Hehehee, ... bung Jo, masalahnya nenek yang satu ini juga hidup dan bermimpi dalam tempurung saja! Bedanya yang satu ekstrim kiri yang ini ekstrim kanan saja! Bagaimana tidak?

Yang diuar-uarkan sebagai fakta, hanya seperti gramofon rusak berputar disatu tempat, itu-itu juga yang bunyi, ... orang Tiongkok mati didalam container sudah entah belasan tahun yang lalu dijadikan fakta. Haaiiiyaa, ...

Padahal tantangan berat berada dihadapan AS, bagaimana mengatasi merebak nya wabah Covid-19 yang mengancam! Entah gimana Trump sampai kemarin ini tetap saja berusaha keras menutup-nutupi informasi, menghilangkan jumlah orang yang terduga dan terpapar, ... dan yang mati. Begitu katanya negara yang "paling demokrasi", transparan dan sangat terbuka menyampaikan fakta sesungguhnya??? Hahahaa, ...


On 7/3/2020 下午3:16, 'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45] wrote:

Sekarang banyak orang2/akademisi yg asalnya dari Tkk balik ke Tkk karena keadaannya di Tkk lebih baik, misal, institusi2 nya lebih banyak uang utk riset, misal, computer yg tercepat didunia adalah di Tkk, radioteleskop yg terbesar di dunia adalah di Tkk, supercollider yg terbesar didunia akan dibangun di Tkk mengalahkan CERN di Swiss. Juga jangan sesumbar bhw AS hebat utk kehidupan di dunia. AS barangkali sekarang no 15 didunia, setelah negara2 Skandinavia, Canada, Australia dan negara2 Eropa Barat lain. Selain itu keamanan tidak terjamin. Setiap hari ada yg kena peluru nyasar. Saya pribadi, tidak mau hidup di AS walaupun masih punya tempat tinggal disana dan setiap saat bisa mendapat US citizenship tetapi tidak mau atau tidak ada harganya. Sial2 entar kena peluru nyasar. Anak saya dari Harvard dan tidak susah utk mendapat pekerjaan di AS tetapi kami senang dan tentram dimana dia balik ke Kanada.

Kalau bisa di AS dan di bangga2 kan tetapi cuma menjadi seperti tukang cuci piring, ya tidak perlu dibanggakan. Kalau bisa mengepalai orang2 putih, ya boleh juga.


Sent from Yahoo Mail on Android <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>

    On Fri, Mar 6, 2020 at 11:36 PM, marthajan04
    <[email protected]> wrote:
    Loh itu fakta yg ada. Saya baca dari media.
    Apapun alasannya, kan itu kelebihan US yg menarik minat buat orang
    mencari kehidupan yg lebih baik terutama bagi keturunannya kelak.



    Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


    -------- Original message --------
    From: "'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45]"
    <[email protected]>
    Date: 3/6/20 8:27 PM (GMT-08:00)
    To: [email protected], ChanCT <[email protected]>,
    [email protected], marthajan04 <[email protected]>
    Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang
    warga dekati perbatasan

    Kalau memberi komentar seharusnya berdasarkan dari fakta2 yg ada.
    Orang Mexico dan orang Tiongkok pindah keluar negeri dgn "motif"
    lain. Majoritas orang Mexico mau masuk/pindah ke Amerika utk
    mencari pekerjaan buruh seperti di pertanian (memetik
    buah2an/sajur2 an) karena kemiskinan disana. Sedangkan orang
    Tiongkok pindah ke LN (bukan ke AS saja) karena persaingan di Tkk
    sangat berat. Dan mereka memikirkan masa depan anak2 mereka dimana
    persaingan di bidang pendidikan dan pekerjaan di Tkk adalah yg
    paling kompetitif dan sangat berat. Apalagi kalau mau masuk
    universitas, calon2 mahasiswa harus mengambil ujian yg namanya
    "Gaokao" yg terkenal "yg tersulit" di dunia. Jadi utk menjadi
    mahasiswa di Tkk tidak gampang, apalagi di universitas ternama.

      * *China's* version of the American SAT and British A-level
        *exams* takes place in June every year. It's called the
        gaokao, and is known as one of the toughest *exams* in the world.
      * Students across China are studying hard for the gaokao, the
        country's notoriously tough national standardized test that
        can get them into universities in countries including the US,
        UK, Italy, Australia, and Canada.


