Bisa apa si maruk amin? Cuma jualan sertifikat halal saja. Itupun bukan pinter 
marketing tapi maksa dengan dalil igama.Sent from my Verizon, Samsung Galaxy 
smartphone
-------- Original message --------From: "Sunny ambon [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 2/4/20  10:49 AM  (GMT-08:00) To:  
Subject: [GELORA45] SalahSebut Nama Ma'ruf Amin, Rocky Gerung: Karena Jarang 
Muncul 
 



  


    
      
      
      
        
        


Ma´ruf
Amin jarang dimunculkan jika dibandingkan dengan JK,  karena mungkin
hanya dibutuhkan sebagai lambang.




https://nasional.tempo.co/read/1303440/salah-sebut-nama-maruf-amin-rocky-gerung-karena-jarang-muncul/full&view=ok




Salah
Sebut Nama Ma'ruf Amin, Rocky Gerung: Karena Jarang Muncul

        Reporter: 
        
        Ahmad
        Faiz Ibnu Sani


        
        Editor: 
        
        Ninis
        Chairunnisa


Selasa,
4 Februari 2020 16:58 WIB







TEMPO.CO,
Jakarta -
Pengamat politik Rocky Gerung sempat
salah menyebut nama Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menghadiri
peluncuran buku #KamiOposisi karangan politikus Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta. Rocky memanggil Ma'ruf dengan nama Mahruf.

Mulanya
Rocky bercerita tentang berita evaluasi 100 hari pemerintahan Joko
Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin. "Wartawan bertanya kepada Pak
Mahfruf Amin, 'Pak Mahfruf setelah 100 hari bagaimana keadaan ekonomi
dan politik'. Kata pak Mahfruf Amin 'baik-baik saja'," kata
Rocky, Selasa, 4 Februari 2020.

Berkali-kali
salah, audiens pun membenarkan ucapan Rocky. "Pak Ma'ruf,"
kata mereka.

Mendapat
koreksi dari audiens, Rocky berkilah. Ia menyatakan penyebabnya salah
ucap karena Ma'ruf sejak menjabat sebagai wakil presiden jarang
terlihat.

"Karena
jarang muncul saya suka lupa namanya. Bukan salah saya, salah pers
kenapa gak diberitakan apa sebetulnya yang terjadi pada beliau,"
kata Rocky disambut gelak tawa para hadirin.

Dalam
acara itu, Rocky menyindir Ma'ruf yang mengeluarkan pernyataan
evaluasi 100 hari kerja pemerintah. Menurut dia, yang seharusnya
mengevaluasi pemerintah adalah para oposisi.

"Jadi
ini pertama kali terjadi wakil presiden mengevaluasi presidennya dan
mengatakan baik-baik saja. Ajaib. Itu sama dengan jeruk makan jeruk.
Masa wakil presiden mengevaluasi presiden dan kesimpulannya baik aja,
tentu aja kalo enggak bisa diganti dia," kata Rocky.

Juru
Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, pernah membantah anggapan
jika Ma'ruf Amin kurang berperan dalam 100 hari ini. Menurut dia,
jumlah pemberitaan tidak bisa menjadi ukuran untuk menilai kerja
wakil presiden.

Masduki
menampik pula jika Ma'ruf dinilai kurang bersuara di sejumlah isu
yang menarik perhatian masyarakat seperti pelemahan Komisi
Pemberantasan Korupsi. "Bersuara, sering. Berulangkali ditanya
wartawan Pak Kiai jawab. Jadi enggak bener," kata dia pekan
lalu.

Dalam
100 hari ini, kata Masduki, Ma'ruf
Amin telah
menjalankan dengan maksimal tugas-tugas pokok yang Presiden Joko
Widodo atau Jokowi berikan kepadanya. Contohnya, upaya pemerintah
mengentaskan kemiskinan, stunting, dan pengembangan UMKM. "Memang
dibanding dengan apa yang ditangani presiden, isu yang ditangani
wapres di luar radikalisme, memang kurang seksi secara pemberitaan,
kurang hot di mata wartawan. Tapi sebagai tugas, sudah dilaksanakan
penuh oleh Wapres," ujar Masduki.








    
     

    
    


Kirim email ke