-------- Forwarded Message --------
Subject: AS Batasi Jumlah Personel Media Tiongkok di AS, Kemenlu
Tiongkok Kritiknya sebagai Standar Ganda dan Hegemoni
Date: Thu, 5 Mar 2020 09:53:29 +0800
From: ChanCT <[email protected]>
To: GELORA_In <[email protected]>
AS Batasi Jumlah Personel Media Tiongkok di AS,
Kemenlu Tiongkok Kritiknya sebagai Standar Ganda dan Hegemoni
http://indonesian.cri.cn/20200304/24154980-474f-130d-b07e-a8ae73563621.html
2020-03-04 11:48:45
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian menyatakan di
depan jumpa pers di Beijing kemarin (3/3), bahwa Amerika Serikat
memberikan tekanan politik kepada badan media Tiongkok di AS tanpa
alasan apapun, dan hanya berdasarkan pikiran perang dingin serta
prasangka ideologis. Tiongkok dengan tegas menentang dan mengecam
tindakan tersebut.
Senin lalu (2/3), Departemen Luar Negeri AS mengumumkan untuk mengambil
tindakan pembatasan terhadap jumlah staf warga negara Tiongkok dari 5
badan media Tiongkok yang sebelumnya diumumkan AS sebagai “misi
diplomatik” mulai dari 13 Maret mendatang.
Mengenai hal tersebut, Zhao Lijian menyatakan, selama ini wartawan
Tiongkok di AS menaati hukum dan peraturan AS, memegang pada etika
jurnalisme, mengadakan peliputan di AS berdasarkan prinsip objektif,
adil, benar dan akurat, sifat profesional mereka telah diakui umum oleh
masyarakat internasional. Tindakan yang diambil AS terhadap wartawan
Tiongkok tidak beralasan apapun.
Dikatakannya, di satu pihak, AS berlagak seperti pembela kebebasan
jurnalisme, di pihak lain, AS mengintervensi peliputan normal media
Tiongkok di AS, tindakannya itu telah mengungkapkan sikap munafik AS
tentang apa yang disebut “kebebasan jurnalisme”, sama sekali adalah
standar ganda dan bullying hegemonis.
Zhao Lijian menunjukkan, di bawah situasi dewasa ini, tindakan AS itu
telah memberikan dampak negatif dan kerugian serius kepada hubungan
kedua negara. Tiongkok mendesak AS segera mengoreksi kesalahan. Tiongkok
mencadangkan hak untuk mengambil tindakan selanjutnya.