-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4888488/akan-dipatenkan-china-sebagai-obat-virus-corona-apa-itu-remdesivir?tag_from=wp_beritautama


 Kamis, 06 Feb 2020 15:41 WIB

Akan Dipatenkan China Sebagai Obat Virus Corona, Apa Itu Remdesivir?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Share 0
Tweet 0
Share 0
16 komentar
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan sosialisasi terkait virus corona di 
Apartemen Mediterania Garden 2, Jakarta, Kamis (6/1). Sosialisasi tersebut 
disambut baik warga. Apa itu remdesivir, obat yang rencananya akan dipatenkan 
China? (Foto: Rifkianto Nugroho)
Topik Hangat Virus Corona Baru di China
Jakarta -

China mengajukan hak paten obat yang disebut bisa dipakai sebagai obat 
antivirus corona. Berdasarkan pernyataan yang dimuat di situs Institut Virologi 
Wuhan, Tiongkok, pengajuan hak paten obat itu sudah dilakukan sejak 21 Januari 
kemarin.

Nama obatnya adalah remdesivir. Remdesivir ini dibuat oleh Gilead Sciences Inc 
yang sebelumnya dipakai untuk menguji beragam penyakit seperti Ebola dan SARS 
(Severe Acute Respiratory Syndrome). Kabarnya temuan para ilmuwan menunjukkan 
kombinasi remdesivir dan chloroquine ketika diuji coba ke virus corona baru 
(2019-nCov) di laboratorium sangat efektif untuk memerangi virus corona baru.
Baca juga: China Ajukan Hak Paten untuk Obat Antivirus Corona

Mengutip WHO, remdesivir menunjukkan potensi kemanjuran klinis terhadap virus 
Ebola dan infeksi filovirus. Obat remdesivir ini juga diterapkan pada wabah 
virus Ebola di Afrika Barat yang terjadi pada tahun 2013-2016. Pada saat itu, 
remdesivir baru dalam tahap awal pengembangan. Namun, ternyata obat tersebut 
efektif mengobati virus Ebola dan kembali digunakan pada wabah virus Ebola di 
yang terjadi pada tahun 2018-2019.

Selain dinilai efektif untuk sembuhkan virus corona, remdesivir juga ternyata 
dapat menyembuhkan virus lainnya, seperti virus nipah, dan virus hendra.

Saat ini, Gilead bekerja dengan otoritas kesehatan di China untuk membuat uji 
coba terkontrol secara acak untuk menentukan apakah remdesivir dapat digunakan 
secara aman dan efektif untuk mengobati 2019-nCoV. Gilead juga mempercepat 
pengujian laboratorium yang sesuai terhadap remdesivir terhadap sampel 
2019-nCoV, demikian tulis situs resmi Gilead.
Baca juga: Catat! Ini Jamu Penangkal Virus Corona


Simak Video "Virus Corona 2019-nCoV Ditemukan di Feses"

(naf/up)




Kirim email ke