*Mengapa tidak langsung ke Jakarta yang mempunyai segala fasilitas
kesehatan?*


*https://www.suara.com/news/2020/02/02/122009/demo-tolak-ratusan-wni-dari-wuhan-kerusuhan-pecah-di-natuna?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler
<https://www.suara.com/news/2020/02/02/122009/demo-tolak-ratusan-wni-dari-wuhan-kerusuhan-pecah-di-natuna?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler>
*



*Demo Tolak Ratusan WNI dari Wuhan, Kerusuhan Pecah di Natuna*

Bangun Santoso

Minggu, 02 Februari 2020 | 12:20 WIB

[image: Demo Tolak Ratusan WNI dari Wuhan, Kerusuhan Pecah di Natuna]Ratusan
warga Natuna memblokir jalan menuju bandara, menolak kedatangan WNI dari
Wuhan. (Foto: Istimewa/via Batamnews.co.id)

*Ratusan warga membakar ban dan memblokir jalan akses menuju Bandara Raden
Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna* *Suara.com - *Kerusuhan massa terjadi di
akses jalan gerbang menuju Bandara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten *Natuna*
<https://www.suara.com/tag/natuna>, Minggu (2/2/2020). Ratusan orang
terlibat aksi dorong-dorongan dengan aparat menjelang ketibaan WNI evakuasi
Wuhan dari Batam menuju daerah ini.

Kekhawatiran yang tinggi akan *virus corona*
<https://www.suara.com/tag/virus-corona> memantik warga Natuna menolak
upaya karantina ratusan WNI dari Wuhan yang dijadwalkan tiba hari ini.
Kendati Kemenkes memastikan para WNI yang dievakuasi dalam kondisi sehat,
namun warga tetap menolak proses karantina di Natuna.

Pemerintah sebelumnya sudah menyiapkan hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna
sebagai lokasi observasi selama masa inkubasi yang dilakukan terhadap WNI
sebelum mereka dinyatakan 100 persen aman dari virus corona. Tenaga medis
dan psikis sudah diturunkan Kemenkes ke Natuna.

Aksi penolakan sudah terjadi sejak, Sabtu (1/1/2020) setelah kabar bahwa
Natuna dijadikan lokasi observasi selama 14 hari. Bahkan hingga malam,
demonstrasi warga pecah di Kantor DPRD hingga gerbang Bandara Lanud Raden
Sadjad.

"Apapun alasannya, kenapa harus Natuna? kalau iya mereka sudah sehat,
kenapa nggak pulang ke rumah saja langsung. Berarti kan itu ada kemungkinan
masih bisa tertular, makanya dibawa ke Natuna untuk observasi," ujar salah
seorang warga yang ikut berdemo.

Massa membakar ban bekas sambil menyorakkan penolakan kedatangan ratusan
WNI Wuhan. Selain syok dengan sikap pemerintah pusat yang tiba-tiba
mengambil kebijakan ini, mereka juga kecewa dengan Bupati Natuna yang
hingga saat ini tidak berada di Natuna.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti angkat suara terkait penolakan
masyarakat Natuna sebagai lokasi evakuasi WNI dari Wuhan. Diakui Ngesti,
warga syok mendengar kabar tiba-tiba dari pemerintah pusat. Apalagi mereka
dibayangi ganasnya virus corona yang santer diberitakan di televisi.

"Warga Natuna menolak. Kami dari Pemda juga tidak ada konfirmasi (dari
pemerintah pusat," kata Ngesti, kepada Batamnews, Sabtu (1/2/2020).

Menurutnya, warga hanya mengetahui dari surat kabar dan video yang beredar.
"Tadi malam, mereka mendatangi Kantor DPRD juga ingin menanyakan ke
pemerintah pusat yang mengurusi evakuasi tersebut," ujar Ngesti.

Sumber: *Batamnews.co.id
<https://www.batamnews.co.id/berita-58456-natuna-rusuh-jelang-kedatangan-wni-evakuasi-wuhan.html>*

Kirim email ke