*Tidak mengherankan, karena bukan suatu keajaiban seperti dikenal dari
kitab-kitab agama, sebab dari nama saja sudah diketahui : NKRI adalah
singkatan dari Negara Koruptor Republik Indonesia, dan oleh sebab itu kalah
naik poin dari Timor Leste. hehehehe*


https://www.jawapos.com/nasional/25/01/2020/sindir-ipk-indonesia-yang-kalah-naik-poin-dari-timor-leste-bw-miris/
*Sindir IPK Indonesia yang Kalah Naik Poin dari Timor Leste, BW: Miris!*

NASIONAL <https://www.jawapos.com/nasional/>

25 Januari 2020, 23:11:39 WIB

*Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto (Dok.JawaPos.com
<http://Dok.JawaPos.com>)*


JawaPos.com – Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang
Widjojanto (BW) mengkritisi indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia yang
berada pada poin 40 pada 2019, dari sebelumnya 38 pada 2018. Menurutnya,
hal ini tidak bisa membanggakan untuk Indonesia. Justru Indonesia kalah
dari Timor Leste yang meningkat tiga poin, IPK-nya kini 38 poin.


“Di tahun 2019, skor IPK Vietnam menjadi 37, padahal tahun lalu hanya 33
saja. Indonesia juga kalah dari Timor Leste yang meningkat dua poin
sehingga skornya menjadi 38. Tapi Indonesia masih di atas Thailand yang
justru merosot dua poin dan skornya kini menjadi 36,” kata BW dalam
keterangannya, Sabtu (25/1).

BW memandang, Indonesia masih beruntung karena seluruh survei yang
dikomposit oleh Tranparency International sebagian besar dilakukan surveyor
di awal dan pertengahan tahun 2019. Misalnya, survei PERC Asia Risk Guide
2019, dilakukan Januari-Maret 2018 dan begitu setiap tahunnya.

“Jika saja survei dilakukan mendekati akhir tahun, dipastikan skor IPK
Indonesia versi TI akan jeblok. Karena indikasi kuat terjadinya intensitas
tragedi dan skandal pemberantasan korupsi menjelang akhir tahun 2019,”
sesal BW.

Oleh karena itu, BW menilai skor IPK Indonesia yang meraih poin 40 di tahun
2019 yang diumumkan di awal tahun 2020, tidak membuat rakyat kebanyakan
menjadi bangga. Masyarakat justru merasa miris khususnya atas upaya
pelemahan terhadap kinerja KPK.

“Hal lain yang membuat rakyat muak, lihat saja dan bandingkan. Malaysia
bisa menggenjot peningkatan indeks skor IPK hingga 11 poin. Pada 2019
skornya mencapai 58 sedangkan di tahun 2018 hanya 47 poin saja. Itu
artinya, dalam satu tahun, Malaysia menggenjot peningkatan IPK menjadi 11
poin,” tegas BW.

Merujuk data Tranparency International, kata BW, salah satu pemicu utama
merosotnya IPK karena pemerintah Indonesia melakukan tindakan yang paradoks
dan justru sangat beresiko menakuti-nakuti Investor. KPK sebagai lembaga
antikorupsi Indonesia yang dipandang sebagai simbol kemajuan upaya
pemberantasan korupsi justru dihilangkan otonomi dan kekuasaannya.

“Bukankah hal ini bertentangan dengan aspirasi Presiden Jokowi yang sedang
memerioritaskan investasi asing dan pertumbuhan ekonomi,” tegas BW.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Kirim email ke