Padahal, selama ini masyarakat terlanjur senang bahkan tertolong dengan adanya 
diskon atau apalah yang jor-joran itu. Makanya dipuji habis-habisan sama Jokowi 
sebagai model bisnis milenial yang "out of the box". Saking kesengsemnya, 
Jokowi lalu mengangkat bos pembakar uang investor itu jadi menteri untuk 
mendidik angkatan Generasi Z. 
Nah, dengan keputusan bos baru Gojek untuk stop bakar uang,  maka wajar orang 
bertanya, apa bos lama yang jadi menteri tetap akan mendidik Indonesia dengan 
metode "bakar uang" atau beralih ikut cara bos penggantinya dengan jurus 
monetisasi? Monetisasi pendidikan... 😁
-

Bos Gojek Bicara Soal Berakhirnya Musim Bakar Uang Startup
Arif Budiansyah, CNBC IndonesiaTECH 21 January 2020 10:06
Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus gagalnya startup co-working space WeWork 
melantai di bursa (IPO), memberikan pelajaran berharga bagi startup dan 
investor. Pasalnya, startup jagoan SoftBank ini mendorong pertumbuhan bisnis 
dengan bakar uang, lewat diskon dan cashback.

Kini para investor semakin hati-hati menyuntikkan modal pada startup dan 
startup harus berpikir cara lain mengembangkan bisnis selain membakar uang.
Co-CEO Gojek Andre Sulistyo mengatakan kasus ini akan membawa perubahan 
strategi di industri startup dan memberikan dampak positif bagi komunitas 
karena memiliki kesempatan yang sama untuk sukses.

"Jika Anda bertanya apa dampaknya terhadap seluruh pasar ... Saya ingin 
mengatakan bahwa ini lebih banyak sisi positifnya," kata Andre Soelistyo, 
seperti dilansir dari Nikkei Asian Review, Senin (20/1/2020).

"Dengan perubahan mendadak di lingkungan, itu meratakan lapangan bermain untuk 
semua orang. Sekarang semuanya tentang siapa yang memiliki produk yang lebih 
baik dan institusi yang lebih baik pada akhirnya akan menang."

Pertumbuhan ekonomi yang mantap dan digitalisasi yang cepat telah menarik 
banyak investor ke Asia dan membuat valuasi startup di wilayah ini naik pesat. 
Untuk pertumbuhan bisnis banyak startup memilih strategi bakar uang.

Namun kini strategi berubah dari bakar uang menjadi mengejar profitabilitas dan 
keberlanjutan usaha.

"Ketika dana melimpah [hilang] dan semua orang disiplin dalam melihat 
fundamental dan memahami pasar dengan baik, maka sudah banyak yang dihapuskan. 
Perusahaan yang lebih baik, eksekusi yang lebih baik [dan] strategi yang lebih 
baik akan memiliki lebih banyak waktu. Itu sebabnya saya kata itu positif," 
jelas Andre Soelistyo.

Mengejar profitabilitas dan keberlanjutan juga sedang diperjuangkan oleh Gojek.

"Pada awalnya, kami berinvestasi dalam pertumbuhan karena kami perlu memiliki 
skalabilitas tertentu untuk menyamakan permintaan dan penawaran pasar kami," 
ujarnya. Namun kini dengan layanan yang lebih luas dari ride-hailing hingga 
pengiriman makanan, Gojek akan mengejar monetisasi.

"Beberapa hal-hal tertentu yang belum kami monetisasi ... dapat mulai 
dimonetisasi. mengapa saya katakan itu karena pada tahap ini, kita tetap menuju 
profitabilitas."

(roy/roy)


Kirim email ke