-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://megapolitan.antaranews.com/berita/84390/hebat-petani-sukabumi-berhasil-kembangkan-bawang-merah-kualitas-super



Hebat, petani Sukabumi berhasil kembangkan bawang merah kualitas super

Sabtu, 22 Februari 2020 20:47 WIB

Seorang petani di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat memperlihatkan 
tanaman bawang merah berkualitas super yang siap panen. (ANTARA/Aditya Rohman).
Benih bawang merah yang kami tanam ini berasal dari Brebes, ternyata setelah 
ditanam di sini (Cibeureum) hasil produksinya sangat baik dan di atas rata-rata 
produksi bawang merah di Brebes.
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Sejumlah petani di Kecamatan Cibeureum, Kota 
Sukabumi, Jawa Barat mengembangkan komoditas bawang merah berkualitas super 
dengan hasil produksi di atas rata-rata daerah penghasilnya yakni Kabupaten 
Brebes, Jawa Tengah.

"Benih bawang merah yang kami tanam ini berasal dari Brebes, ternyata setelah 
ditanam di sini (Cibeureum) hasil produksinya sangat baik dan di atas rata-rata 
produksi bawang merah di Brebes," kata salah seorang petani, Sutiawan di 
Sukabumi, Jabar, Sabtu.

Menurutnya, awal mula dirinya menanam bawang merah ini adalah coba-coba dengan 
hanya menggunakan benih 10 kilogram saja, tapi hasilnya cukup memuaskan yakni 
mencapai 100 kuintal.

Baca juga: Kementan tantang produsen penuhi kebutuhan benih bawang merah di 
Tanah Air

Dengan hasil tanam yang baik tersebut, ia mencoba kembali menanam hingga 
beberapa kali dan puncaknya saat menanam benih  sebanyak satu ton, hasil 
produksinya bisa mencapai 13 sampai 15 ton, bahkan pernah mencapai 18 ton 
setiap hektarenya.

Kelebihan dari bawang merah yang ditanam di Kota Sukabumi ini umbinya lebih 
besar dibandingkan dari Brebes. Ia pun sempat mendapatkan apresiasi dari petani 
Brebes  karena hasil panennya sangat baik dan minim yang gagal.

Selanjutnya, untuk mendapatkan hasil terbaik, dirinya dan rekan-rekannya 
mencoba menanam tidak sepanjang tahun, tetapi diselingi padi. Selain itu, cara 
penanamannya pun menggunakan metode tumpang sari dengan cabai merah.

Sementara, salah seorang petani lainnya Wahyudin mengatakan awalnya dirinya 
fokus menanam cabai, tetapi karena jarak waktu panennya yang lama dan tidak ada 
kestabilan harga akhirnya mulai beralih menanam bawang merah yang ditumpang 
sari dengan cabai.

Baca juga: Kementan dorong petani bawang merah beralih gunakan benih biji

Selama menanam komoditas ini hampir tidak ada kendala baik terkait tanam, hama, 
pengairan hingga panen.

"Bawang merah bisa panen hanya paling lama 50 hari dan hasilnya pun memuaskan, 
meskipun modal awalnya besar tapi untungnya lebih besar," tambahnya.

Di tempat yang sama, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL 
TBPP) Dinas Ketahanan Pangan. Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi 
Hendra Supriatna mengatakan menanam bawang merah merupakan hal yang bisa 
dikatakan aneh untuk Kota Sukabumi karena keterbatasan lahan dan benih.

Namun, saat melihat apa yang telah dilakukan para petani di Kecamatan Cibeureum 
ini yang  berhasil mengembangkannya, pihaknya memberikan apresiasi, karena 
dibandingkan dengan hasil panen di Brebes ternyata lebih besar dan hampir 80 
persen masuk dalam  kualitas super.

Baca juga: Potensi Bagus, Petani Karawang Beralih Tanam Bawang Merah

Sebagai petugas penyuluh pertanian, dirinya menyerap berbagai informasi dari 
petani yang ternyata setelah mencoba tidak ada kendala dan minim keluhan.

Hanya memang permasalahannya ada di lahan yang terbatas yang mempengaruhi 
terhadap permintaan benih.

Sebab, selama ini benihnya didatangkan dari Brebes karena permintaannya tidak 
begitu banyak sehingga biaya kirimnya jauh lebih mahal. Pihaknya berharap 
komoditas ini bisa menjadi unggulan ke depannya apalagi potensinya cukup besar.

"Ini merupakan potensi yang besar jika terus dikembangkan, apalagi hasil 
panennya sangat memuaskan tinggal yang harus diperhatikan adalah ketersediaan 
benih agar petani tidak perlu jauh-jauh memesannya ke Brebes," katanya.
   
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA
Cetak





Kirim email ke