*Pada umumnya partai politik di NKRI adalah ”perusahaan politik keluarga”,
jadi kalau pendiri partai atau keluarganya mengingini sesuatu jabatan,
biasanya dipakai alasan anggota partai alias kader atau yang populer ialah
rakyat yang menghendaki, dengan begitu dinasti elit neo-Mojopahit
terpelihara atas dasar yang disebut demokrasi.*


https://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/13872/gerindra__kader_ingin_prabowo_maju_di_pilpres_2024


*Gerindra: Kader Ingin Prabowo Maju di Pilpres 2024*

Selasa , 25 Februari 2020 | 16:35


JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan
partainya belum mengambil keputusan terkait pencalonan calon presiden,
namun mayoritas kader menginginkan agar Prabowo Subianto maju dalam Pemilu
Presiden (Pilpres) 2024.

"Kehendak kader Gerindra yang saya ikuti dan dengar selama melakukan
kunjungan ke daerah-daerah, masih berharap dan menginginkan agar Prabowo
bersedia kami majukan kembali menjadi calon presiden," kata Muzani di
Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/2/2020).


Muzani enggan menanggapi spekulasi duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024 karena
keputusan politik belum diambil partainya namun Gerindra dengan PDI
Perjuangan punya hubungan yang baik.

Dia meyakini Prabowo sedang mempersiapkan diri sebaik-baiknya menghadapi
Pemilu 2024 dan membuka peluang dengan siapapun dalam kontestasi lima
tahunan tersebut.

"Pokoknya dengan siapapun, karena kami belum mengambil keputusan politik
tentang itu jadi saya agak susah memberikan komentar lebih lanjut soal
itu," katanya.


Menurut dia, keputusan politik Gerindra pada waktunya akan diambil dan
posisi para kader partai sangat menginginkan Prabowo maju dalam Pilpres
2024.

Sebelumnya, hasil survei Indo Barometer menunjukkan bahwa Menteri
Pertahanan Prabowo Subianto memiliki tingkat pengenalan tertinggi
dibandingkan menteri-menteri lain yang ada dalam Kabinet Indonesia Maju.

"Survei menunjukkan bahwa 10 menteri dengan tingkat pengenalan tertinggi
adalah Prabowo Subianto dengan 94.8 persen," kata Qodari dalam konferensi
pers di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Dia mengatakan, di posisi kedua adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati dengan tingkat pengenalan 71,8 persen.


Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD (61,8 persen), Menteri BUMN Erick Thohir
(50,2 persen), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (46,6 persen), Menteri
Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan (46,4 persen),
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim (45,3 persen).

Qodari mengatakan, tingkat pengenalan publik terhadap para menteri itu
dinilainya penting karena berkaitan erat dengan tingkat keterpilihan mereka
jika nanti mereka mencalonkan diri sebagai calon presiden di Pilpres 2024.



Survei itu juga menunjukkan bahwa Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo
Subianto diunggulkan menjadi calon presiden di Pemilu 2024, dengan
presentase 22,5 persen.

Qodari mengatakan nama berikutnya setelah Prabowo adalah Anies Baswedan
(14,3 persen), Sandiaga Uno (8,1 persen), Ganjar Pranowo (7,7 persen), Tri
Rismaharini (6,8 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (5,7 persen).

Selain itu menurut dia ada nama Khofifah Indar Parawansa (3,3 persen),
Ridwan Kamil (2,6 persen), Erick Thohir (2,5 persen), Mahfud MD (1,6
persen), dan Puan Maharani (1 persen).(*)

Kirim email ke