Hahahaa, ... bung Manap jadi mengingatkan kembali persahabatan Rakyat
Indonesia-Tiongkok dimasa tahun 50-60an, ... saya dirusak oleh jenderal
Soeharto sampai belasan tahun hubungan diplomatik dibekukan! Dan
perkembangan setelah Soeharto lengser, memasuki masa
reformasi-demokrasi, hubungan persahabatan kembali membaik, sekalipun
belum mulus amat seperti masa Soekarno dahulu, ...
Kembali saya tertarik dengan pemberitaan simpati dan solidaritas rakyat
Jepang yang mengharukan Rakyat Tiongkok, ternyata diantara penyumbang
katanya banyak yang Huakiao, adalah Tionghoa yang hidup di Jepang. Tapi,
saya juga menemukan pemberitaan, pemerintah Abe sebagai pernyataan
simpati dan solidaritas menentukan anggota legislatif menyumbang 5000
Yuan untuk disumbangkan Wuhan melawan Covid-19! Sekalipun seberapa, tapi
itulah rasa persahabatan pemerintah Jepang yang diberikan pada rakyat
Tiongkok, ...! Tentu dukungan moral dan material yang tak seberapa
demikian ini, jauh, jauh lebih berarti ketimbang hanya didoakan saja!!!
Ketimbang Amerika yang selama ini berteriak keras akan memberi
"bantuan", mengirimkan tim-medis dan siap memberikan obat penangkal
Covid-19 dan persilahkan RRT mengcopy, lalu terakhir ini siap mengirim
bantuan senilai 100 juta$, tapi sampai sore hari ini tidak juga kunjung
datang!
Sebaliknya yang terjadi di Amerika, sebagian orang yang anti-Tiongkok,
tidak segan-segan menggunakan musibah yang dihadapi Rakyat Tiongkok
dengan merebaknya Covid-19 kali ini, sepertinya hendak menginjak mati
Tiongkok saja! Sungguh sangat, sangat konyol justru "Wall Street
Juornal", 10 Feb. yl. memuat tulisan dengan judul: "Orang Tiongkok
adalah orang sakitSesungguhnyaDi Asia!" Kontan saja diprotes Deplu
RRT,...! Sedang anggota Parlemen Tom Cotton(?) malah menuduh Covid-19
merebak di Wuhan karena kebocoran dari laboratorium rencana "Perang
Biologis" di Wuhan sendiri, ... Betul2 orang-orang yang main tuduh,
FITNAH tanpa dasar akurat! Padahal, orang-orang terkutuk macam begini,
dimulutnya selalu berkomat-komit PEMUJA TUHAN, berdoa demi keselamatan
dan kesejahteraan sesama umat manusia, ....!!! Haaiiiyaaa, ...BUSUK
mulutnya sesuai HATI-HITAMnya!!!
On 14/2/2020 下午4:40, S Manap [email protected] [GELORA45] wrote:
Membaca tulisan bung Chan yang menyatakan ada ungkapan dalam
bahasa Jepang dan Tionghoa yang berarti kira-kira: "Kita terpisah di
kota dengan gunung dan sungai yang berbeda, tapi bersama-sama kita
hidup dibawah langit dan bulan yang sama".
Saya menjadi teringat lagu lama mungkin ciptaan kawan-kawan anggota
LEKRA masa dulu yaitu lagu persahabatan Indonesia-Tiongkok.
Kalau tidak salah ingatan saya, beginilah lagu persahabatan
Indonesia Tiongkok itu.
Walau terpisah sungai dan gunung,
Hati kita tetap bersatu.
Dari Jakarta hingga ke Peking,
Persahabatan terjalin.
Indonesia- Tiongkok bagaikan saudara,
Hiduplah persahabatan antar Indonesia -Tiongkok.
Lagu ini sudah hilang ditelan angin sejak Orde Baru berkuasa.
Bahkan sampai sekarang segala usaha masih terus dilakukan oleh
pihak-pihak tertentu untuk merusak persahabatan rakyat kedua negeri
Indonesia-Tiongkok.
Tapi dipihak lain masih ada yang berpendapat bahwa: "Betapa
indahnya kehidupan ini, kalau kita hanya bersahabat, bukan bermusuhan".
Salam persahabatan.
S.Manap.
Den fredag 14 februari 2020 04:47:05 CET, marthajan04
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev:
=== TANPA didoakan juga PASTI MENANG! ====
Oh gitu ya? Nanti tak sampaikan lagi ke yang ngirim.
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/13/20 6:53 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], marthajan04 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Urgent Prayer Request from Wuhan
Bagi yang bisa berDOA, berramai-ramai DOA-lah sebaik-baiknya,
mendoakan sesama umatnya di Wuhan dan Tiongkok daratana bisa SELAMAT
dan tetap sehat-sehat, ... TIDAK usah berkomat-kamit apalagi bertindak
bikin gaduh, menambah keruwetan mengatasi wabah virus COVID-19 yang
sedang merebak!
Pemerintah Tiongkok bersama rakyat sedang berjuang sepenuh tenaga
melancarkan PERANG TOTAL mengalahkan COVID-19 ini dan, ... TANPA
didoakan juga PASTI MENANG!
Tapi, yang PASTI dan sangat jelas, dari mulai merebaknya virus
COVID-19 di Wuhan sampai sekarang ini, banyak kejadian-kejadian rasa
SOLIDARITAS RAKYAT yang sangat mengharukan dibanyak negara didunia
ini, bahkan juga tak disangka terjadi di Iran, Turki, Rusia dan
Jepang! Bukan karena besaran nilai sumbangan yang diberikan, tapi
kerelaan sesuai kemampuan yang sungguh-sungguh membantu sesama manusia
yang kena musibah berat! Memberi dorongan moril dengan meneriakkan
Wuhan Jia You! Tiongkok Jia You! (Jia You = Tancap GAS!) sedang setiap
kerdus sumbangan dari Jepang ketambahan ungkapan dalam bhs. Jepang dan
Tionghoa yang sama dengan arti, kira-kira: Kita terpisah dikota dengan
Gunung dan sungai berbeda, tapi bersama-sama kita hidup dibawah langit
dan bulan yang sama.
日本援助物资上的八个字“山川异域,风月同天”
On 14/2/2020 上午4:45, marthajan04 [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote:
Apa ada yg percaya Tuhan disini?
Dapat kiriman WA. buat diteruskan.
Urgent Prayer Request from Wuhan
Dear families in Christ,
Peace to you in the Lord. Yesterday midnight, the Huangpu
Church黄埔教会and the Hankou Church 汉口教会 in Wuhan asked Christians
everywhere to urgently pray for them.
Many members of Huangpu Church are in critical and dangerous
situations. Hankou Church has 20 over members suffering from the
virus attack. Please lift up your hands to intercede for them.
Please read the message and forward to other Christians so that we
can be united and pray for them. Don’t just restrict to your own
small group; send to all who will pray whether inside or outside the
small group. God knows that I believe in the communion of the saints,
I believe in the forgiveness of sins. We believe in the resurrection
of the body, we believe in eternal life in Christ, amen!
亲爱的家人们,主内平安,昨日零点时,武汉黄埔教会、和汉口教会,请求各地肢体为他们祷告,黄埔教会己有严重,危险。汉口教会己有20多人病毒攻身发作,情况紧急。要被迫切为他们代求。看到信息的要转发给其他肢体团结起来为他们祈祷。不要讲究方式或在群里,或在群外祷告神都知道,我信圣徒相通,我信心罪得赦免,我信身体复活,我信永生,直到永远,阿们!
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone