*Anda ingin  kedudukan presiden atau wakil wakilnya atau petinggi tinggi
dalam heraki kekuasaan rezim, harus  Anda penuhi beberapa syarat utama yang
antara lain ialah: harus punya banyak fulus, pandai akal bulus, etnik
"herenvolk", keturunan  tertentu, agama yang dikehendaki. Syarat-syarat ini
hasus semua dipenuhi, Lain dari itu jangan membuang-buang waktu dan tenaga
sebab pasti akan sia-sia, ini syarat harga mati.! hehehehehe*

https://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/14237/survei__prabowo_anies_lebih_unggul_ketimbang_prabowo_puan


*Survei: Prabowo-Anies Lebih Unggul Ketimbang Prabowo-Puan*

Rabu , 04 Maret 2020 | 12:50

Sumber Foto dok/Y-Publica
Survei Y-Publica yang dipaparkan hari ini.

*JAKARTA* - Survei Y-Publica menyebutkan, elektabilitas PDI Perjuangan
masih berada di atas dan mengalahkan partai-partai lainnya, namun peta
pemilihan calon presiden tampaknya tidak linear dengan pemilihan legislatif..

"Meskipun PDI Perjuangan unggul, yakni mencapai 30,3 persen tetapi
tokoh-tokoh yang berpeluang maju dalam Pilpres masih rendah
elektabilitasnya," kata Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono, dalam
keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Menurut dia, stok kader PDI Perjuangan memang cukup berlimpah, di antaranya
Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan Puan Maharani yang masuk dalam 10
besar pilihan masyarakat.

Tetapi mereka masih jauh di bawah Prabowo Subianto (23,7 persen), Anies
Baswedan (14,7 persen), dan Sandiaga Uno (10,3 persen). Elektabilitas kader
PDI Perjuangan paling tinggi Pranowo (8,0 persen), Risma (3,6 persen),
paling buncit Puan (1,1 persen).

Selain itu masih ada Ridwan Kamil (4,9 persen), Erick Thohir (4,1 persen),
Mahfud MD (2,9 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (1,6
persen)."Rata-rata mereka diuntungkan dengan posisi saat ini menjabat di
kekuasaan, baik menteri maupun gubernur/walikota," kata Hartono seperti
dilansir *Antara.*

Sandi dan AHY yang masih menuai investasi elektoral harus meraih jabatan
serupa jika ingin tetap bertahan.

Tokoh lain masih rendah elektabilitasnya di bawah 1 persen, sedangkan
sisanya tidak tahu/tidak menjawab 17,6 persen.

Dengan elektabilitas yang masih sangat tinggi, Prabowo berpeluang untuk
dicalonkan kembali pada Pilpres 2024."Jika disimulasikan, pasangan
Prabowo-Anies unggul jauh dengan dukungan publik mencapai 35,4 persen,
sedangkan Prabowo-Puan yang mencerminkan keterwakilan PDIP hanya didukung
sebesar 11,8 persen," ujarnya.

Pasangan Prabowo-Puan bahkan masih kalah dari Prabowo-Sandi yang sebelumnya
bertarung dalam Pilpres 2019 dengan tingkat dukungan mencapai 23,3
persen."Ini menjadi tantangan serius bagi PDIP, mengingat kemungkinan
Prabowo-Anies menjadi pasangan yang paling kuat dan tidak terkalahkan saat
ini," tuturnya.

Jika Prabowo tidak maju pada 2024, Anies berpeluang menjadi calon presiden
yang diunggulkan. Pasangan nostalgia Pilkada DKI 2017 Anies-Sandi paling
favorit dengan dukungan 28,8 persen, disusul Anies-RK (21,0 persen), dan
Anies-AHY (9,8 persen). Alternatif lainnya adalah Sandi-RK (31,3 persen),
Sandi-Erick (27,6 persen), dan Sandi-AHY (30,3 persen).


Simulasi lain dilakukan terhadap RK, dengan pasangan RK-Ganjar (22,3
persen), RK-Erick (14,8 persen), dan RK-AHY (9,3 persen). Lalu Ganjar-Sandi
(20,3 persen), Ganjar-Erick (16,8 persen), dan Ganjar-RK (11,8
persen)."Nama Puan tidak muncul dalam simulasi pilpres tanpa Prabowo,
menunjukkan rendahnya dukungan terhadap penerus dinasti politik PDI
Perjuangan," ia menjelaskan.

Sebagai catatan, keseluruhan sebanyak 25 tokoh yang ditanyakan kepada
responden sebagai capres. Dalam simulasi capres-cawapres, dipilih 5 nama
sebagai capres unggulan berdasarkan opini yang berkembang pasca-Pemilu
2019. Masing-masing dipasangkan dengan sisa nama yang tersedia,
menghasilkan tiga pasangan paling unggul dan sebagian sisanya tidak
tahu/tidak menjawab.


Y-Publica melakukan survei nasional yang dilakukan pada 11-20 Februari
2020, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di
Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling (acak
bertingkat) di setiap dapil dengan margin of error ±2,89 persen dan pada
tingkat kepercayaan 95 persen.(*)

Kirim email ke