*Beberapa waktu lalu, dikatakan oleh Jokowi diharapkan akan datang 5 juta
turis syariah, jadi harus ada service jasmaniah, seperti tukang pijit
pijitan, makin baik extra service, makin banyak pula valuta asing masuk kas
negara dan para turis kencang pulang ke rumah mereka penuh kenangan indah
dari negara pancasila. jadi adanya kawin mutah ( jangan salah dibaca
menjadi muntah) nan halal adalah bumbu santapan yang jitu, Menurut Jusuf
Kalla akan lahir banyak bintang film. Bayangkan saja kalau banyak bintang
film bisa ekspor ke Bollywood dan Hollywood, lebih banyak rejeki diperoleh
negara.* hehehehehe.


https://www.suara.com/jabar/2020/02/17/085034/turis-arab-cari-seks-halal-di-puncak-polisi-tunda-kasus-kawin-kontrak?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler



*Turis Arab Cari Seks Halal di Puncak, Polisi Tunda Kasus Kawin Kontrak*

Pebriansyah Ariefana

Senin, 17 Februari 2020 | 08:50 WIB

[image: Turis Arab Cari Seks Halal di Puncak, Polisi Tunda Kasus Kawin
Kontrak]Bareskrim Polri merilis kasus kasus prostitusi modus kawin kontrak
di kawasan Puncak, Bogor, Jabar. (Suara.com/Stephanus Aranditio).

*Polres Bogor siap mendukung keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor
dalam menghilangkan kesan buruk kawin kontrak dari objek wisata Puncak
Cisarua.* *SuaraJabar.id - *Kepolisian Bogor menunda pengembangan kasus *kawin
kontrak* <https://www.suara.com/tag/kawin-kontrak> di Puncak Kabupaten
Bogor, Jawa Barat. Kasus itu sempat heboh di penghujung tahun 2019.

Penyidikan kasus itu tertunda karena terjadinya sejumlah bencana di wilayah
tersebut.

"Kami disibukkan oleh penanganan bencana pada satu bulan terakhir, sehingga
belum fokus melakukan pengembangan perkara kawin kontrak yang kami ungkap
pada akhir Desember 2019," kata kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni di
Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (17/2/2020).

Selama satu bulan itu pihaknya fokus bagaimana melakukan operasi
kemanusiaan. Di antaranya mengevakuasi korban, memberikan kebutuhan
sehari-hari, termasuk juga melakukan upaya pembukaan jalan.

Meskipun demikian, kata dia, Polres Bogor siap mendukung keinginan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menghilangkan kesan buruk kawin
kontrak dari objek wisata Puncak Cisarua.

"Pada prinsipnya Polres siap mendukung penertiban tersebut. Sampai
sekarang, kepolisian tetap melakukan upaya penyelidikan apakah masih ada
kegiatan prostitusi berlabel kawin kontrak atau tamasya halal," katanya.

Sebelumnya Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan empat pelaku dan enam
korban yang terlibat praktik kawin kontrak di kawasan Puncak, Kabupaten
Bogor, pada Desember 2019.

Habis itu, Bareskrim Polri juga mengungkap kasus tindak pidana perdagangan
orang dengan modus kawin kontrak di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Polisi menangkap lima tersangka yang salah satunya adalah warga negara Arab
Saudi.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo
mengungkapkan kelima tersangka tersebut bernama Nunung Nurhayati, Komariah
alias Rahma, H Saleh, Devi Okta Renaldi, dan satu WN Arab Saudi bernama
Almasod Abdul Alziz Alim M. alias Ali. Prostitusi di kawasan Puncak ini
bermula ketika Ali mencari pekerja seks komersial lewat cara kawin kontrak.
Kemudian dia menghubungu H Saleh yang bekerja sebagai penghulu.

Permintaan itu pun disanggupi H Saleh setelah menghubungi Nunung dan Rahma
sebagai penyedia perempuan di vila daerah puncak Bogor dan di Apartemen
Puri Casablanca.

"Para perempuan (korban) tersebut kemudian dibawa oleh Nunung dan Rahma ke
H Saleh di Vila wilayah Puncak Bogor dengan menggunakan kendaraan roda
empat yang dikemudikan Okta," kata Brigjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri,
Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020).

"Keuntungan yang didapat oleh H Saleh dari WN Arab tersebut sebesar Rp 300
ribu," sambungnya.

Di situ, Nunung dan Rahma mematok harga untuk booking out (bo) short time
dengan waktu 1-3 jam seharga Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu, sedangkan 1
malam dengan harga sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

Atau booking out secara kawin kontrak dengan harga Rp 5 juta untuk jangka
waktu 3 hari dan Rp 10 juta untuk jangka waktu 7 hari.

Berdasarkan penyelidikan, Nunung dan Rahma ternyata masing-masing memiliki
sedikitnya 20 perempuan yang akan dijual, sementara H Saleh sudah
menyediakan lebih dari 20 pelanggan dan 12 kali menjadi saksi nikah kawin
kontrak sejak tahun 2015 hingga sekarang.

"Keuntungan yang diperoleh kedua mucikari tersebut adalah sebesar 40 persen
dimana jika korban mendapatkan uang sebesar Rp 1 juta maka mucikari
mendapatkan Rp 400 ribu ataupun mucikari mendapat keuntungan sebesar 20
persen per-orang dari penghasilan yang didapatkan oleh korban," kata dia.

Dalam kasus ini, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti di
antaranya 7 unit handphone, uang Rp 900 ribu, print out pemesanan Apartemen
Puri Casablanca, akses Apartemen Puri Casablanka, request form Open
Balconidoor nomor 010489 atas nama Abdul Alziz Almasod, guest registration
Puri Casablanca nomor 073187 kamar 20.9 tanggal 31 Januari 2020.

Lalu, 1 buah invoice nomor 00104739/A atas nama Abdul Alziz Almasod, 1
bendel Booking De Resident At Puri Casablanka dari tanggal 31 Januari 2020
sampai dengan 3 Februari 2020 atas nama Abdul Alziz Almasod dari booking.com,
paspor atas nama Abdul Alziz Almasod No. 366370 yang dikeluarkan Kingdom of
Saudi Arabia, 2 buah boarding pass Srilanka Airlines penerbangan
Riyad-Jakarta atas nama Almasod.

Atas perbuatannya, mereka berlima dijerat Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2)
Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Perdagangan Orang dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Di media sosial, tempat ini disebut sebagai wisata seks "halal".

Karo Penmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan awalnya
polisi bergerak saat mendapatkan informasi dari YouTube yang menyebut
lokasi ini sebagai wisata seks "halal" bagi para turis.

"Jadi ini berawal dari adanya video di youtube. Video di youtube itu dengan
bahasa Inggris ya. Jadi ini di-upload kemudian di sana disebutkan bahwa di
daerah Bogor, Jawa Barat, itu ada sex halal di sana. Jadi ini beritanya
sudah sampai ke internasional," kata Argo.

Almasod Abdul Alziz Alim M alias Ali yang merupakan turis asal Arab Saudi
sengaja pergi ke Puncak untuk mencari wanita. Ali ingin melakukan kawin
kontrak ingin melakukan kawin kontrak atau booking out (BO) short time, dia
kemudian bertemu H Saleh untuk mencarikannya perempuan.

Kemudian, H Saleh menghubungi Nunung dan Rahma sebagai penyedia perempuan
di villa daerah puncak Bogor dan di Apartemen Puri Casablanca.

Kirim email ke