-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/read/detail/288287-pohon-yang-ditebang-disebut-tak-bernilai-ini-harga-pasarannya



Kamis 06 Februari 2020, 17:22 WIB

Pohon yang Ditebang Disebut Tak Bernilai, Ini Harga Pasarannya

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
 
Pohon yang Ditebang Disebut Tak Bernilai, Ini Harga Pasarannya

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Suasana proyek Revitalisasi Monas, Jakarta Pusat yang tengah dihentikan 
sementara.
 

SISI selatan Monumen Nasional (Monas) terlihat gundul. Kawasan yang menjaid 
pintu masuk utama ke objek wisata ikon ibu kota yang dulu rindang dan sejuk itu 
kini gersang.

Sebanyak 191 pohon besar ditebang dan 85 pohon berukuran kecil dipindahkan dari 
lokasi itu demi proyek revitalisasi Monumen Nasional.

Berbagai jenis pohon besar ditebang dari mulai trembesi, mahoni, hingga 
tabebuya. Dua jenis pohon yang disebutkan di awal memiliki nilai yang sangat 
tinggi di pasaran.

Semisal harga kayu mahoni dijual Rp2,5 juta permeter kubik untuk kaso. 
Sementara untuk kayu batangan dijual Rp400ribu permeter tergantung dari 
diameternya.

Kayu berjenis trembesi dijual lebih mahal lagi dengan kisaran Rp1,5 juta hingga 
Rp1,9 juta dengan diameter 40cm. Harga termahal dijual Rp3,8 juta dengan 
diameter 70cm.

Baca juga: Anies Tegaskan Revitalisasi Monas Tetap Jalan

Problemnya hingga saat ini tidak jelas ke mana sisa-sisa kayu-kayu berharga 
hasil tebangan pohon itu dilarikan.

Kasi Informasi UPT Monas Irfal Guci sempat menyebut sisa pohon yang ditebang 
dibawa ke gudang Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur. Namun, hal 
itu ditepis oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Suzi Marsitawati.

Suzi berkelit, pihaknya tidak bertanggung jawab perihal penebangan pohon. Ia 
hanya merekomendasikan terkait izin penebangan hingga kewajiban penggantinya.

"Tanggung jawab itu bukan di dinas kami. Tapi ke pemegang proyek yakni Dinas 
Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata). Kami hanya merekomendasikan 
berapa penggantiannya tiga kali lipat yakni 573 dari 191 pohon yang ditebang," 
kata Suzi di Balai Kota, Kamis (6/2).

Suzi juga menyebut tidak merekomendasikan terkait jenis pengganti pohon yang 
akan ditanam di Monas. Menurutnya, jenis pohon yang menjadi tanaman pengganti 
mengikuti desain sayembara yang dibuat oleh konsultan independen.

Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Citata DKI Jakarta Heru Hermawanto justru 
melempar kembali tanggung jawab terkait pohon-pohon yang ditebang itu ke Dinas 
Pertamanan dan Hutan Kota.

Menurutnya, pengawasan penebangan dilakukan oleh dinas itu.

"Itu harusnya di Dinas Pertamanan yang mengawasi. Kalau saya soal proyeknya 
bukan soal penebangan pohonnya," ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah justru meminta agar 
penebangan pohon ini tidak lagi diributkan. Sebab, pihaknya sudah menjamin akan 
menanam kembali pohon yang ditebang itu dengan jumlah tiga kali lipat.

Ia bahkan menyatakan bahwa pohon-pohon yang ditebang tersebut tidak bernilai. 
"Pohon-pohon itu tidak ada nilainya kok," tukasnya.(OL-4)
 
TAGS:#REVITALISASI#Monas        






Kirim email ke