Menelusuri Data Perekonomian Tiongkok yang Pulih dan Mempercepat Lajunya
http://indonesian.cri.cn/20200228/612c9b1a-2803-e8ed-d2e8-bf788e245486.html
2020-02-28 12:39:30
Upaya penanggulangan wabah virus corona atau Covid-19 di Tiongkok sudah
memasuki tahap krusial, atau semakin dekat dengan “titik balik” dalam
mengatasi penularan wabah. Sejalan dengan pemulihan aktivitas yang
dilakukan berbagai perusahaan di seluruh negeri, perekonomian Tiongkok
pun kembali menjadi sorotan masyarakat internasional. Para tenaga kerja
yang sudah pulang dan kembali ke pos pekerjaannya masing-masing sudah
barang tentu dipandang sebagai “pasukan utama” dalam pemulihan ekonomi
Tiongkok dewasa ini. Dari data-data terbaru berikut ini, kita akan
mengetahui seperti apa perekonomian Tiongkok yang tengah “pulih” dan
“mempercepat lajunya”.
*Tingkat Masuk Kerja Terus Naik *
(Tingkat Masuk Kerja = Jumlah Karyawan yang Masuk Kerja/Jumlah Karyawan
Tetap)
Di bawah dorongan kebijakan-kebijakan relevan, sejak tanggal 10
Februari, pemulihan produksi atau aktivitas tengah dilakukan secara
teratur di berbagai sudut Tiongkok kecuali Provinsi Hubei dengan ibu
kotanya Wuhan yang paling parah dilanda wabah virus corona.
Data menunjukkan, sejak pemulihan produksi dan aktivitas diberlakukan,
Tingkat Masuk Kerja rata-rata seluruh Tiongkok mencatat angka stabil
untuk dua pekan terakhir. Pada pekan pertama pemulihan aktivitas,
Tingkat Masuk Kerja naik dari 15 persen menjadi 18 persen. Pada pekan
kedua, angka itu naik hingga 20 persen ke atas.
Tingkat Masuk Kerja di berbagai daerah menunjukkan tren kenaikan yang
sama, dengan Fujian, Jilin, Shanxi, Shandong dan Tianjin berada di
peringkat depan dengan kisaran 25 persen.
*Semakin Banyak Tenaga Kerja yang Kembali ke Pos Pekerjaannya*
Pada saat wabah semakin terkontrol, ekonomi Tiongkok juga
berangsur-angsur kembali ke kondisi normal dengan semakin banyak tenaga
kerja yang kembali ke pos pekerjaannya masing-masing.
Menurut analisa berdasarkan Big Data Unicom, hingga tanggal 20 Februari
lalu, sebanyak 66,3 persen tenaga kerja di seluruh negeri yang sudah
pulang ke kota tempat bekerja, atau dengan kata lain, sebanyak dua per
tiga pekerja sudah berada di kota di mana mereka sehari-hari bekerja.
Angka itu jauh lebih tinggi daripada Tingkat Masuk Kerja yang tercatat
hanya 20 persen pada titik maksimalnya.
*Tenaga Kerja yang Kembali ke Pos Pekerjaan Memungkinkan Pemulihan
Ekonomi secara Normal*
Data dari beberapa lembaga survei menunjukkan, semakin banyak pekerja
yang kembali ke pos pekerjaannya.
Data dari salah satu situs perekrutan di Tiongkok menunjukkan,
perekrutan pada pekan kedua setelah diberlakukan pemulihan aktivitas
naik 30 persen dibanding pekan pertama. Indikator persaingan untuk
setiap pekerjaan yang ditawarkan secara online menunjukkan kota Beijing
berada di peringkat pertama dengan indikator 22,6, yakni rata-rata
setiap pos kerja menerima 22,6 permohonan dari pelamar. Kota Dongguan di
Provinsi Guangdong adalah salah satu kota lainnya dengan indikator
persaingan pos kerja yang paling tinggi. Angka-angka di atas
mencerminkan laju pemulihan produksi di berbagai daerah tengah
mempercepat lajunya.
Selain itu, menurut sumber Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional,
kapasitas produksi masker sudah dipulihkan seratus persen ke atas,
sehingga telah menciptakan kondisi kondusif bagi pemulihan aktivitas di
seluruh negeri.
Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan, mayoritas perusahaan modal
asing sudah memulihkan produksinya pada akhir bulan ini. Sementara itu,
tingkat pemulihan produksi oleh perusahaan yang masuk 500 papan atas
sektor manufaktur Tiongkok tercatat 97 persen ke atas. Data dari Ctrip
menunjukkan, pada akhir bulan ini dan awal bulan depan akan muncul
puncak arus balik di seluruh negeri.