Sudah dibantu masih memfitnah saja. Sungguh "berbudi" ni orang. Kecian deh
begitu besar dendam di dalam hatinya.Sent from my Verizon, Samsung Galaxy
smartphone
-------- Original message --------From: "ChanCT [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 2/4/20 4:54 AM (GMT-08:00) To:
[email protected], GELORA_In <[email protected]> Subject:
[GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani Virus
Corona
Yaa, Tiongkok akhirnya
baru saja menerima tawaran "bantuan" dari AS. Mengapa?
Dugaan saya tentunya,
kemungkinan besar akibat sikap AS yang selama ini memang tidak
bersahabat terhadap Tiongkok! Dimulai dari pernyataan beberapa
bulan sebelum virus Corona merebak di Wuhan sudah melakukan
penelitian virus tsb., lalu menawarkan "bantuan" dengan
menyodorkan obat2an yang diajukan untuk percobaan klinik,
Amerika pula yang sangat getol mendesak WHO menetapkan status
Darurat bagai Dunia dan segera mencabut perwakilan Konsulat
Amerika di Wuhan dan memulangkan seluruh warga AS yang
tersangkut di Wuhan, sampai pada ucapan menteri Perdagangan
Wilbur Ross yang nyelekit: "Wabah Virus Corona di Wuhan telah
membuka kemungkinan pengusaha kembali ke Amerika!", jadi
mensyukuri musibah wabah virus Corona di Wuhan akan menjadi
berkah bagi AS, Selama ini RRT mendiamkan saja tawaran
"bantuan" AS itu, ... Tapi, RRT sebelumnya sudah menerima
bantuan dari beberapa negara seperti Jerman, Rusia, Jepang,
Iran, Thailand dll. yang menyatakan simpati terhadap musibah
yang dihadapi Tiongkok. Rupanya baru kemarin ini Tiongkok
menerima tawaran AS, entah apa dan sampai dimana bantuan yang
bisa diberikan itu.
Dari banyak
pemberitaan jumlah peningkatan orang yang kena terjangkit
virus Corona, entah mengapa boleh dikata TIDAK ada yang
menyebutkan berapa jumlah pasien yang berhasil SEMBUH! Sampai
kemarin tgl. 03-02-2020 jumlah penderita diseluruh Tiongkok
sudah mencapai 20438 orang, diantaranya 2788 penderita berat,
425 meninggal dan 632
orang sembuh dan sudah diperbolehkan
keluar RS! Dan perlu digarisbawahi, diantara yang sembuhada
beberapa diatas usia 70 dan seorang 83 tahun! Artinya
kecepatan penambahan kematian mengecil, sedang kenaikan yang
sembuh meningkat lebih cepat dan dengan demikian makin besar
harapan penderita virus Corona bisa disembuhkan! Apalagi
kemarin RS Shen Huo yang dibangun dalam 10 hari itu sudah
mulai berfungsi dengan baik, memberi kemungkinan dan syarat
lebih sempurna menolong penderita virus Corona!
Mudah2an saja begitu,
...!
On 4/2/2020 下午5:35, Sunny ambon
[email protected] [nasional-list] wrote:
https://katadata.co.id/berita/2020/02/04/tiongkok-akhirnya-terima-bantuan-amerika-untuk-tangani-virus-corona?utm_source=izooto&utm_medium=push_notifications&utm_campaign=Daily%20News%204%202&utm_content=&utm_term=
Tiongkok
Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani
Virus Corona
Penulis:
Ratna Iskana 4/2/2020, 08.42 WIB
Di
sisi lain, Tiongkok keberatan dengan sikap Amerika
yang melarang
perjalanan karena virus corona.
Ilustrasi.
Seorang anggota tim penyelamat berjalan melewati
pengumuman tentang
virus corona di sebuah rumah sakit di Incheon,
Korea Selatan, Senin
(20/1/2020). Pemerintah Tiongkok akhirnya menerima
bantuan Amerika
untuk menangani virus corona.
Pemerintah
Tiongkok akhirnya setuju menerima tenaga ahli
kesehatan asal Amerika
Serikat untuk membantu mengatasi virus corona.
