daging, dan tahu. Langkah itu
dilakukan agar stok bahan pangan dan makanan yang disiapkan bisa
bertahan lama dari biasanya. Kondisi itu dilakukan agar stok yang
disiapkan menjelang libur akhir tahun bisa dijual habis.
“Biasanya stok bahan baku yang dibeli cukup banyak sehingga harus
disiasati bisa bertahan lama. Mie yang biasanya hanya bertahan 2-3 hari,
jika diformalin bisa mencapai seminggu. Demikian juga pada tahu yang
sudah marak dilakukan penggerebekan,” ujar sumber/SP/.
Untuk itu, konsumen dan calon pembeli diminta lebih waspada dalam
membeli sejumlah stok bahan pangan untuk kebutuhan keluarga tersebut.
Sedangkan pemantauan terhadap perdagangan dan distribusi kebutuhan dan
bahan makanan tersebut memang tidak begitu banyak. Umumnya, para petugas
hanya intens melakukan pengawasan dan razia beberapa pekan sebelum hari
raya atau libur nasional.
Dari pantauan di kawasan Jabodetabek, upaya menekan peredaran makanan
yang mengandung formalin sempat dilakukan pada awal Desember. Itupun
hanya di beberapa sentra pasar yang tidak dilakukan secara rutin.
Dua pekan lalu, seperti diberitakan media lokal, inspeksi mendadak
(sidak) di Kota Tangerang, Banten, yang dilakukan Dinas Ketahanan
Pangan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga pihak kepolisian menemukan
tujuh panganan segar dan lima panganan olahan yang mengandung formalin.
"Untuk dinas ketahanan pangan ambil pangan segar dari perikanan dan
peternakan diambil sampel 207 sample ada 7 sampel yang positif
mengandung formalin. Sementara olahan pangan seperti tahu, kue pia dan
nugget diambil 16 sample, tiga positif formalin," jelas Kepala Dinas
Ketahanan Pangan Tangerang, Abduh Surahman.
Sebelumnya, aparat menemukan tahu mengandung formalin di pasar
tradisional wilayah Kecamatan Sindang Jaya dan Kecamatan Pasar Kemis,
Kabupaten Tangerang, Banten. Petugas melakukan pengujian cepat guna
memastikan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, metanyl
yellow dan rhodamin B. Hasilnya, ditemukan kandungan positif formalin
pada sampel produk pangan jenis tahu putih.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI
Jakarta mengklaim terus mengintensifkan pengujian pangan di pasar
tradisonal maupun pasar modern yang tersebar di seluruh wilayah Ibukota.
Sejauh ini ada tiga laboratorium pangan milik Pusat Promosi dan
Sertifikasi Hasil Pertanian, Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan
Peternakan serta Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil
Perikanan dioperasikan untuk mendukung pelaksanaan pengawasan dan
pengujian pangan segar.
Sumber : Suara Pembaruan