*Tututan tongkat jasmaniah dua orang ini  sangat luar biasa besar semangat
berenak-enakan yang tak bisa dikendalikan, jadi apa boleh mereka selesaikan
dengan harapaan dapat perlindungan dari Atas*.

https://regional.kompas.com/read/2020/03/04/11440081/dua-laki-laki-di-sumbar-diduga-berhubungan-seks-di-rumah-ibadah?page=all#page2


*Polisi Tahan Dua Laki-laki di Sumbar yang Diduga Berhubungan Seks di
Tempat Ibadah*

Kompas.com - 04/03/2020, 11:44 WIB
Penulis : Kontributor Padang, Perdana Putra
Editor : Abba Gabrillin



Penulis Kontributor Padang, Perdana Putra | Editor Abba Gabrillin


PADANG, KOMPAS.com - Dua orang laki-laki diduga melakukan hubungan seks
sejenis di rumah ibadah Mushala di Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang,
Kabupaten Solok, Sumatera Barat.


Kedua laki-laki tersebut yakni EPS (23) dan ROP (13). EPS dan ROP diamankan
polisi setelah diserahkan masyarakat yang menangkap saat keduanya diduga
sedang berhubungan seksual di dalam Mushala, pada Senin (2/3/2020).


*Baca juga:* *Pasien di Isolasi RSDP Serang Kondisinya Membaik, Diduga
Masalah Paru-Paru *


"Betul, saat ini sedang kita amankan di Mapolres Solok. Saat ini sedang
dilakukan pemeriksaan intensif," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres
Solok AKP Deny Akhmad saat dihubungi, Rabu (4/3/2020).


Deny mengatakan, kejadian itu berawal ketika kedua pria tersebut menumpang
menginap di Mushala tersebut pada Minggu malam.


Keduanya beralasan tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalanan ke
Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. "Alasannya
tidak punya uang dan hari sudah larut malam," kata Deny.


*Baca juga:* *Kronologi Pasien Suspect Virus Corona yang Meninggal di
Cianjur *


Merasa prihatin, pengurus Mushala mengizinkan keduanya bermalam di rumah
ibadah tersebut. Namun, ketika sudah larut malam, keduanya tampak
memadamkan semua lampu di Mushala.


"Pengurus pun merasa curiga dan bersama warga mendatangi Mushala itu," kata
Deny. Pengurus dan warga sangat terkejut, karena mendapati kedua pria itu
sedang melakukan hubungan seksual dengan keadaan telanjang.


"Warga sempat marah dan pelaku hampir saja diamuk. Namun beruntung ada yang
menahan dan akhirnya diserahkan ke polisi," kata Deny.


*Baca juga:* *Polemik Pembangunan Rumah Ibadah di Karimun, Ketua MPR Minta
Kepala Daerah Jaga Kondusifitas *


Menurut Deny, EPS adalah seorang pemuda pengangguran dan ROP adalah remaja
putus sekolah. "Sekarang kasusnya sedang kita dalami," kata Deny.


Penulis : Kontributor Padang, Perdana Putra
Editor : Abba Gabrillin

Kirim email ke