Hati-hati, Wabah Virus Corona Memasuki Gelombang 2
Reporter:
Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor:
Jobpie Sugiharto
Kamis, 5 Maret 2020 07:39 WIB
0KOMENTAR
<https://nasional.tempo.co/read/1315683/hati-hati-wabah-virus-corona-memasuki-gelombang-2/full&view=ok#comments>
6
#
#
#
#
Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC
<https://statik.tempo.co/data/2020/01/30/id_910688/910688_720.jpg>
Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC
*TEMPO.CO, Jakarta*- Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19,
Achmad Yurianto, mengatakan penyebaranvirus Corona
<https://nasional.tempo.co/read/1314442/warga-jepang-yang-bawa-masuk-virus-corona-tak-terdeteksi-bandara> di
dunia memasuki gelombang kedua.
Yurianto, yang juga Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, meminta masyarakat tetap
waspada penyebaran virus Corona di gelombang kedua ini.
Meski begitu angka kematian akibat penyakit ini dilaporkan menurun.
"Kalau sebelumnya angka kematian 3 persen, sekarang 2 persen," katanya
dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu, 4
Maret 2020.
Menurut dia, situasi pada gelombang pertama(first wave) berbeda dengan
gelombang kedua. First wave terjadi sejak wabah virus Corona meledak di
Wuhan, Cina.
Yurianto menjelaskan pada gelombang 1 angka penularan di daratan Cina
sangat tinggi sedangkan di negara lain rendah.
Adapun pada gelombang 2 ini yang terjadi sebaliknya.
"Kemarin saya lihat ada 20 negara yang baru melaporkan ada kasus.
Artinya/nyebarnya/cepat sekali."
Selain itu, terjadi perubahan gambaran klinis dari infeksi ini.
Yurianto menerangkan, bila di gelombang 1 ada masa inkubasi selama 14
hari, penderita mengalami gejala demam, batuk, dan sesak nafas.
Nah, di gelombang 2 penyebaran virus Corona ini masa inkubasi bisa lebih
lama. Walhasil publik menganggap terjadi kebobolan dalam diagnosa.
"Dianggap 14 hari (observasi) sudah negatif, boleh pulang, ternyata
munculnya di hari ke-20 atau ke-21 dan menular ke mana-mana," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Ada pula kasus di gelombang 2 dengan gejala yang minimal, bahkan
asimtomatis alias tanpa gejala. Yurianto mencontohkan penularan terhadap
2 WNI positif virus Corona.
"Ini bisa dipakai menjelaskan kenapa sumber kontak di klaster (klub
dansa) Amigos itu tidak ke-detect di bandara karena (WNA asal Jepang)
tanpa keluhan," tuturnya.
Meski begitu Yurianto meminta publik tidak khawatir. Tapi dia mengimbau
masyarakat agar tetap menjalankan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh
terjaga sehingga tidak tertular virus Corona alias Covid-19.