-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1341262/diteror-kkb-800-warga-dievakuasi-polri-dari-pegunungan-timika



Diteror KKB, 800 warga dievakuasi Polri dari pegunungan Timika

Sabtu, 7 Maret 2020 00:27 WIB

Petugas kepolisian membagikan makanan kepada warga yang mengungsi karena 
diteror kelompok kriminal bersenjata (KKB), di Timika, Papua, Jumat (6/3/2020) 
(Satgas Humas Ops Nemangkawi)
Jakarta (ANTARA) - Sekitar 800 warga beberapa desa di wilayah pegunungan 
Timika, Papua, Jumat (6/3), dievakuasi aparat kepolisian ke kota Timika karena 
sering diteror oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Siaran pers Satgas Humas Operasi Nemangkawi Polri yang diterima ANTARA, di 
Jakarta, Jumat (6/3) malam, menyebutkan ada tiga desa yang warganya meminta 
perlindungan Polri, yakni Desa Utikini, Desa Banti, dan Desa Kimbely.

Baca juga: Polres Mimika kirim anggota perkuat Polsek Tembagapura hadapi KKB

Diawali sekitar pukul 05.00 WIT, terlihat 30 warga pegunungan Timika berjalan 
melewati jalur Utikini menuju ke Polsek Tembagapura yang terlihat oleh personel 
piket dan siaga polsek setempat.

Petugas kemudian menanyai warga yang ternyata meminta perlindungan kepada Polri 
karena ada intimidasi dari pihak KKB sehingga memutuskan mengungsi dan meminta 
bantuan untuk diturunkan ke kawasan kota.

Warga pegunungan Timika merasa suasana di kampungnya yang sudah tidak nyaman 
karena sudah ada gerombolan KKB yang menempati kampung mereka dan mengganggu 
masyarakat.

Baca juga: Kapolda minta bantuan masyarakat berantas KKB di Papua

Bahkan, pihak KKB juga meminta makanan dengan paksaan dan tak segan menodongkan 
senjata ke arah warga.

Oleh karena itu, Tim Satgas Operasi Nemangkawi Polri beserta jajaran Polda 
Papua segera membantu mengevakuasi ratusan warga yang merasa ketakutan dan 
resah atas teror KKB.

"Kami ucapkan terima kasih banyak untuk Bapak Polisi yang sudah jaga dan kasih 
makan kami sampai antar kami ke Kota Timika. Kami terima kasih banyak karena di 
kampung kami takut dan tidak aman. Anak-anak, kami kasihan mereka," ujar tokoh 
pemuda Desa Banti Agus Beanal.

Baca juga: Polisi rancang strategi hadapi KKB di Tembagapura

Sementara itu, Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto menjelaskan proses evakuasi 
berlangsung mulai pagi hingga petang sekitar pukul 18.00 WIT.

"Hingga pukul 18.00 WIT didata sudah hampir kurang lebih 800 orang yang 
mengungsi, terdiri dari anak-anak, wanita, laki-laki dari Kampung Longsoran, 
Kampung Batu Besar, dan Kimbely," katanya.

Setelah mendata warga, Polri menyiapkan 13 bus yang akan mengangkut mereka ke 
kota dan selanjutnya diantar ke berbagai lokasi, seperti wilayah transmigrasi 
SP 5, SP 12, dan Kampung Kwamki.

Baca juga: Kapolres Mimika: Pengamanan di Tembagapura mampu hadapi KKB

"Untuk warga yang masih menunggu bus, kami siapkan makan dan minuman sementara 
menunggu kendaraan menuju Timika," kata Hermanto.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke