-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://www.antaranews.com/berita/1284722/pelanggaran-ham-bagi-pejuang-lingkungan-terus-meningkat


Pelanggaran HAM bagi pejuang lingkungan terus meningkat

Sabtu, 8 Februari 2020 16:13 WIB

Pelanggaran HAM bagi pejuang lingkungan terus meningkat. (Foto 
Antarabengkulu.com)
Curitiba, Brazil (ANTARA) - Para pejuang lingkungan dan iklim atau climate 
defenders terus mengalami berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) 
mulai dari teror, penangkapan, hingga pembunuhan, terutama bagi mereka yang 
berjuang melawan ekspansi industri fosil seperti batu bara, minyak dan gas.

Wartawan ANTARA Helti Marini S dari Curitaba, Brazil, melaporkan hal ini 
terungkap dalam laporan Climate Defenders Report yang dirilis 350.org 
bertepatan dengan pertemuan para pejuang iklim, diikuti perwakilan dari 26 
negara yang berlangsung di Curitiba, Brazil pada 7 Februari 2020.

“Para pejuang lingkungan dan iklim ini juga sudah jadi korban dari polusi 
mematikan industri fosil seperti abu beracun dari pembakaran batu bara untuk 
pembangkit listrik dan mereka juga menghadapi ancaman bahkan tidak sedikit yang 
dibunuh,” kata Manajer Program Climate Defenders 350.org, Aaron Packard saat 
menyampaikan ringkasan laporan di hadapan jurnalis dari para pihak di Curitiba, 
Jumat.

Ia mengatakan para pejuang HAM dan lingkungan yang tersebar di berbagai negara 
mengalami ancaman hingga kehilangan nyawa mereka sementara kehidupannya juga 
terampas akibat pencemaran lingkungan yang menghilangkan sumber penghidupan 
mereka.

Baca juga: Walhi tagih aturan perlindungan untuk pejuang lingkungan hidup

Baca juga: Unjuk rasa terbesar pejuang lingkungan Thailand sejak tentara 
berkuasa

Baca juga: 10 pejuang lingkungan terima Kalpataru

Sayangnya, kata Aaron, investasi di sektor industri energi fosil masih terus 
berlanjut padahal para ahli kesehatan dan ilmuwan telah menyampaikan banyak 
bukti terkait parahnya krisis iklim akibat aktivitas industri fosil.

Industri energi fosil, kata dia, secara langsung maupun tidak langsung turut 
memperparah pelanggaran HAM dalam tiga dekade terakhir yang digambarkan dalam 
10 kasus yang dibahas dalam laporan tersebut.

Di sisi lain, industri fosil bertanggungjawab atas kematian dini 45,000 jiwa 
akibat masalah kesehatan, pembuangan 18 juta galon air beracun ke sungai dan 
last serta menghilangkan 2,5 juta hektare lahan masyarakat adat.

Direktur 350.org Wilayah Asia, Norly Grace Mercado mengatakan di Filippina, 
Gloria Capitan, seorang pemimpin perlawanan terhadap polusi pembangkit listrik 
tenaga uap (PLTU) batu bara, tewas ditembak orang tak dikenal di tempat 
usahanya, sebuah penyewaan karaoke kecil pada 2016.

“Kelompok anti-batu bara di Provinsi Bataan, di mana Gloria tinggal juga hingga 
kini masih menghadapi ancaman, intimidasi karena mereka menolak proyek 
pengembangan PLTU batu bara di sana,” katanya.

Sementara Juru Kampanye 350.org Indonesia, Irfan Toni mengatakan perjuangan 
pembela lingkungan di Indonesia juga menghadapi berbagai tekanan karena kerap 
dianggap tidak mendukung pembangunan.

"Seperti masyarakat di sekitar PLTU batu bara Bengkulu yang sejak awal 
menentang proyek energi kotor tapi suara mereka diabaikan," katanya.

Hal serupa juga terjadi di masyarakat yang berjuang membela sumber penghidupan 
mereka di PLTU batu bara Pangkalan Susu. Beberapa tahun terakhir nelayan di 
wilayah itu kerap berunjuk rasa mengeluhkan kerusakan pesisir yang menurunkan 
hasil tangkapan nelayan.

Pertemuan para pejuang lingkungan di Curitiba, Brazil yang berlangsung selama 
empat hari menyepakati bahwa masyarakat pejuang lingkungan perlu dukungan 
solidaritas, baik lokal, regional maupun global karena para pejuang lingkungan 
adalah pembela kehidupan.*

Pewarta: Helti Marini S
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020




Kirim email ke