Polisi bilang sudah laporkan Veronica kepada Interpol, koq Veronica tidak
ditangkap. Mungkin saja polisi sekalipun pangkat tinggi tetapi miskin
pengetahuan mereka tentang hukum yang sangkut paut dengan Interpol. Tetapi
kalau untuk mengibul rakyat yang dibodohkan  mereka hebat  gemilang..
Hehehehehehehe.


https://nasional.tempo.co/read/1305713/veronica-koman-serahkan-data-korban-papua-ke-jokowi-di-australia?utm_source=izooto&utm_medium=push_notifications&utm_campaign=Nasional_Rhm&utm_content=&utm_term=



Veronica Koman Serahkan Data Korban Papua ke Jokowi di Australia CP name
Tempo.co  Reporter Kukuh S. Wibowo Diterbitkan 15.12, 10/02/2020


See detail

Veronica Koman mengatakan Presiden Jokowi secara langsung telah memegang
data nama tahanan dan korban tewas di Papua.

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta*-Sejumlah aktivis menyerahkan data
tahanan politik dan korban tewas Papua kepada Presiden Joko Widodo atau
Jokowi yang tengah berkunjung ke Canberra, Australia.
Data itu diserahkan pada Senin siang, 10 Februari 2020, waktu setempat.
Salah satu aktivis dan pengacara HAM, Veronica Koman, mengatakan pihaknya
juga mendesak agar krisis politik dan kemanusiaan di Papua segera
dihentikan.
Untuk itu, dia meminta pemerintah Australia membahas pelanggaran HAM di
Papua dengan Presiden Jokowi dalan pertemuan bilateral yang akan digelar
pekan ini


“Tim kami di Canberra telah berhasil menyerahkan dokumen-dokumen ini
langsung kepada Presiden Jokowi. Dokumen ini memuat nama dan lokasi 57
tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar, yang saat ini sedang
ditahan di tujuh kota di Indonesia," kata Veronica melalui siaran persnya.


"Kami juga menyerahkan nama beserta umur dari 243 korban sipil yang telah
meninggal selama operasi militer di Nduga sejak Desember 2018, baik karena
terbunuh oleh aparat keamanan maupun karena sakit dan kelaparan dalam
pengungsian,” ujarnya.

Veronica berujar di awal periode pertamanya pada 2015, Presiden Jokowi
membebaskan lima tahanan politik Papua. Hal ini dipandang masyarakat
sebagai langkah yang penuh dengan harapan baru bagi Papua.

"Namun pada awal dari periode keduanya saat ini, terdapat 57 orang yang
dikenakan makar yang sedang menunggu sidang. Langkah ini hanya akan
memperburuk konflik di Papua," katanya.



Selain itu, Veronica menyebut sejumlah gubernur, bupati, pimpinan gereja,
pimpinan adat, akademisi, aktivis dan mahasiswa telah memohon kepada
Presiden Jokowi untuk menarik pasukan dari Nduga sejak Desember 2018.
Namun, permintaan itu tidak pernah diindahkan.

Veronica mengatakan Presiden Jokowi
<https://nasional.tempo.co/read/1305629/jokowi-sebut-indonesia-bersama-australia-dalam-suka-dan-duka>
secara
langsung telah memegang data nama tahanan dan korban tewas di Papua.
"Termasuk nama-nama dari 110 anak-anak dari total 243 sipil yang meninggal,
akankah Presiden tetap tidak mengindahkan permintaan tersebut?” ujarnya.

*HALIDA BUNGA FISANDRA*

Kirim email ke