Gawat nih endo 
.https://m.detik.com/news/abc-australia/d-4905171/inilah-kemungkinan-alasan-mengapa-indonesia-dinyatakan-negatif-coronaInilah
 Kemungkinan Alasan Mengapa Indonesia Dinyatakan 'Negatif Corona'ABC Australia 
- detikNewsRabu, 19 Feb 2020 10:34 WIB Jakarta - Warga yang memiliki resiko 
tinggi tertular virus corona telah dinyatakan "negatif" dari virus mematikan 
tersebut oleh Kementerian Kesehatan RI. Padahal banyak di antara mereka yang 
mengaku belum pernah dites.KP Tes Corona VirusWarga Indonesia yang pernah 
dikarantina di Pulau Natuna mengaku tak pernah dites virus coronaKemenkes 
mengaku Indonesia memiliki peralatan tes virus corona dengan sertifikasi 
duniaSempat ada laporan jurnal yang menyebutkan kemungkinan penularan tanpa 
gejalaDirektur Pemantauan dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI Vensya Sitohang 
mengaku 78 warga Indonesia yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess 
dinyatakan sehat."Untuk WNI 78 di Diamond sudah dinyatakan sehat dan hasilnya 
negatif. Tentunya mereka sudah selesai masa observasi, sehingga harusnya tak 
ada lagi perlakuan khusus buat merekanya," kata Vensya di Kantor Staf Presiden, 
Rabu (12/02).Padahal sampai pekan kedua bersandar di Yokohama, Jepang, kru 
kapal mengaku belum pernah diperiksa.Hingga hari Senin (17/02), Sasa, salah 
satu dari pekerja di kapal pesiar Diamond Princess asal Indonesia mengaku belum 
pernah diperiksa."Semuanya [dalam keadaan] baik di sini, masih sama, belum 
dicek," kata Sasa kepada Hellena Souisa dari ABC News.Kapal pesiar Diamond 
Princess yang kini dikarantina di Jepang terkait dengan penyebaran Virus Corona 
mempekerjakan 78 kru asal Indonesia. (Reuters)Sebelumnya, Sasa yang bekerja di 
bagian restoran telah mengungkapkan kekhawatirannya karena tetap bekerja di 
saat lebih dari 450 orang penumpang dinyatakan positif tertular virus 
corona."Bahkan setelah orang-orang yang terinfeksi dipindahkan ke rumah sakit, 
kita masih belum tahu apakah penumpang yang lain atau kru yang belum diperiksa 
kesehatannya, betul-betul sehat atau tidak," tambah Sasa.Sebelumnya, 238 WNI 
yang dikarantina di Pulau Natuna juga dinyatakan sehat dan negatif 
corona.Sebagian dari mereka yang dikarantina pernah bertanya apakah akan ada 
pemeriksaan lanjutan berupa tes laboratorium setelah diperbolehkan pulang dari 
Natuna.Salah satunya disampaikan oleh Yuliannova Chaniago, mahasiswa Indonesia 
yang dievakuasi dari Wuhan, China.Seperti apa karantina di Natuna?"Saya 
bertanya soal tes. Tapi jawabannya tidak, karena tidak sesuai prosedur tetap 
[protap], termasuk protap [badan kesehatan dunia] WHO" kata Yuli."Tapi saya 
sebenarnya ingin dites [laboratorium] untuk memastikan. Kalau fasilitasnya ada, 
mengapa tidak?" ujarnya.'Negatif corona' dan tes laboratoriumLalu apa dasar 
kesimpulan 'negatif corona' yang disampaikan oleh Kemenkes jika Sasa mengaku 
belum pernah diperiksa selain pemeriksaan suhu tubuh? Apakah Yuli juga sudah 
bisa dinyatakan 'negatif corona' sepenuhnya?Menurut dr Fathiyah Isbaniyah dari 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, sesuai dengan "prosedur tetap", atau protap 
di Indonesia, ada dua prosedur yang harus dilalui.Yang pertama adalah untuk 
kategori orang dalam pemantauan dan yang kedua untuk pasien dalam 
pengawasan."Untuk orang dalam pemantauan, diperbolehkan isolasi di rumah dan 
terus dipantau, tapi tidak diperiksa swab untuk virus corona," kata dr 
Fathiyah."Tapi untuk orang dengan status pasien dalam pengawasan, langsung kita 
