-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://www.antaranews.com/berita/1314158/survei-614-persen-masyarakat-puas-kinerja-100-hari-jokowi-maruf



Survei: 61,4 persen masyarakat puas kinerja 100 hari Jokowi-Ma'ruf

Minggu, 23 Februari 2020 16:36 WIB

Peneliti Utama Politika Research and Consulting (PRC) Ian Suherlan saat 
memaparkan rilis survei nasional evaluasi kinerja 100 hari pemerintahan 
Jokowi-Ma'ruf Amin di Jakarta, Minggu (23/2/2020). ANTARA/Abdu Faisal/am.
Jakarta (ANTARA) - Dua lembaga survei politik yaitu Politika Research and 
Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) berkolaborasi merilis 
hasil survei terbaru mengenai Evaluasi Kinerja 100 hari terhadap pemerintahan 
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf).

Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat pada 100 hari pemerintahan 
Jokowi-Ma'ruf berada di level 61,4 persen, sementara 33 persen masyarakat 
menyatakan tidak puas, dan sisanya tidak menjawab atau abstain.

"Kepuasan atas pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ditopang oleh beberapa kebijakan 
yaitu pembangunan infrastruktur (76,6 persen), pembangunan sumber daya manusia 
(86,1 persen), penanggulangan bencana (64,1 persen), tiga kartu unggulan (Kartu 
Prakerja 76,5 persen, Kartu Indonesia Pintar Kuliah 86,6 persen, dan Kartu 
Sembako Murah 86,8 persen)," kata Peneliti Utama PRC Ian Suherlan, di Jakarta, 
Minggu.

Baca juga: Indo Barometer: Kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi 
meningkat

Sebanyak 68,1 persen masyarakat juga menyatakan keyakinan bahwa kinerja 
pemerintahan Jokowi-Ma'ruf akan lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, survei juga menunjukkan adanya sejumlah kebijakan Jokowi-Ma'ruf 
yang tidak disukai oleh masyarakat di antaranya rencana kebijakan pencabutan 
subsidi listrik (72,6 persen) dan pengalihan subsidi LPG (60,5 persen).

Baca juga: Ma'ruf Amin: Kinerja Wapres tak cukup dinilai 100 hari

Masyarakat yang tidak puas terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, 33 persen 
berada di wilayah yang bukan menjadi basis pemilih Jokowi-Ma'ruf pada Pemilihan 
Umum Serentak 2019 lalu. Jokowi-Ma'ruf diketahui mengalami kekalahan pada 
Pemilu 2019 di Sumatera Barat, Riau, dan Jawa Barat.

Survei nasional itu dilaksanakan pada rentang waktu 25 Januari 2020 sampai 10 
Februari 2020 menggunakan metode penarikan sampel "multistage random sampling" 
dan teknik pengumpulan data berbasis wawancara tatap muka melibatkan 2.197 
responden dari target 2.200 responden di 161 kabupaten/kota di 34 provinsi dan 
memiliki "margin of error" sebesar 2,13 persen.

Baca juga: Presiden Jokowi berikan target kepada menteri untuk 100 hari kerja

Seluruh responden diwawancara menggunakan kuesioner, dengan syarat responden 
WNI yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020







Kirim email ke