Jubir Kemenlu Tiongkok:


 AS Harus Berikan Jawaban Terkait Tindakan Pengumpulan Intelijen Via
 Pengontrolan Perusahaan Swiss

2020-02-17 17:00:54 http://indonesian.cri.cn/20200217/b1ca8f04-51b6-7d9c-c9b8-e8c2c49e9632.html

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang, Senin hari ini (17/2) ketika menjawab pertanyaan soal Amerika Serikat yang mengumpulkan informasi melalui pengontrolan perusahaan perangkat komunikasi bersandi milik Swiss menyatakan, fakta membuktikan, AS adalah monitor tingkat nasional di ruang cyber global, dijuluki sebagai negara hacker, tindakan pengawasan mereka dilakukan secara sembarangan.

Dikabarkan, sejak periode Perang Dingin sampai awal tahun 2000-an, badan intelijen AS selalu mengontrol perusahaan perangkat komunikasi bersandi milik Swiss, Crypto AG untuk menjual perangkat komunikasi bersandi kepada pemerintah dan perusahaan asing, selain meraih uang setinggi jutaan dolar, pihaknya juga mengumpulkan informasi penting. Badan intelijen dapat membongkar kode dan mencuri informasi rahasia dari 120 negara.

Geng Shuang menunjukkan, pemerintah dan badan terkait AS telah melanggar hukum internasional dan patokan dasar hubungan internasional, melakukan pencurian, pemonitoran dan pengontrolan cyber terhadap pemerintah, perusahaan dan perorangan negara asing. Fakta ini telah diketahui khalayak umum. Pihak AS masih belum memberikan jawaban mengenai “Kasus WikiLeaks” dan “Peristwa Snowden”, kali ini terungkap lagi peristiwa “Perusahaan Perangkat Komunikasi Bersandi Swiss”, AS harus memberikan sebuah jawaban kepada masyarakat internasional


Kirim email ke