-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/read/detail/289087-ribuan-warga-medan-unjuk-rasa-savebabi


Senin 10 Februari 2020, 17:41 WIB

Ribuan Warga Medan Unjuk Rasa #Savebabi

Yoseph Pencawan | Nusantara
 
Ribuan Warga Medan Unjuk Rasa #Savebabi

Antara
Massa yang mengatasnamakan gerakan #Save Babi melakukan aksi long march saat 
menolak pemusnahan ternak babi
 

RIBUAN warga berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (10/2) 
akibat rencana Pemprov Sumut ingin memusnahkan peternakan babi.

Bentangan spanduk-spanduk panjang berisi pernyataan penolakan pemusnahan dan 
hastag #savebabi serta hingar-bingar orasi mewarnai jalannya unjuk rasa. Jalan 
Imam Bonjol sempat ditutup petugas polisi selama beberapa jam.

Boasa Simanjuntak, Koordinator Aksi #savebabi mengatakan, para peternak babi, 
pengusaha rumah makan berbahan daging omnivora itu merasa mendapatkan perlakuan 
diskriminasi.

"Kita berkumpul untuk menolak tegas pembunuhan masa depan bangsa Batak. Kita 
menolak pemusnahan babi di Sumatera Utara," ujarnya melalui pengeras suara dari 
atas mobil komando aksi.

Dalam pernyataan yang disebutnya sebagai "Statment Batak", Boasa mengatakan, 
mereka menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera menyelesaikan wabah virus 
demam babi (African Swine Fever/ASF) di Sumut. Tuntutan itu diajukan karena 
pemerintah telah menetapkan bahwa wabah ini berstatus bencana.

Bila sudah ditetapkan sebagai bencana, maka menurutnya ada penanggulangan untuk 
kerugian yang dialami peternak dan pengusaha sektor terkait lainnya.

Bagi warga suku Batak yang bukan beragama Islam, tandasnya, babi tidak dapat 
dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat digantikan dengan hewan 
lain.

"Dari lahir sampai mati, babi mengiringi kebudayaan adat Batak," katanya.

Bahkan ia meyakini babi merupakan hewan paling bersih di dunia. Dalam sehari, 
babi di peternakan dimandikan hingga tiga kali dalam sehari. Bila tidak, babi 
tidak akan tenang di kandangnya.

Menurutnya, babi adalah masa depan suku Batak karena selama ini peternak hewan 
itu bisa menyekolahkan anak-anak mereka.


Selain menolak pemusnahan, Boasa mengatakan mereka juga menolak restocking area 
atau kawasan khusus untuk peternakan babi. Bagi mereka, babi harus dibolehkan 
dipelihara oleh siapapun yang ingin memeliharanya.

Dalam aksinya, mereka juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut masuknya 
virus ASF ke Sumut. Boasa mengatakan tidak tertutup kemungkinan masuknya virus 
ASF ke Indonesia, termasuk Sumut, terjadi karena adanya konspirasi pihak-pihak 
tertentu.

Boasa juga menyinggung soal perizinan peternakan babi. Dia meminta jangan 
sampai ada diskriminasi perizinan, bila peternak babi wajib memiliki izin, maka 
seluruh peternak hewan lain juga harus memiliki kewajiban serupa.(OL-8)

 
 
#Medan  






Kirim email ke