Sindiran Rizal Ramli: Yang Bilang Ekonomi Membaik, Cara Melihat Grafiknya 
Terbalik

DEMOKRASI News
  Jumat, Februari 14, 2020ti
DEMOKRASI.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi di era Presiden Joko Widodo tidak kunjung 
membaik. Bahkan terus merosot dari tahun ke tahun sejak mantan walikota Solo 
itu duduk di Istana Negara.

Namun demikian, masih ada saja pendukung Presiden Joko Widodo yang tutup mata 
pada kondisi ekonomi saat ini. Mereka mengklaim ekonomi sudah berjalan di rel 
yang benar.

Menanggapi hal tersebut, ekonom senior DR. Rizal Ramli menyindir pendapat 
pendukung Jokowi yang kerap menuding bahwa perbedaan pandangan mengenai ekonomi 
hanya karena sudut melihat yang berbeda.

Padahal, setelah dikaji ternyata jawabannya lebih sederhana. Diduga mereka yang 
melihat ekonomi membaik melihat grafik pertumbuhan ekonomi secara terbalik.

“Ada yg bilang: perbedaan ini hanya akibat perbedaan sisi pandang saja. Yang 
bilang ekonomi membaik lihat grafiknya terbalik. Quel monde fou, what a crazy 
world,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Jumat (14/2).

Pernyataan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini 
mengacu pada ekonomi Indonesia secara tahun ke tahun atau year over year (yoy).

Di mana di tahun 2013 ekonomi tumbuh 5,56 persen, kemudian di 2014 sebesar 5,01 
persen, 2015 sebesar 4,88 persen, 2016 sebesar 5,03 persen, 2017 sebesar 5,07 
persen, 2018 sebesar 5,17, dan 2019 sebesar 5,10 persen.

Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Institute for 
Development of Economics and Finance (Indef). Untuk tahun 2020, Indef 
memprediksi ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sebesar 4,80 persen.

Sindiran tidak hanya disampaikan Rizal Ramli. Tapi juga datang dari Koordinator 
Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi. Menurutnya, dulu saat yang 
dilihat dan dirasakan masyarakat baik-baik saja, dibutuhkan orang cerdas 
berintegritas berbasis riset untuk mengkritik pemerintah.

Sementara kini, pendukung pemerintah melakukan pembelaan dengan sebatas 
membalik grafik laju pertumbuhan ekonomi yang merosot.

“Zaman now hanya perlu orang berani gila untu balik (sudut pandang) grafik, 
guna puji pemerintah,” tegasnya di akun Twitter pribadi.


Kirim email ke