    Sedangkan calon2 mahasiswa Tkk dgn gampang mengalahkan calon2
    mahasiswa lain di AS, terutama di bidang STEM. Maka dari itu,
    seperti kita ketahui di bagian STEM di universitas/institusi
    ternama di AS seperti MIT, Harvard, Stanford, Caltec, boleh
    dibilang di "kuasai" oleh mahasiswa2 keturuan dari Asia (termasuk
    mahasiswa2 dari Tiongkok). Karena itu, di MIT dan Harvard
    penerimaan mahasiswa2 Asia dibatasi, yg melanggar UU anti
    diskriminasi di AS dan senang dituntut secara hukum.

    Dulu saya sebelum ada rencana pi ke Kanada, AS atau ke Australia,
    harus mengambil ujian profesi dari ketiga negara ini karena ijazah
    universitas Jerman tidak diakui oleh negara2 ini. Misal, AS cuma
    mengakui ijazah Kanada karena sistim pendidikan akademiknya
    sama/mirip. Kanada dan Australia mengakui ijazah UK/Inggris. Dari
    fakta2 yg ada, bisa dimengerti kalau ada orang2 Tkk yg pindah ke
    negara2 Barat, ya alasan utama,  karena anak2 mereka akan bisa
    bersaingan dan berhasil masuk/diterima di universitas2 di negara2
    Barat. Utk bisa masuk universitas saja sudah mampir tidak mungkin
    di Tkk karena ujian Gaokao tsb diatas.


    On Friday, March 6, 2020, 06:15:07 PM CST, marthajan04
    [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:


    Hahaha .....  USA mau terpuruk saja warga seluruh dunia termasuk
    dari Tiongkok masih berusaha masuk USA dengan segala cara sampe
    mempertaruhkan nyawapun rela.
    Itu orang2 mexico ditembakipun masih berusaha masuk melalui border
    yg dijaga ketat.

    Dan china2 Tiongkok banyak yg mati merana ga bisa bernafas dan
    kelaparan bersembunyi di kontainer barang.
    Apalagi kalo nanti jaya lagi.
    AS masih kaya. Itu minyak di Alaska masih belum tersentuh.

    Nah Tiongkok yg sudah banyak duit dan bangun Tiongkok dengan
    megahnya aja masih banyak warganya yg mau ninggalkan untuk lari ke
    Negara2 maju lainnya.
    Kumaha ieu ujang?



    Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


    -------- Original message --------
    From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]"
    <[email protected]>
    Date: 3/5/20 8:00 PM (GMT-08:00)
    To: marthajan04 <[email protected]>, GELORA_In
    <[email protected]>
    Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang
    warga dekati perbatasan

    Kerjasama apa??? Apanya CURIGA melulu??? Lha wong, selama ini
    Amerika hanya bacotnya saja keras berteriak memberi "BANTUAN",
    tapi tak juga kunjung datang, ... terakhir Trump sudah bilang siap
    sumbang 100 juta Dollar, eeih esok nya diRALAT sendiri, kalau itu
    bukan hanya untuk Tiongkok! Haaiiyaaa, dasar gembong imperialisme
    yang sedang terpuruk, mau tegak berdiri kembali saja sudah
    kesulitan, ...


    On 6/3/2020 上午9:38, marthajan04 wrote:
    Diajak kerja sama ga mau. Bawaannya curigation mulu. Sekarang
    nyalahin. 👎


    Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


    -------- Original message --------
    From: ChanCT <[email protected]> <mailto:[email protected]>
    Date: 3/5/20 5:22 PM (GMT-08:00)
    To: [email protected] <mailto:[email protected]>,
    marthajan04 <[email protected]> <mailto:[email protected]>
    Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China
    larang warga dekati perbatasan

    Mengutamakan bangsa sendiri kalau BERLEBIH itu menjadi
    proteksionisme, MENUTUP DIRI yang bertentangan dengan arus utama
    didunia yang sudah GLOBALISASI! Dan dalam hal ini, ... tujuan
    Trump jelas untuk memencilkan Tiongkok dari dunia saja!

    Banyak cara bijaksana untuk mencegah penyakit menular, tidak
    mesti menolak dan menutup PINTU rumah sendiri lalu bisa selamat!
    Apalagi belum ada kejelasan kalau virus penyakit itu justru
    berada didalam rumah sendiri, ...??? Kenapa tidak lakukan
    kerjasama mengatasi dan melawan virus yang merebak itu, lebih
    menekankan KEBERSAMAAN daripada menutup diri!!! Bisa dan
    mungkinkah selamat dengan menutup diri dijaman modern sekarang ini???