lakukan pemeriksaan swab virus corona," lanjutnya.Mereka yang masuk kategori 
pasien dalam pengawasan adalah yang sudah menunjukkan gejala radang paru-paru, 
atau gejala gangguan pernafasan ringan atau berat, dan pernah atau baru pulang 
dari Wuhan.Atas dasar inilah, sambung dr Fathiyah, mereka yang dikarantina di 
Natuna tidak dites, karena seluruh WNI tidak menunjukkan gejala yang masuk ke 
kategori pasien dalam pengawasan."Kalau sudah lewat masa inkubasi seperti yang 
disarankan WHO yakni 14 hari tanpa gejala, ya kita ikuti saja dan percaya 
saja," kata dr Fathiyah.Namun tidak tertutup kemungkinan ada kasus yang tidak 
didahului oleh gejala.Tertular tanpa gejalaSebuah makalah yang dimuat di The 
New England Journal of Medicine (NEJM) menyebutkan empat orang di Jerman yang 
terpapar virus corona tidak menunjukkan gejala seperti demam, batuk atau pilek, 
diikuti sesak nafas.Sejumlah pakar kesehatan dunia sempat khawatir jika 
penyakit akibat virus corona yang diberi nama COVID-19 berpotensi ditularkan 
oleh orang yang tidak memiliki gejala.Sebelumnya, peneliti dari China pernah 
juga menyatakan kemungkinan penularan virus dari orang-orang yang terpapar 
tanpa gejala, meski tidak ada bukti yang kuat."Tidak ada keraguan setelah 
membaca makalah [NEJM] bahwa penularan asimptomatik [tanpa gejala] terjadi," 
ujar Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular di 
Amerika Serikat.Namun, seperti yang dikutip dari jurnal Science online, meski 
diketahui informasi tersebut salah, masih banyak kalangan yang merasa yakin 
penularan oleh orang tanpa gejala bisa tetap terjadi.Dr Fathiyah juga mengakui 
ada beberapa kemungkinan kasus asimptomatik atau tanpa gejala di luar negeri, 
tetapi bukan di Indonesia."Tapi kalau di Indonesia protapnya tetap sama. Jika 
tidak menunjukkan gejala, maka tidak dites."Saat ABC News menanyakan kepada dr 
Fathiyah sevalid apa klaim 'negatif corona' yang tanpa didahului oleh tes 
laboratorium, ia membenarkan bahwa kepastian tersebut memang harus berdasarkan 
uji laboratorium."Mungkin bilangnya bukan 'negatif' ya, tapi belum menunjukkan 
gejala saja," kata dr Fathiyah.Tetap waspada virus coronaTim dari T.H. Chan 
School of Public Health di Harvard University, Amerika Serikat sebelumnya 
mengingatkan bahwa tidak adanya virus corona yang dilaporkan di Indonesia 
"menunjukkan kemungkinan adanya kasus yang tidak terdeteksi".Pernyataan ini 
didasari oleh adanya penerbangan langsung dari Indonesia ke kota Wuhan, tempat 
virus corona berasal, termasuk dari Bali.Akhir pekan kemarin (15/02), Menteri 
Kesehatan, Terawan Agus Putranto telah mengkonfirmasi turis asal China yang 
pernah berlibur ke Bali terjangkit virus mematikan tersebut."Itu positifnya 
kena di sana (China)," kata Terawan di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta, 
membantah tuduhan jika turis tersebut tertular di Bali.Meski demikian, 
Pemerintah Indonesia mengatakan akan tetap waspada dengan virus corona, walau 
belum ada yang dilaporkan terinfeksi.Hari ini (18/02), tepat dua pekan setelah 
kapal Diamond Princess bersandar, nasib Sasa belum jelas."Kita ada kemungkinan 
extend dua minggu lagi, karena setelah tanggal 19 [Februari] semua penumpang 
akan dipulangkan dan gantian kru yang dikarantina," kata Sasa."[Saya] nggak 
tahu bagaimana prosesnya, apakah kita tetap kerja atau kita benar-benar nggak 
boleh keluar kamar. Jadi keputusannya mungkin besok [hari ini, 18/02]," 
tambahnya.Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

Kirim email ke