-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4890709/tentara-aktif-jadi-bos-king-of-the-king-ksad-kami-kecolongan?tag_from=wp_cb_mostPopular_list



Tentara Aktif Jadi Bos King of The King, KSAD: Kami Kecolongan

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 00:02 WIB
0 komentar
SHARE URL telah disalin
KSAD Andika Perkasa
KSAD Andika Perkasa. (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Lettu Dony Pedro, seorang anggota TNI aktif menjadi Presiden King of The King. 
Atas kenyataan itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (TNI) Andika 
Perkasa, mengaku kecolongan.

"Jadi kami juga baru tahu, kami merasa juga kecolongan, tapi itu tanggung jawab 
saya. Jadi kita harus perbaiki. Proses hukum kita lihat kesalahan demi 
kesalahan, yang jelas arahnya dari investigasi beberapa hari ini arahnya ke 
penipuan," kata Andika kepada wartawan di Kompleks Akmil Magelang, Jumat 
(7/2/2020).

Andika menegaskan, akan mengawal proses hukum yang berlangsung. Nantinya proses 
hukumnya di pengadilan militer. Pengawalan dalam proses hukum tersebut akan 
dilakukan sehingga diharapkan benar-benar memberikan rasa keadilan bagi para 
korbannya.

"Dan itu kami kawal benar. Kami kawal benar sehingga proses hukum ini dalam hal 
penegakan KUHP Militer itu benar-benar memberikan rasa keadilan kepada 
korban-korban penipuan," tutur Andika.

Baca juga:
Dicari-cari, Ternyata Bos King of The King Anggota TNI


Menyangkut para pengikutnya, kata Andika, sejauh ini masih ditelusuri mengingat 
melibatkan teman-teman tersangka dari kalangan sipil. Untuk itu, pihaknya akan 
terus menelusurinya.

Saat disinggung sang 'presiden' tersebut berasal dari satuan mana, Andika 
menyebut bahwa yang bersangkutan bertugas di Pusat Persenjataan Infranteri di 
Bandung. Ditegaskan bahwa sudah dilakukan penahanan terhadap Dony sejak 31 
Januari lalu di Polisi Militer Kodam III/Siliwangi di Bandung.

"Tugas (Dony) di Pusat Persenjataan Infantri di Bandung dan sekarang sudah 
ditahan sejak tanggal 31 Januari di Polisi Militer di Kodam III yaitu di 
Bandung. Jadi sudah kita tahan sambil melakukan proses hukum, tidak akan kita 
lepas," tegasnya.

Baca juga:
TNI Proses Mr Dony Pedro, Polisi Kebut Berkas 2 Kaki Tangan di Kaltim


Andika menegaskan pihaknya akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai evaluasi. 
Dia juga berharap adanya info-info dari masyarakat terkait dengan para 
personelnya.

"Ya, ini satu evaluasi seperti saya bilang tadi, kami kecolongan dan kami pasti 
akan terus memperbaiki. Justru info-info dari masyarakat ini, kita butuhkan 
sehingga kita bisa tahu lebih dini jangan sampai terlanjur bablas seperti 
Letnan Satu D (Dony Pedro)," pungkasnya.
(mbr/mbr)
dony pedro
king of the king
kodam siliwangi
ksad andika perkasa
birojatengdiy






Kirim email ke