-------- Forwarded Message --------
Subject:        Desas desus “Tiongkok Ambruk” Kembali Buyar
Date:   Mon, 2 Mar 2020 10:11:48 +0800
From:   ChanCT <[email protected]>
To:     GELORA_In <[email protected]>



 Desas desus “Tiongkok Ambruk” Kembali Buyar

2020-03-01 14:42:34 http://indonesian.cri.cn/20200301/39003702-7759-4d82-ba95-7c1e26e6678a.html

Puluhan tahun ini, sejumlah pakar dan media terus barat terus meramalkan kapan waktunya “Tiongkok ambruk”.  Sekarang mereka berpendapat, wabah Covid-19, disebutnya sebagai “ Momen Chernobyl” di Tiongkok, akan menjatuhkan Tiongkok. Akan tetap kali ini mungkin mereka akan kecewa lagi.

Pada Hari Jumat lalu, pasien terdiagnosa di luar daerah Provinsi Hubei menurun ke hanya 4 kasus, dan berbagai daerah Tiongkok sedang aktif memulihkan produksi. Laporan Penelitian Bersama Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WFO) terkait Covid-19 yang dirilis Jumat lalu menunjukkan, Tiongkok dengan sukses memutus jalur penularan wabah, sebagai pengalaman sukses penting bagi penanggulangan wabah Covid-19 di dunia.

Seperti artikel ABC Australia melaporkan, di bawah pimpinan Partai Komunis Tiongkok yang kuat, dalam seminggu saja satu rumah sakit khusus untuk pasien Covid-19 telah dibangun dan meluncurkan banyak aksi penanggulangan wabah, hal-hal tersebut telah membuktikan bahwa sistem negara Tiongkok telan memainkan peranan krusial.

Virus yang tidak ada perbatasan negara pun menjadi ujian berat bagi sistem demokrasi barat. New York Times pernah berteriak bahwa “negara demokratis tidak mengisolasi kota”, namun Italia sedang mengulangi “ala Wuhan” dan menjalani isolasi di kota-kota Italia yang meletus wabah.

Telah terbukti bahwa mempolitisasi wabah untuk menjatuhkan Tiongkok tidak menguntungkan bahkan akan menghilangkan kesempatan untuk mencegah penyebaran virus.

Kirim email ke