    On 6/3/2020 上午8:43, marthajan04 [email protected]
    <mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote:
    Mengutamakan bangsa sendiri kok disalahkan? Aneh.
    Rakyat milih pemimpinnya ya untuk itu.
    Ngaco kalo kita utamakan anak tetangga dulu daripada anak kita.
    Ga ada orang kaya gitu kecuali dongo.
    Cuma buat nyalahin musuh aja kan.




    Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


    -------- Original message --------
    From: "ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]>
    [GELORA45]" <[email protected]>
    <mailto:[email protected]>
    Date: 3/5/20 4:17 PM (GMT-08:00)
    To: [email protected] <mailto:[email protected]>,
    marthajan04 <[email protected]> <mailto:[email protected]>
    Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China
    larang warga dekati perbatasan

    Marah? Kenapa harus marah, ...? Itu kan hak penuh setiap negara
    bersikap terhadap "ancaman Covid-19" yang akan dihadapi! Tapi,
    mengapa tidak boleh ajukan pendapat maupun kritik terhadap sikap
    berlebih dan TIDAK BERSAHABAT Trump? Mengapa pula ci Martha jadi
    begitu sensitive nya pendapat maupun mengkritik Trump dianggap
    MARAH???

    Dan, ... saya tetap meragukan kebenaran pemberitaan dibawah,
    "Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati
    perbatasan." Hubungan Tiongkok -Korut tetap baik-baik saja! Dan
    kemarin ini dengar Tiongkok siap memberi bantuan pada Korut yang
    sudah dilanda Covid-19, ...

    Yang terjadi sebaliknya, Tiongkok daratan mengambil sikap
    PENCEGAHAN terjadi arus balik! Menahan dengan mengkarantina
    setiap orang, termasuk WNTiongkok yang datang masuk dari wilayah
    terpapar Covid-19! Khususnya Korsel, Jepang, Italy dan Iran, ..!
    Jadi, sikap Tiongkok mencegah virus Covid-19 masuk, *bukan
    *menahan *BANGSA *nya! BUKAN menolak TIONGKOK sebagai usaha
    memencilkan Tiongkok yang dilakukan Trump untuk mendahulan dan
    utamakan Amerika! Masalah bencana virus Covid-19 harus diatasi
    bersama-sama, dunia sudah saling terkait secara global, tidak
    mungkin hanya diatasi hanya negara itu sendiri saja!


    On 6/3/2020 上午4:24, marthajan04 [email protected]
    <mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote:
    Gimana reaksi si bung kochan? Marah seperti ke si bung trump?



    Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


    -------- Original message --------
    From: "'j.gedearka' [email protected]
    <mailto:[email protected]> [GELORA45]"
    <[email protected]> <mailto:[email protected]>
    Date: 3/5/20 11:56 AM (GMT-08:00)
    To: [email protected] <mailto:[email protected]>,
    Sahala Silalahi <[email protected]>
    <mailto:[email protected]>, Oman Romana
    <[email protected]> <mailto:[email protected]>
    Subject: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang
    warga dekati perbatasan



-- j.gedearka <[email protected]> <mailto:[email protected]>

    
https://www.antaranews.com/berita/1338566/korut-ancam-tembak-pendatang-china-larang-warga-dekati-perbatasan

    Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati perbatasan

    Kamis, 5 Maret 2020 20:57 WIB

    Sebagian besar wilayah Provinsi Heilongjiang di timurlaut China
    yang berbatasan dengan Rusia dan Korut tertutup salju.
    Tingginya intensitas hujan salju dengan termperatur udara yang
    ekstrem pada musim dingin diduga menjadi pemicu tingginya angka
    kasus COVID-19. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
    Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada
    terlalu dekat di wilayah perbatasan
    Seoul, Korea Selatan (ANTARA) - Otoritas China memerintahkan
    warganya untuk menjauhi area perbatasan dengan Korea Utara demi
    mencegah risiko ditembak oleh tentara Korut, demikian
    keterangan dari warga setempat sebagaimana dipantau, Kamis.

    Pemerintah Korea Utara menutup perbatasannya dan melarang
    pendatang dari China demi mencegah penyebaran virus corona
    jenis baru (COVID-19).

    Warga setempat mengatakan peringatan itu disampaikan lewat
    pemberitahuan tertulis yang disebar pada minggu ini. Imbauan
    tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Korut mencegah
    penyebaran virus.

    China dan Korut berbagi wilayah perbatasan sepanjang 1.400
    kilometer (880 mil). Pada musim dingin, sungai di sana kerap
    membeku sehingga memungkinkan warga untuk menyeberang perbatasan.

    Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan menerima peringatan
    mereka yang berada terlalu dekat dengan perbatasan kemungkinan
    akan ditembak oleh aparat dari Korut, demikian informasi dari
    tiga penduduk setempat.

    "Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila
    berada terlalu dekat di wilayah perbatasan," kata seorang
    pemilik restauran di Jian yang menolak menyebut identitasnya.
    Perbatasan antara China di Kota Jian dengan Korut ditandai
    dengan aliran Sungai Yalu yang mengalir di wilayah kedua negara
    itu.

    Menurut peringatan tersebut warga dua kota di China itu
    dilarang memancing, menggembalakan ternak, atau membuang sampah
    dekat sungai.

    Korut juga meminta China agar meningkatkan penjagaan di
    perbatasan demi mencegah kemungkinan ada warganya yang
    tertembak, mengingat Korut telah meningkatkan status waspada
    terhadap virus corona jenis baru pada level tertinggi..

    "Petugas keamanan akan mengawasi wilayah perbatasan selama 24
    jam sehari dan tiap orang yang ditemukan (mendekati perbatasan)
    akan ditahan oleh kepolisian China," kata otoritas setempat
    dalam surat peringatan itu.

    "Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan ditembak (oleh
    tentara Korut)".

    Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak menyebut
    namanya, mengonfirmasi isi peringatan tersebut dan mengatakan
    petugas di perbatasan juga mengeluarkan larangan yang sama
    melalui pesan singkat.

    "Selama pencegahan wabah berlangsung, warga dilarang melakukan
    seluruh aktivitas seperti memancing di Sungai Yalu atau
    berteriak memanggil warga Korut di seberang sungai," demikian
    isi peringatan yang disampaikan lewat pesan singkat. Dalam
    peringatan itu, tidak ada pemberitahuan mengenai risiko
    ditembak militer Korut.

    Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri China belum bisa
    dimintai tanggapan.

    Dilarang masuk

    Pemerintah Korea Utara menerapkan pernah menerapkan larangan
    masuk terhadap pendatang saat dunia diserang wabah ebola pada 2014.

    Sejauh ini, Korut belum melaporkan kasus pertama penularan
    jenis baru virus corona, tetapi sejumlah ahli mengatakan
    pemerintah setempat membuat kebijakan yang lebih keras untuk
    mencegah penyebaran wabah dibandingkan dengan langkah sebelumnya.

    Di tengah penyebaran wabah, Korut membatasi perjalanan dan
    perdagangan dari China, negara yang menjadi pusat penyebaran
    jenis baru virus corona pada akhir tahun lalu.

    Virus tersebut telah menular ke lebih dari 80.000 orang dan
    menewaskan lebih dari 3.000 jiwa di China. Saat ini, virus itu
    telah menyebar ke lebih dari 50 negara di luar China.

    Sebagian besar penerbangan dan kereta dari dan ke Korea Utara
    juga dibatasi, sementara itu para diplomat asing di Pyongyang
    diwajibkan menjalani masa karantina selama sebulan. Otoritas
    juga menindak keras aksi penyelundupan lintas batas.

    Di samping China, Korea Selatan yang berbagi perbatasan dengan
    Korut di Zona Demilitarisasi (DMZ), telah melaporkan hampir
    6.000 kasus pasien COVID-19..

    Korut pada Januari mengumumkan ke para agen perjalanan
    pemerintah menutup perbatasan ke pendatang dari China. Langkah
    itu dinilai mengurangi sumber pemasukan Korut.

    Di tengah pembatasan itu, belum jelas bagaimana perdagangan
    antar dua negara itu akan berlanjut. Sejumlah sumber yang
    bekerja dekat perbatasan mengatakan banyak sektor dagang formal
    dan non-formal yang terdampak.

    Para aktivis yang membantu pencari suaka asal Korut pergi ke
    China mengatakan tutupnya perbatasan membuat upaya pergi ke
    luar mustahil.

    "Di perbatasan, personel yang bertugas menjalankan pemeriksaan
    dan karantina menjalankan tanggung jawabnya sesuai prosedur
    demi mencegah penyebaran virus," kata kantor berita milik
    pemerintah Korut, Korean Central News Agency (KCNA) bulan lalu.

    Sumber: Reuters

    Baca juga: Diplomat asing di Korut akhirnya selesai jalani
    karantina sebulan
    Baca juga: WHO: "tak ada indikasi" kasus corona di Korea Utara
    Baca juga: Korut akui bebas dari virus baru di tengah
    pembatasan perjalanan

    Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
    Editor: Azis Kurmala
    COPYRIGHT © ANTARA 2020


Kirim email ke