Imparsial soal Perburuan Harun Masiku: Kita Disajikan Dagelan Aneh
Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 17:32 WIB
3 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4879548/imparsial-soal-perburuan-harun-masiku-kita-disajikan-dagelan-aneh#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-4879548/imparsial-soal-perburuan-harun-masiku-kita-disajikan-dagelan-aneh>
Foto: Yogi Ernes/detikcomFoto: Yogi Ernes/detikcom
*Jakarta*-
Peneliti dariImparsial <https://www.detik.com/tag/imparsial>, Husein
Ahmad, mengatakan perburuanHarun
Masiku<https://www.detik.com/tag/harun-masiku-buronan>menyajikan
lelucon-lelucon aneh. Husein memulai dari pencopotan Ronny Sompie dari
jabatan Dirjen Imigrasi.
"Yasonna Laoly dalam/statement/-nya mengatakan akan/conflict of
interest/dilakukan Ronnie Sompie di kasus Harun Masiku. Kita patut
menduga bahwa keberadaan Ronny sebagai keluarga besar Polri itu tentu
diduga melakukan/conflict of interest/," kata Husein di Kantor
Transparency International Indonesia, Pejaten Barat, Jakarta Selatan,
Kamis (30/1/2020).
*Baca juga:*Saat Yasonna Laoly Diminta 'Susul' Ronny Sompie
<https://news.detik.com/read/2020/01/29/184822/4878511/10/saat-yasonna-laoly-diminta-susul-ronny-sompie>
Husein melanjutkan, masyarakat cenderung abai terhadap keputusan
pemerintah mengangkat anggota TNI-Polri dalam jabatan publik. Dia
mencontohkan Ketua KPK Firli Bahuri yang juga berstatus jenderal aktif.
"Kita hari ini disajikan dengan dagelan-dagelan yang aneh, misalnya
dalam kasus Harun Masiku. Kita tahu Ketua KPK merupakan jenderal Polri
aktif, ketika beliau mendapat suara penuh di DPR, Firly digadang-gadang
bisa menjadi jembatan antara Polri dan KPK," sebut Husein.
*Baca juga:*Dianggap Korbankan Dirjen Imigrasi, Ini Kata Yasonna Laoly
<https://news.detik.com/read/2020/01/29/192102/4878376/10/dianggap-korbankan-dirjen-imigrasi-ini-kata-yasonna-laoly>
"Tapi, ketika pengejaran Harun di PTIK kemarin, yang terjadi justru
sebaliknya. Justru ada upaya mempersulit penyidikan KPK untuk mengejar
Harun Masiku. Saya tidak tau apa Firly sudah melakukan koordinasi atau
tidak, tapi yang jelas penyidik KPK di sana tidak bisa mengejar orang
yang diduga Harun Masiku," sambungnya.
Untuk itu, Husein mengimbau pemerintah agar mengevaluasi keputusan
menempatkan TNI-Polri di jabatan publik. Husein menilai masih banyak
warga sipil yang berkompeten mengisi posisi-posisi strategis.
*Baca juga:*Yasonna Copot Ronny Sompie, Komisi III Pilih Beri Atensi ke
TPF Kemenkum HAM
<https://news.detik.com/read/2020/01/29/094451/4877368/10/yasonna-copot-ronny-sompie-komisi-iii-pilih-beri-atensi-ke-tpf-kemenkum-ham>
"Saya kira orang-orang sipil juga masih banyak yang mampu kok yang
menempati jabatan-jabatan (publik) tersebut. Tidak melulu kita harus
menempatkan aparat keamanan di jabatan publik yang lewat kasus Harun
Masiku saja telah mempertontonkan sikap yang tidak baik," ungkap Husein.
*Simak Video "Kata Kapolri Soal Isu Harun Masiku dan 'Insiden' di PTIK"
*
*(aud/aud)*