*Masa terakhir dari jabatannya 2024, jadi bicara apa? Jokowi adalah anggota
PDIP, direstu dan dilindungi oleh sang Ratu. Siapa berani melawan keputusan
Ratu? Kalau mmenentang bisa disuruh keluar dari partai.*


https://www.gatra.com/detail/news/470132/politik/elektabilitas-tinggi-pdip-tak-ingin-jokowi-berkuasa-lagi


*Elektabilitas Tinggi, PDIP Tak Ingin Jokowi Berkuasa Lagi*

Gatra.com | 23 Feb 2020 20:43



*Jakarta, Gatra.com* - Meski di beberapa rilis survei elektabilitas Calon
Presiden (Capres) 2024 nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terbukti
masih menjadi pilihan teratas publik, pihak Partai Demokrasi Indonesia
(PDI) Perjuangan tidak akan memanfaatkannya untuk mendorong Jokowi mejadi
presiden lagi.

Diungkapkan Kader PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, meski elektabilitas
Jokowi selalu menjadi nomor satu dibeberapa tempat survei, namun pihaknya
tidak terpikir untuk mengajukan Undang-undang Pemilu yang dapat
memungkinkan Jokowi untuk kembali maju sebagai Capres ke tiga kalinya.

"Ya tidak lah [Mengajukan Revisi UU Pemilu]. Artinya begini, kalau dalam
pemilu kita kan sudah jelas ya, jabatan masa presiden dibatasi dua
periode," kata Masinton saat ditemui di kegiatan rilis survei Indo
Barometer, di Kawasan Senayan, Ahad (23/2).

Ketimbang mendorong revisi UU Pemilu, Pria yang juga anggota Komisi III DPR
RI tersebut mengatakan PDIP akan mendorong kader-kader potensial pada
kontestasi pemilu dan pemilihan presiden 2024 mendatang.

Sebelumnya, dalam risil Indo Barometer, PDIP memunculkan 4 nama potensial
dari 22 nama Calon Presiden untuk tahun 2024 mendatang. Nama tersebut
adalah Puan Maharani, Ananda Prabowo, Ganjar Pranowo, dan Tri Rismaharini.

"PDiP selalu menyiapkan kader-kadernya, untuk menjadi pemimpin, baik di
tingkat daerah maupun di tingkat pusat. Dan kami berterima kasih, selain
Pak Jokowi, ada empat kader yang namanya muncul di dalam hasil survei. Dua
di tingkat daerah dan dua di tingkat pusat," Jelas Masinton.

Namun, meskipun begitu Masinton mengingatkan Partainya untuk tidak cepat
puas. Apalagi, kontestasi pileg dan pilpres masih sangat lama, sehingga
masih akan ada dinamika yang terjadi disepanjang jalan.

"Ya pemilunya kan masih panjang. Pilpresnya kan masih 2024, segala
kemungkinan masih bisa terjadi. Nah tentu bagi kami, tugas utama bagi
parpol, ya terus bekerja untuk rakyat. Kemudian, kader-kader yamg dipercaya
baik di legislatif, daerah, maupun pusat, serta di eksekutif, daerah maupun
pusat, ya bekerja untuk kepentingan rakyat tadi dan menyatu dengan
masyarakat," ungkapnya.
------------------------------

*Reporter: Ucha Julistian*
*Editor: MS Widodo*

Kirim email ke