Ya kalo Chinanya nurut diusir mau. Kalo ga? Indo maju kena mundur
kena.Membiarkan berarti lemah dan malu.Maksa ngusir kalo Chinanya merasa
berhak, berarti perang dan ga jadi dikasih hutang. Mau perang tanpa bantuan AS
dengan China? Sekarang jangan pada ngomong sok2an dulu deh. Nanti malu sendiri.
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "'j.gedearka' [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 1/25/20 8:49 AM (GMT-08:00) To:
[email protected], Sahala Silalahi <[email protected]>, Oman Romana
<[email protected]> Subject: [GELORA45] Mahfud MD tolak tawaran bantuan AS
di perairan Natuna
--
j.gedearka <[email protected]>
https://www.antaranews.com/berita/1265433/mahfud-md-tolak-tawaran-bantuan-as-di-perairan-natuna
Mahfud MD tolak tawaran bantuan AS di perairan Natuna
Sabtu, 25 Januari 2020 18:44 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD. ANTARA/Zuhdiar Laeis/pri.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud
MD mengatakan mendapat tawaran AS untuk bekerja sama di perairan Natuna setelah
kapal-kapal China melanggar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
Namun, Mahfud menolak tawaran yang disampaikan Duta Besar Amerika Serikat untuk
Indonesia Joseph R Donovan Jr saat berpamitan di Kantor Kemenko Polhukam pada
Jumat (24/1) itu.
Baca juga: Diplomasi lunak pada konflik Natuna agar tak terseret konflik
AS-China
"Dia bertanya soal Laut China Selatan, apa yang bisa dikerjasamakan. Saya
bilang tidak perlu kerja sama dengan AS," tutur Menkopolhukam dalam diskusi
panel "Harapan Baru Dunia Islam: Meneguhkan Hubungan Indonesia-Malaysia" di
Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu.
Apabila Indonesia menerima tawaran kerja sama AS di perairan Natuna, tutur dia,
berarti Indonesia akan turut berperang dengan China dan terjebak dalam perang
proxy antara AS dan China.
Baca juga: Bertemu Dubes China, Mahfud: Kalau ada nelayan masuk, kami usir
Apalagi, menurut dia, posisi Indonesia terkait perairan Natuna sudah jelas dan
tidak dapat diganggu gugat, berbeda dengan Malaysia, Filipina, Brunei
Darussalam, dan Vietnam yang berperkara secara multilateral melawan China.
"Indonesia tidak pernah berperkara karena kita tidak pernah menganggap China
punya hak atas daerah perairan kita yang saat ini jadi masalah. Kalau datang
usir saja. Kita tidak perang," ucap Mahfud.
Baca juga: Pimpinan MPR terima Dubes China bahas masalah Natuna
Saat menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian, Mahfud
mengatakan Indonesia tidak bernegosiasi atau tawar menawar mengenai perairan
Natuna yang diatur hukum internasional.
Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020