Penyebaran virus
tersebut semakin cepat dengan jumlah kasus dan
kematian yang terus
meningkat.
Seperti
dilansir dari Reuters, Gedung Putih menyatakan
pada Senin (3/2) waktu
setempat bahwa Tiongkok telah menerima bantuan
dari tenaga ahli AS
yang merupakan bagian dari World Health
Organization (WHO) untuk
mempelajari dan membantu mengatasi virus yang
muncul pertama kali di
Kota Wuhan, Provinsi Hubei.
Di
sisi lain, Tiongkok menyatakan rumah sakit dengan
1.000 tempat tidur
yang dibangun selama delapan hari telah menerima
pasien pertamanya
kemarin. Sedangkan rumah sakit kedua dengan 1.600
tempat tidur akan
beroperasi pada minggu ini juga. Kedua rumah sakit
itu dibangun untuk
merawat pasien virus corona.
Hingga
Senin (3/2), terdapat tambahan 2.345 orang yang
terkena virus dan 64
orang meninggal dunia di Provinsi Hubei. Totalnya,
ada 414 orang
meninggal karena virus corona di provinsi
tersebut.
Tidak
hanya menelan korban jiwa, virus corona juga
berakibat pada ekonomi
Tiongkok. Bursa saham Tiongkok turun 8%,
menyebabkan US$ 393 miliar
keluar dari Bursa Shanghai pada hari kemarin yang
merupakan
perdagangan pertama setelah libur perayaan tahun
baru di negeri
tersebut. (Baca: Wabah Flu yang Menghantui Dunia)
Pelarangan
Perjalanan ke Tiongkok Dampak Virus Corona
Selain
itu, maskapai penerbang di seluruh dunia telah
menghentikan
perjalanan ke Tiongkok. Penangguhan penerbangan
oleh Uni Emirat Arab
akan berdampak pada maskapai Etihad dan Emirates.
Tiongkok
pun menyalahkan AS karena larangan tersebut. Juru
Bicara Kementerian
Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan
Washington telah
menciptakan dan menyebarkan kepanikan dengan
menarik warga negaranya
dan membatasi perjalanan.
Padahal
WHO menyarankan agar tidak memberlakukan
pembatasan perdagangan dan
perjalanan. "Justru negara-negara maju seperti
Amerika Serikat
dengan kapabilitas dan fasilitas pencegahan
epidemi yang kuat yang
telah memimpin dalam pembatasan berlebihan yang
bertentangan dengan
rekomendasi WHO," kata Hua seperti dikutip dari
Reuters.
(Baca:
Pemerintah
Susun Daftar Barang yang Dilarang Impor dari
Tiongkok)
Centers
for Disease Control and Prevention (CDC) AS
membela langkah yang
diambil untuk mencegah penyebaran virus corona,
termasuk menangguhkan
warga negara asing yang telah mengunjungi Tiongkok
dalam 14 hari
terakhir.
“Kami
membuat keputusan yang agresif di depan ancaman
yang belum pernah
terjadi sebelumnya. Tindakan sekarang memiliki
potensi terbesar untuk
memperlambat hal ini, ”kata Nancy Messonnier,
Direktur CDC.
Direktur
Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan
pelarangan
perjalanan ke Tiongkok tidak diperlukan. "Tidak
ada alasan untuk
tindakan yang tidak perlu dengan membatasi
perjalan dan perdagangan.
Kemungkinan virus ini menyebar di luar Tiongkok
sangat kecil, dan
bahkan di Tiongkok penyebaran antar provinsi
sangat rendah,"
kata Adhanom.
WHO
menyatakan setidaknya ada 151 kasus yang
terkorfirmasi di 23 negara
termasuk Jepang, Thailand, Jerman, Inggris, dan
AS. Sedangkan data
dari Tiongkok menyebut angka jumlah orang yang
terinfeksi di negera
tersebut mencapai 17.205 orang. Presiden Tiongkok
Xi Jinping pun
menegaskan pengendalian virus di negaranya menjadi
tugas penting saat
ini.
(Baca:
Didemo
Warga Natuna Soal Lokasi Karantina WNI, Luhut:
Tidak Paham
Saja)
Penulis:
Ratna Iskana
Editor: Ratna Iskana