Temui Dirjen WHO, Menlu Lapor Indonesia Nihil Kasus Corona
CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 10:11 WIB
Bagikan :
Temui Dirjen WHO, Menlu Lapor Indonesia Nihil Kasus CoronaMenlu Retno
Marsudi bertemu Dirjen WHO Tedros Ghebreyesus di Jenewa, Swiss, Senin
(24/2). (Foto: dok. Kementerian Luar Negeri RI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri RI*Retno
Marsudi*<https://www.cnnindonesia.com/tag/retno-marsudi>menyampaikan
perkembangan penanganan*virus corona
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/fokus/dunia-darurat-virus-corona-4483/all>*di
Indonesia saat bertemu Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia
(*WHO <https://www.cnnindonesia.com/tag/who>*), Tedros Adhanom
Ghebreyesus, di sela-sela High Level Segment Dewan HAM PBB Sesi ke-43 di
Jenewa, Swiss, Senin (24/2).
Salah satu yang disampaikan Retno kepada Ghebreyesus adalah Indonesia
belum mencatat virus corona yang terjadi di dalam negeri.
"Hingga saat ini menurut data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI,
belum ada kasus individu yang positif terjangkit virus ini di
Indonesia," kata Retno melalui pernyataan resmi yang
diterima/CNNIndonesia.com/, Selasa (25/2).
Lihat juga:
Korban Meninggal karena Virus Corona Sentuh 2.663 Jiwa
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200225092424-113-477759/korban-meninggal-karena-virus-corona-sentuh-2663-jiwa/>
Selain itu, Retno juga menjelaskan upaya pemerintah Indonesia
mengevakuasi warganya yang berada di wilayah terjangkit Covid-19 di
beberapa negara.
Dalam kesempatan itu, Retno juga berharap WHO dapat berbagi keahlian
atau best practices terkait penanggulangan Covid-19 yang dilakukan di
negara lain. Retno juga menyinggung pentingnya kerja sama lebih luas
lagi dengan negara-negara dan organisasi tekait termasuk WHO dalam
menanggulangi penyebaran virus serupa SARS ini secara global.
"Pertukaran informasi sebagai salah satu bentuk koordinasi penanganan
COVID 19 sangat esensial untuk mencegah merebaknya virus Corona," ucap
Retno.
Sementara itu, menanggapi pernyataan Retno, Ghebreyesus berpesan agar
Indonesia tetap siaga terhadap risiko penyebaran virus corona meski
belum ada kasus Covid-19 di dalam negeri.
Per Selasa (25/2), korban meninggal akibat wabah virus corona mencapai
2.663 orang di China daratan. Sementara itu, kematian di luar Negeri
Tirai Bambu akibat virus itu telah mencapai lebih dari 20 jiwa.
Lihat juga:
China Klaim Tingkat Kematian Corona Rendah Dibanding Ebola
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200224202843-106-477665/china-klaim-tingkat-kematian-corona-rendah-dibanding-ebola/>
Sejauh ini, dilansir/CNN/, sebanyak 77.658 orang di dunia, terutama di
China, terinfeksi virus corona. Lebih dari 27.232 orang juga telah
dinyatakan sembuh.
Sementara itu, sekitar 2.663 pasien dinyatakan kritis, dan 2.589 lainnya
diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
Dalam kurun waktu 24 hari terakhir sekitar 71 kasus tergolong fatal
dengan 68 diantaranya berasal dari Provinsi Hubei, pusat penyebaran
virus corona.
Korea Selatan menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak setelah
China dengan jumlah orang terinfeksi sebanyak 830 jiwa.
Sementara di luar Asia, Italia mencatat lonjakan kasus wabah virus
corona tertinggi dengan tujuh pasien dinyatakan meninggal dunia.*(rds/evn)*