https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200227181852-12-478854/kronologi-penyerangan-kkb-ke-pos-tni-di-nduga
Kronologi Penyerangan KKB ke Pos TNI di Nduga

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 19:44 WIB

Bagikan :

[image: Kronologi Penyerangan KKB ke Pos TNI di Nduga] Ilustrasi. (ANTARA
FOTO/Iwan Adisaputra)


Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat
Organisasi Papua Merdeka (*TPNPB-OPM
<https://www.cnnindonesia.com/tag/opm>*) yang
dipimpin Egianus Kagoya disebut melakukan penyerangan terhadap pos Tentara
Nasional Indonesia (*TNI <https://www.cnnindonesia.com/tag/tni>*) yang
berada di Koteka, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, pada Rabu (26/2).

Wakapendam Cendrawasih, Letnan Kolonel Infanteri Dax Sianturi melalui
keterangan tertulis menyebut satu meninggal dan dua menderita luka tembak
dalam kontak senjata tersebut.

"Kelompok Egianus melakukan serangan pada saat masyarakat di sekitar pos
sedang melakukan acara bakar batu di lokasi yang berjarak sekitar 300 meter
dari pos," kata Dax melalui siaran pers yang diterima *CNNIndonesia.com*,
Kamis (27/2).


Ia mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIT. Saat itu, kata
Dax, pos TNI yang berada di Kampung Koteka mendapat gangguan tembakan dari
arah seberang sungai Kenyam. Seketika, seluruh personel yang berada di pos
langsung melakukan tindakan prosedur pengamanan dan berkeliling pos jaga.
Lihat juga:

 Polda Papua Tepis Klaim OPM Tembak Mati Dua Aparat di Nduga
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200227163209-20-478823/polda-papua-tepis-klaim-opm-tembak-mati-dua-aparat-di-nduga/>

Kemudian, sekitar pukul 16.15 WIT, Kelompok pimpinan Egianus ini kembali
menembaki pos jaga tersebut. Aksi kedua ini dilakukan lebih gencar dan
tembakan berasal dari arah perkampungan.

"Tembakan tersebut membuat masyarakat yang sedang melaksanakan upacara
bakar batu berhamburan untuk mencari perlindungan," kata dia.

Selanjutnya, komandan pos langsung memerintahkan seluruh anggotanya menahan
tembahan hingga massa yang berhamburan tadi membubarkan diri.

"Tembakan balasan baru dilakukan ke arah sumber tembakan setelah
konsentrasi massa bubar," kata dia

Dari keterangan saksi yang dihimpun, menurut Dax ada empat orang KKB yang
membawa tiga pucuk senjata api berjenis AK. Mereka semua terus menerus
melakukan tembakan ke arah pos.

*Polisi Tertembak*

Dalam kejadian itu, kata Dax, Brigadir Polisi Junaedi menderita luka tembak
di dada yang menembus ke area punggung. Luka tersebut didapat Junaedi saat
berusaha merapat ke pos TNI untuk membantu memperkuat pos jaga tersebut.

"Namun yang bersangkutan terkena tembakan dari KKB sebelum berhasil tiba di
pos. Pagi ini Junaedi sudah dievakuasi dan menjalani perawatan di Timika,"
katanya.

Kontak tembak yang terjadi antara KKB dengan anggota pos jaga ini
berlangsung selama hampir 10 menit. Setelah kondisi kembali kondusif,
masyarakat melaporkan dua orang warga yang terkena tembakan.

Diduga kedua korban terkena peluru nyasar saat terjadi kontak tembak ketika
mencari perlindungan setelah mengikuti acara bakar batu.

"Satu orang laki-laki bernama Yosman Wasiangge dilaporkan mendapat luka
tembak di punggung, dan satu orang perempuan bernama Waslina Tabuni
menderita luka tembak di bagian leher," kata Dax.

"Kedua korban segera dievakuasi untuk mendapat perawatan di Puskesmas
Kenyam, namun nyawa Waslina Tabuni tidak dapat diselamatkan oleh tim
medis," lanjutnya.

Polda Papua mengonfirmasi seorang personel Brimob terluka dalam baku tembak
dengan KKB di Nduga. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal
membantah pernyataan TPNPB-OPM yang menyatakan ada dua personel TNI-Polri
yang tewas dalam baku tembak tersebut.

Anggota Brimob yang terluka telah diterbangkan ke Jakarta usai mendapat
perawatan di Timika.

<https://www.cnnindonesia.com/embed/video/458509>
<https://www.cnnindonesia.com/embed/video/458509>


Sebelumnya, juru bicara TPNPB Sebby Sambom dalam keterangan kepada
* CNNIndonesia.com* mengklaim pasukan TPNPB berhasil menembak tiga aparat
dari TNI dan Polri dalam kontak senjata di Kaneyam, kemarin.

Pasukan TPNPB dalam baku tembak tersebut dipimpin Komandan Operasi Pemne
Kogeya.

Saat ini situasi di Distrik Kenyam sudah berangsur kondusif. Personel TNI
dan Polri masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan
keamanan dari KKB terulang.
Lihat juga:

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200219092416-20-475978/11-senpi-korban-heli-mi-17-tni-masih-di-tangan-warga-papua?



<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200224094418-20-477391/eks-simpatisan-opm-serahkan-senjata-dan-peluru-ke-tni/>
11 Senpi Korban Heli MI 17 TNI Masih di Tangan Warga Papua
CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 10:10 WIB

Kirim email ke