Baik extremisme pada kapialisme seperti si Boss berpenghasilan tingi, sedangkan pekerja yang berpenghasilan rendah dipecati, maupun exremisme seperti pada Pol Pot mendapat perlawanan sengit. Bagaimana dengan Golden Means, Gouden Midden dari Aristoteles, dari Confucius dan Mencius, Midden pada dari Boedhisme, Wu Wei dari Taoisme ? Aristoeles : Extreem 1 : Buang-buang uang Exreem 2 : Kikir luar biasa. Golden Means : Harus berani keluar uang bila diperlukan. Chung Yung (Tiong Yong) dari Confucianisme . Seorang murid tanya pada Confucius : Mengapa guru bilang pada murid yang satu supaya tanya advies saudaranya dulu, sedangkan pada murid yang lain guru bilang supaya cepat dilakukan ? Confucius menjawab : Yang satu itu orangnya tergesa gesa, tidak berpikir dulu, langsung dikerjakan. Jadi pwerlu direm suruh tanya pendapat saudaranya dulu. Yang lain, itu suka brlambat-lambat, jadi perlu saya bilang supaya cepat dikerjakan. Wu Wei, Harus berreaksi tetapi tidak emosionil, tidak berlebih-lebihan yang mendatangkan reaksi jauh lebih hebat. Harus selalu menjaga keseimbangan. Yang menarik dari Wu Wei adalah penerapannya dalam reaksi keseimbangan kimia. Hasil optimum itu dicapai tidak pada temperatuur yang extreem tinggi dengan kecepatan reaksi besar( banyak zat bereaksi atau produkt sendiri yang rusak). Siddharta Gautama mencapai pencrahan tidak dengan menjalani hidup sebagai acet, yang minum air hanya dari etesan embun dan air hujan dan bersemedi dengan konsentrasi luar biasa. Pada suatu hari ia tiba di tepi sungai, mendengar seorang tua bicara pada muridnya yang sedang mengayuh perahu : Psang snaar itu jangan terlalu tegang, nani patah. Jangan erlalu kendur, tidak enak suaranya. Mendengar itu tiba2 Siddhata insyaf, dia melakukan kehidupan erlalu exreem sebagai act. lalu dia mandi, makan sedikit, dan bersemdi di bawah pohon Bodi. Di situ dia mendapatkan enlightning. Di jaman dulu ada seorang koki masak di istana, diangkat oleh raja baru jadi penasehat dan perdana menterinya. Dia menasehatkan rajanya seperti orang masak. Tidak boleh terlalu banyak ini, tidak boleh terlalu banyak itu. harus seimbang, baru enak rasanya, Demikian juga dalam menjalankan pemerintahan...
Pada tanggal Sel, 31 Des 2019 pukul 08.33 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > Capitalism vs. Socialism: A Soho Forum Debate > > > https://www.youtube.com/watch?v=YJQSuUZdcV4 > > On Tue, Dec 31, 2019 at 3:17 AM ChanCT [email protected] [GELORA45] < > [email protected]> wrote: > >> >> >> Pagi ini terbaca tulisan "Bagaimana Menjadi Penentang Kapitalisme" saya >> terjemahkan sepenggal saja seperti dibawah ini: >> >> http://www.cwzg.cn/theory/201912/53869.html, >> 埃里克·奥林·赖特 :今天如何成为一个反资本主义者 >> >> >> *Bagaimana Menjadi Penentang Kapitalisme* >> >> Erik Olin Wright, 9 Februari 1947-23 Januari 2019, Lahir di California, >> Berkeley, Profesor Departemen Sosiologi, Universitas Wisconsin-Madison. >> Adalah seorang sosiolog Marxis kontemporer terkenal di Amerika Serikat. >> Peneliti masalah klas, dengan karya utama "Klas", "Klas di Masyarakat >> Pasca-Industri: Studi Komparatif Analisis Klas", "Metode Analisa Klas" dan >> "True Utopia." dll. >> >> Wright menggunakan contoh Mrxisme klasik mengajukan teori klas menengah >> yang unik, yaitu, klas menengah menempati posisi kontradiktif dalam >> struktur klas sosial, yang berarti secara politis klas ini ditarik ke dua >> sisi antara “tenaga kerja” dan “modal”. Dan secara objektif ditarik kearah >> yang berbeda, kemanakah klas menengah ini pergi, ditentukan bagaimana titik >> temu politik dan kondisi disaat tertentu. >> >> Periode lansia, Wright beralih ke penelitian rencana "Utopia Sejati", >> yaitu, dari factor intern kapitalisme itu sendiri, menemukan strategi >> “mengikis” kapitalisme sebagai jalan keluar yang layak mengembangan rencana >> sosialisme. >> >> Di abad ke-21 sekarang ini, bagaimana seharusnya menjadi >> penentang-kapitalis? Hentikan ilusi menghancurkan kapitalisme. Setidaknya, >> jika Anda benar-benar ingin membangun masa depan yang terbebaskan, >> kapitalisme tidak dapat dihilangkan. Mungkin saja anda secara pribadi >> menemukan cara untuk benar-benar menutup diri dan meminimalkan partisipasi >> anda dalam ekonomi kapitalis, namun ini bukanlah cara yang dapat diterima >> kebanyakan orang, bahkan lebih tidak menarik bagi mereka yang ada anak, >> sedang cara demikian ini juga tidak bisa diajukan sebagai proses pembebasan >> sosial. Jika anda peduli pada kehidupan orang lain, tidak peduli bagaimana >> anda melihatnya, pada akhirnya anda harus memecahkan hubungan struktur >> kapital dan organisasi. Menjinakkan dan mengikis kapitalisme adalah >> satu-satunya solusi. Anda harus menggunakan tindakan politik untuk >> menjinakkan kapitalis dengan kebijakan, Anda juga harus menggunakan >> kegiatakan ekonomi bebas mengikis kapitalisme dalam perencanaan >> sosial-ekonomi. Kita harus membangun kembali demokrasi sosial yang dinamis >> dan progresif. Bentuk demokrasi sosial demikian, disamping mengurangi >> kejahatan kapitalis bagi masyarakat, juga membantu mewujudkan potensi >> mengikis dominasi kapitalisme dalam posisi Utopis Sejati. >> >> >> >> >
