-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1286346/pulangkan-wni-eks-isis-pengamat-sebut-pemerintah-gegabah


Pulangkan WNI eks-ISIS, Pengamat sebut pemerintah gegabah

Minggu, 9 Februari 2020 21:50 WIB

ILUSTRASI - Kekerasan dan perlawanan ISIS. ANTARA/Ardika/am.
Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik Jerry Massie menilai rencana pemerintah 
untuk memulangkan 600 WNI Eks- ISIS ke Tanah Air merupakan tindakan yang 
gegabah, terlebih ratusan WNI tersebut sudah melepas kewarganegaraannya dengan 
membakar paspornya.

"Saya melihat langkah gegabah dari pemerintah untuk memulangkan WNI yang sudah 
melepas kewarganegaraannya," kata Jerry yang juga sebagai Direktur Political 
and Public Policy Studies (P3S), di Jakarta, Minggu.

Ia menilai ada desakan-desakan dari kelompok radikal dan toleran untuk 
memulangkan para WNI eks-ISIS tersebut. Terlebih, Menteri Agama Fachrul Razi 
begitu "ngotot" untuk memulangkan mereka.

"Riset saya di media sosial, hampir 90 persen bahkan lebih menolak kehadiran 
para anggota ISIS yang notabene kelompok teroris," jelasnya.

Keputusan Presiden Jokowi yang tidak setuju secara pribadi dengan pemulangan 
WNI eks-ISIS itu sudah tepat, sehingga tidak perlu kajian lagi dari pemerintah.

"Pemerintah harus ambil sikap menolak. Saya curiga ini merupakan pengalihan isu 
Harun Masiku dan virus corona. Kasus lain seperti Jiwasraya dan ASABRI jangan 
ditutupi dengan pemulangan eks-ISIS ini," tuturnya.

Dikatakannya, dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan sudah jelas 
mengatur bahwa apabila seseorang berperang dan menjadi tentara asing maka yang 
bersangkutan hilang kewarganegaraannya. Apalagi, mereka telah membakar 
paspornya.

"Lebih baik yang diperhatikan nasib tenaga kerja Indonesia di luar negeri, 
anak-anak terlantar, yatim piatu dan orang tua jompo ketimbang memulangkan 
kelompok ISIS ini," kata Jerry.

Ia berharap pemerintah tidak mengorbankan 267 juta penduduk Indonesia ketimbang 
dengan memulangkan 600 WNI eks-ISIS.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sampai saat ini menyatakan masih 
memperhitungkan plus minus terkait dengan wacana pemulangan WNI mantan ISIS 
dari Timur Tengah.

“Sampai saat ini masih dalam pembahasan. Sebentar lagi kita akan putuskan kalau 
sudah dirataskan. Semuanya masih dalam proses. Plus dan minusnya,” kata 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/2).

Kepala Negara memandang perlu menggelar rapat terbatas yang khusus membahas 
rencana tersebut.

Menurut Presiden Jokowi, semua yang terkait hal itu harus melalui perhitungan 
atau kalkulasi yang detail.

"Ya, kalau bertanya kepada saya, ini belum ratas, ya. Kalau bertanya kepada 
saya, saya akan bilang tidak. Akan tetapi, masih dirataskan. Kita ini pastikan 
harus semuanya lewat perhitungan, kalkulasi, plus minusnya, semua dihitung 
secara detail," katanya.

Dalam rapat terbatas tersebut akan diambil keputusan sehingga kemudian dapat 
segera ditindaklanjuti.

"Keputusan itu pasti kita ambil dalam ratas setelah mendengarkan dari 
kementerian dalam menyampaikan hitung-hitungan," katanya.

Baca juga: Terkait eks-ISIS, pakar hukum: Pemerintah perlu aturan hukum khusus

Baca juga: Komnas HAM sarankan Pemerintah "profiling" WNI eks ISIS

Baca juga: Ngabalin: Presiden tak ragu ambil keputusan soal WNI eks ISIS

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke