Bung Sunny,
Kawin muntah ada betulny lho. Kan ada yang dimuntahkan......, he, he.......
KH

Pada tanggal Sen, 17 Feb 2020 pukul 08.39 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> *Beberapa waktu lalu, dikatakan oleh Jokowi diharapkan akan datang 5 juta
> turis syariah, jadi harus ada service jasmaniah, seperti tukang pijit
> pijitan, makin baik extra service, makin banyak pula valuta asing masuk kas
> negara dan para turis kencang pulang ke rumah mereka penuh kenangan indah
> dari negara pancasila. jadi adanya kawin mutah ( jangan salah dibaca
> menjadi muntah) nan halal adalah bumbu santapan yang jitu, Menurut Jusuf
> Kalla akan lahir banyak bintang film. Bayangkan saja kalau banyak bintang
> film bisa ekspor ke Bollywood dan Hollywood, lebih banyak rejeki diperoleh
> negara.* hehehehehe.
>
>
>
> https://www.suara.com/jabar/2020/02/17/085034/turis-arab-cari-seks-halal-di-puncak-polisi-tunda-kasus-kawin-kontrak?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler
>
>
>
> *Turis Arab Cari Seks Halal di Puncak, Polisi Tunda Kasus Kawin Kontrak*
>
> Pebriansyah Ariefana
>
> Senin, 17 Februari 2020 | 08:50 WIB
>
> [image: Turis Arab Cari Seks Halal di Puncak, Polisi Tunda Kasus Kawin
> Kontrak]Bareskrim Polri merilis kasus kasus prostitusi modus kawin
> kontrak di kawasan Puncak, Bogor, Jabar. (Suara.com/Stephanus Aranditio).
>
> *Polres Bogor siap mendukung keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor
> dalam menghilangkan kesan buruk kawin kontrak dari objek wisata Puncak
> Cisarua.* *SuaraJabar.id - *Kepolisian Bogor menunda pengembangan kasus *kawin
> kontrak* <https://www.suara.com/tag/kawin-kontrak> di Puncak Kabupaten
> Bogor, Jawa Barat. Kasus itu sempat heboh di penghujung tahun 2019.
>
> Penyidikan kasus itu tertunda karena terjadinya sejumlah bencana di
> wilayah tersebut.
>
> "Kami disibukkan oleh penanganan bencana pada satu bulan terakhir,
> sehingga belum fokus melakukan pengembangan perkara kawin kontrak yang kami
> ungkap pada akhir Desember 2019," kata kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad
> Joni di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (17/2/2020).
>
> Selama satu bulan itu pihaknya fokus bagaimana melakukan operasi
> kemanusiaan. Di antaranya mengevakuasi korban, memberikan kebutuhan
> sehari-hari, termasuk juga melakukan upaya pembukaan jalan.
>
> Meskipun demikian, kata dia, Polres Bogor siap mendukung keinginan
> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menghilangkan kesan buruk kawin
> kontrak dari objek wisata Puncak Cisarua.
>
> "Pada prinsipnya Polres siap mendukung penertiban tersebut. Sampai
> sekarang, kepolisian tetap melakukan upaya penyelidikan apakah masih ada
> kegiatan prostitusi berlabel kawin kontrak atau tamasya halal," katanya.
>
> Sebelumnya Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan empat pelaku dan enam
> korban yang terlibat praktik kawin kontrak di kawasan Puncak, Kabupaten
> Bogor, pada Desember 2019.
>
> Habis itu, Bareskrim Polri juga mengungkap kasus tindak pidana perdagangan
> orang dengan modus kawin kontrak di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
> Polisi menangkap lima tersangka yang salah satunya adalah warga negara Arab
> Saudi.
>
> Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo
> mengungkapkan kelima tersangka tersebut bernama Nunung Nurhayati, Komariah
> alias Rahma, H Saleh, Devi Okta Renaldi, dan satu WN Arab Saudi bernama
> Almasod Abdul Alziz Alim M. alias Ali. Prostitusi di kawasan Puncak ini
> bermula ketika Ali mencari pekerja seks komersial lewat cara kawin kontrak.
> Kemudian dia menghubungu H Saleh yang bekerja sebagai penghulu.
>
> Permintaan itu pun disanggupi H Saleh setelah menghubungi Nunung dan Rahma
> sebagai penyedia perempuan di vila daerah puncak Bogor dan di Apartemen
> Puri Casablanca.
>
> "Para perempuan (korban) tersebut kemudian dibawa oleh Nunung dan Rahma ke
> H Saleh di Vila wilayah Puncak Bogor dengan menggunakan kendaraan roda
> empat yang dikemudikan Okta," kata Brigjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri,
> Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020).
>
> "Keuntungan yang didapat oleh H Saleh dari WN Arab tersebut sebesar Rp 300
> ribu," sambungnya.
>
> Di situ, Nunung dan Rahma mematok harga untuk booking out (bo) short time
> dengan waktu 1-3 jam seharga Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu, sedangkan 1
> malam dengan harga sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.
>
> Atau booking out secara kawin kontrak dengan harga Rp 5 juta untuk jangka
> waktu 3 hari dan Rp 10 juta untuk jangka waktu 7 hari.
>
> Berdasarkan penyelidikan, Nunung dan Rahma ternyata masing-masing memiliki
> sedikitnya 20 perempuan yang akan dijual, sementara H Saleh sudah
> menyediakan lebih dari 20 pelanggan dan 12 kali menjadi saksi nikah kawin
> kontrak sejak tahun 2015 hingga sekarang.
>
> "Keuntungan yang diperoleh kedua mucikari tersebut adalah sebesar 40
> persen dimana jika korban mendapatkan uang sebesar Rp 1 juta maka mucikari
> mendapatkan Rp 400 ribu ataupun mucikari mendapat keuntungan sebesar 20
> persen per-orang dari penghasilan yang didapatkan oleh korban," kata dia.
>
> Dalam kasus ini, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti di
> antaranya 7 unit handphone, uang Rp 900 ribu, print out pemesanan Apartemen
> Puri Casablanca, akses Apartemen Puri Casablanka, request form Open
> Balconidoor nomor 010489 atas nama Abdul Alziz Almasod, guest registration
> Puri Casablanca nomor 073187 kamar 20.9 tanggal 31 Januari 2020.
>
> Lalu, 1 buah invoice nomor 00104739/A atas nama Abdul Alziz Almasod, 1
> bendel Booking De Resident At Puri Casablanka dari tanggal 31 Januari 2020
> sampai dengan 3 Februari 2020 atas nama Abdul Alziz Almasod dari
> booking.com, paspor atas nama Abdul Alziz Almasod No. 366370 yang
> dikeluarkan Kingdom of Saudi Arabia, 2 buah boarding pass Srilanka Airlines
> penerbangan Riyad-Jakarta atas nama Almasod.
>
> Atas perbuatannya, mereka berlima dijerat Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2)
> Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
> Perdagangan Orang dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.
>
> Di media sosial, tempat ini disebut sebagai wisata seks "halal".
>
> Karo Penmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan
> awalnya polisi bergerak saat mendapatkan informasi dari YouTube yang
> menyebut lokasi ini sebagai wisata seks "halal" bagi para turis.
>
> "Jadi ini berawal dari adanya video di youtube. Video di youtube itu
> dengan bahasa Inggris ya. Jadi ini di-upload kemudian di sana disebutkan
> bahwa di daerah Bogor, Jawa Barat, itu ada sex halal di sana. Jadi ini
> beritanya sudah sampai ke internasional," kata Argo.
>
> Almasod Abdul Alziz Alim M alias Ali yang merupakan turis asal Arab Saudi
> sengaja pergi ke Puncak untuk mencari wanita. Ali ingin melakukan kawin
> kontrak ingin melakukan kawin kontrak atau booking out (BO) short time, dia
> kemudian bertemu H Saleh untuk mencarikannya perempuan.
>
> Kemudian, H Saleh menghubungi Nunung dan Rahma sebagai penyedia perempuan
> di villa daerah puncak Bogor dan di Apartemen Puri Casablanca.
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke