Sekarang banyak orang2/akademisi yg asalnya dari Tkk balik ke Tkk
karena keadaannya di Tkk lebih baik, misal, institusi2 nya lebih
banyak uang utk riset, misal, computer yg tercepat didunia adalah di
Tkk, radioteleskop yg terbesar di dunia adalah di Tkk, supercollider
yg terbesar didunia akan dibangun di Tkk mengalahkan CERN di Swiss.
Juga jangan sesumbar bhw AS hebat utk kehidupan di dunia. AS
barangkali sekarang no 15 didunia, setelah negara2 Skandinavia,
Canada, Australia dan negara2 Eropa Barat lain. Selain itu keamanan
tidak terjamin. Setiap hari ada yg kena peluru nyasar. Saya pribadi,
tidak mau hidup di AS walaupun masih punya tempat tinggal disana dan
setiap saat bisa mendapat US citizenship tetapi tidak mau atau tidak
ada harganya. Sial2 entar kena peluru nyasar. Anak saya dari Harvard
dan tidak susah utk mendapat pekerjaan di AS tetapi kami senang dan
tentram dimana dia balik ke Kanada.
Kalau bisa di AS dan di bangga2 kan tetapi cuma menjadi seperti tukang
cuci piring, ya tidak perlu dibanggakan. Kalau bisa mengepalai orang2
putih, ya boleh juga.
Sent from Yahoo Mail on Android
<https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>
On Fri, Mar 6, 2020 at 11:36 PM, marthajan04
<[email protected]> wrote:
Loh itu fakta yg ada. Saya baca dari media.
Apapun alasannya, kan itu kelebihan US yg menarik minat buat orang
mencari kehidupan yg lebih baik terutama bagi keturunannya kelak.
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>
Date: 3/6/20 8:27 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], ChanCT <[email protected]>,
[email protected], marthajan04 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang
warga dekati perbatasan
Kalau memberi komentar seharusnya berdasarkan dari fakta2 yg ada.
Orang Mexico dan orang Tiongkok pindah keluar negeri dgn "motif"
lain. Majoritas orang Mexico mau masuk/pindah ke Amerika utk
mencari pekerjaan buruh seperti di pertanian (memetik
buah2an/sajur2 an) karena kemiskinan disana. Sedangkan orang
Tiongkok pindah ke LN (bukan ke AS saja) karena persaingan di Tkk
sangat berat. Dan mereka memikirkan masa depan anak2 mereka dimana
persaingan di bidang pendidikan dan pekerjaan di Tkk adalah yg
paling kompetitif dan sangat berat. Apalagi kalau mau masuk
universitas, calon2 mahasiswa harus mengambil ujian yg namanya
"Gaokao" yg terkenal "yg tersulit" di dunia. Jadi utk menjadi
mahasiswa di Tkk tidak gampang, apalagi di universitas ternama.
* *China's* version of the American SAT and British A-level
*exams* takes place in June every year. It's called the
gaokao, and is known as one of the toughest *exams* in the world.
* Students across China are studying hard for the gaokao, the
country's notoriously tough national standardized test that
can get them into universities in countries including the US,
UK, Italy, Australia, and Canada.
Sedangkan calon2 mahasiswa Tkk dgn gampang mengalahkan calon2
mahasiswa lain di AS, terutama di bidang STEM. Maka dari itu,
seperti kita ketahui di bagian STEM di universitas/institusi
ternama di AS seperti MIT, Harvard, Stanford, Caltec, boleh
dibilang di "kuasai" oleh mahasiswa2 keturuan dari Asia (termasuk
mahasiswa2 dari Tiongkok). Karena itu, di MIT dan Harvard
penerimaan mahasiswa2 Asia dibatasi, yg melanggar UU anti
diskriminasi di AS dan senang dituntut secara hukum.
Dulu saya sebelum ada rencana pi ke Kanada, AS atau ke Australia,
harus mengambil ujian profesi dari ketiga negara ini karena ijazah
universitas Jerman tidak diakui oleh negara2 ini. Misal, AS cuma
mengakui ijazah Kanada karena sistim pendidikan akademiknya
sama/mirip. Kanada dan Australia mengakui ijazah UK/Inggris. Dari
fakta2 yg ada, bisa dimengerti kalau ada orang2 Tkk yg pindah ke
negara2 Barat, ya alasan utama, karena anak2 mereka akan bisa
bersaingan dan berhasil masuk/diterima di universitas2 di negara2
Barat. Utk bisa masuk universitas saja sudah mampir tidak mungkin
di Tkk karena ujian Gaokao tsb diatas.
On Friday, March 6, 2020, 06:15:07 PM CST, marthajan04
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Hahaha ..... USA mau terpuruk saja warga seluruh dunia termasuk
dari Tiongkok masih berusaha masuk USA dengan segala cara sampe
mempertaruhkan nyawapun rela.
Itu orang2 mexico ditembakipun masih berusaha masuk melalui border
yg dijaga ketat.
Dan china2 Tiongkok banyak yg mati merana ga bisa bernafas dan
kelaparan bersembunyi di kontainer barang.
Apalagi kalo nanti jaya lagi.
AS masih kaya. Itu minyak di Alaska masih belum tersentuh.
Nah Tiongkok yg sudah banyak duit dan bangun Tiongkok dengan
megahnya aja masih banyak warganya yg mau ninggalkan untuk lari ke
Negara2 maju lainnya.
Kumaha ieu ujang?
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>
Date: 3/5/20 8:00 PM (GMT-08:00)
To: marthajan04 <[email protected]>, GELORA_In
<[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang
warga dekati perbatasan
Kerjasama apa??? Apanya CURIGA melulu??? Lha wong, selama ini
Amerika hanya bacotnya saja keras berteriak memberi "BANTUAN",
tapi tak juga kunjung datang, ... terakhir Trump sudah bilang siap
sumbang 100 juta Dollar, eeih esok nya diRALAT sendiri, kalau itu
bukan hanya untuk Tiongkok! Haaiiyaaa, dasar gembong imperialisme
yang sedang terpuruk, mau tegak berdiri kembali saja sudah
kesulitan, ...
On 6/3/2020 上午9:38, marthajan04 wrote:
Diajak kerja sama ga mau. Bawaannya curigation mulu. Sekarang
nyalahin. 👎
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: ChanCT <[email protected]> <mailto:[email protected]>
Date: 3/5/20 5:22 PM (GMT-08:00)
To: [email protected] <mailto:[email protected]>,
marthajan04 <[email protected]> <mailto:[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China
larang warga dekati perbatasan
Mengutamakan bangsa sendiri kalau BERLEBIH itu menjadi
proteksionisme, MENUTUP DIRI yang bertentangan dengan arus utama
didunia yang sudah GLOBALISASI! Dan dalam hal ini, ... tujuan
Trump jelas untuk memencilkan Tiongkok dari dunia saja!
Banyak cara bijaksana untuk mencegah penyakit menular, tidak
mesti menolak dan menutup PINTU rumah sendiri lalu bisa selamat!
Apalagi belum ada kejelasan kalau virus penyakit itu justru
berada didalam rumah sendiri, ...??? Kenapa tidak lakukan
kerjasama mengatasi dan melawan virus yang merebak itu, lebih
menekankan KEBERSAMAAN daripada menutup diri!!! Bisa dan
mungkinkah selamat dengan menutup diri dijaman modern sekarang ini???
On 6/3/2020 上午8:43, marthajan04 [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote:
Mengutamakan bangsa sendiri kok disalahkan? Aneh.
Rakyat milih pemimpinnya ya untuk itu.
Ngaco kalo kita utamakan anak tetangga dulu daripada anak kita.
Ga ada orang kaya gitu kecuali dongo.
Cuma buat nyalahin musuh aja kan.
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]>
[GELORA45]" <[email protected]>
<mailto:[email protected]>
Date: 3/5/20 4:17 PM (GMT-08:00)
To: [email protected] <mailto:[email protected]>,
marthajan04 <[email protected]> <mailto:[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China
larang warga dekati perbatasan
Marah? Kenapa harus marah, ...? Itu kan hak penuh setiap negara
bersikap terhadap "ancaman Covid-19" yang akan dihadapi! Tapi,
mengapa tidak boleh ajukan pendapat maupun kritik terhadap sikap
berlebih dan TIDAK BERSAHABAT Trump? Mengapa pula ci Martha jadi
begitu sensitive nya pendapat maupun mengkritik Trump dianggap
MARAH???
Dan, ... saya tetap meragukan kebenaran pemberitaan dibawah,
"Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati
perbatasan." Hubungan Tiongkok -Korut tetap baik-baik saja! Dan
kemarin ini dengar Tiongkok siap memberi bantuan pada Korut yang
sudah dilanda Covid-19, ...
Yang terjadi sebaliknya, Tiongkok daratan mengambil sikap
PENCEGAHAN terjadi arus balik! Menahan dengan mengkarantina
setiap orang, termasuk WNTiongkok yang datang masuk dari wilayah
terpapar Covid-19! Khususnya Korsel, Jepang, Italy dan Iran, ..!
Jadi, sikap Tiongkok mencegah virus Covid-19 masuk, *bukan
*menahan *BANGSA *nya! BUKAN menolak TIONGKOK sebagai usaha
memencilkan Tiongkok yang dilakukan Trump untuk mendahulan dan
utamakan Amerika! Masalah bencana virus Covid-19 harus diatasi
bersama-sama, dunia sudah saling terkait secara global, tidak
mungkin hanya diatasi hanya negara itu sendiri saja!
On 6/3/2020 上午4:24, marthajan04 [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote:
Gimana reaksi si bung kochan? Marah seperti ke si bung trump?
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "'j.gedearka' [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45]"
<[email protected]> <mailto:[email protected]>
Date: 3/5/20 11:56 AM (GMT-08:00)
To: [email protected] <mailto:[email protected]>,
Sahala Silalahi <[email protected]>
<mailto:[email protected]>, Oman Romana
<[email protected]> <mailto:[email protected]>
Subject: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang
warga dekati perbatasan
--
j.gedearka <[email protected]> <mailto:[email protected]>
https://www.antaranews.com/berita/1338566/korut-ancam-tembak-pendatang-china-larang-warga-dekati-perbatasan
Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati perbatasan
Kamis, 5 Maret 2020 20:57 WIB
Sebagian besar wilayah Provinsi Heilongjiang di timurlaut China
yang berbatasan dengan Rusia dan Korut tertutup salju.
Tingginya intensitas hujan salju dengan termperatur udara yang
ekstrem pada musim dingin diduga menjadi pemicu tingginya angka
kasus COVID-19. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada
terlalu dekat di wilayah perbatasan
Seoul, Korea Selatan (ANTARA) - Otoritas China memerintahkan
warganya untuk menjauhi area perbatasan dengan Korea Utara demi
mencegah risiko ditembak oleh tentara Korut, demikian
keterangan dari warga setempat sebagaimana dipantau, Kamis.
Pemerintah Korea Utara menutup perbatasannya dan melarang
pendatang dari China demi mencegah penyebaran virus corona
jenis baru (COVID-19).
Warga setempat mengatakan peringatan itu disampaikan lewat
pemberitahuan tertulis yang disebar pada minggu ini. Imbauan
tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Korut mencegah
penyebaran virus.
China dan Korut berbagi wilayah perbatasan sepanjang 1.400
kilometer (880 mil). Pada musim dingin, sungai di sana kerap
membeku sehingga memungkinkan warga untuk menyeberang perbatasan.
Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan menerima peringatan
mereka yang berada terlalu dekat dengan perbatasan kemungkinan
akan ditembak oleh aparat dari Korut, demikian informasi dari
tiga penduduk setempat.
"Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila
berada terlalu dekat di wilayah perbatasan," kata seorang
pemilik restauran di Jian yang menolak menyebut identitasnya.
Perbatasan antara China di Kota Jian dengan Korut ditandai
dengan aliran Sungai Yalu yang mengalir di wilayah kedua negara
itu.
Menurut peringatan tersebut warga dua kota di China itu
dilarang memancing, menggembalakan ternak, atau membuang sampah
dekat sungai.
Korut juga meminta China agar meningkatkan penjagaan di
perbatasan demi mencegah kemungkinan ada warganya yang
tertembak, mengingat Korut telah meningkatkan status waspada
terhadap virus corona jenis baru pada level tertinggi..
"Petugas keamanan akan mengawasi wilayah perbatasan selama 24
jam sehari dan tiap orang yang ditemukan (mendekati perbatasan)
akan ditahan oleh kepolisian China," kata otoritas setempat
dalam surat peringatan itu.
"Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan ditembak (oleh
tentara Korut)".
Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak menyebut
namanya, mengonfirmasi isi peringatan tersebut dan mengatakan
petugas di perbatasan juga mengeluarkan larangan yang sama
melalui pesan singkat.
"Selama pencegahan wabah berlangsung, warga dilarang melakukan
seluruh aktivitas seperti memancing di Sungai Yalu atau
berteriak memanggil warga Korut di seberang sungai," demikian
isi peringatan yang disampaikan lewat pesan singkat. Dalam
peringatan itu, tidak ada pemberitahuan mengenai risiko
ditembak militer Korut.
Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri China belum bisa
dimintai tanggapan.
Dilarang masuk
Pemerintah Korea Utara menerapkan pernah menerapkan larangan
masuk terhadap pendatang saat dunia diserang wabah ebola pada 2014.
Sejauh ini, Korut belum melaporkan kasus pertama penularan
jenis baru virus corona, tetapi sejumlah ahli mengatakan
pemerintah setempat membuat kebijakan yang lebih keras untuk
mencegah penyebaran wabah dibandingkan dengan langkah sebelumnya.
Di tengah penyebaran wabah, Korut membatasi perjalanan dan
perdagangan dari China, negara yang menjadi pusat penyebaran
jenis baru virus corona pada akhir tahun lalu.
Virus tersebut telah menular ke lebih dari 80.000 orang dan
menewaskan lebih dari 3.000 jiwa di China. Saat ini, virus itu
telah menyebar ke lebih dari 50 negara di luar China.
Sebagian besar penerbangan dan kereta dari dan ke Korea Utara
juga dibatasi, sementara itu para diplomat asing di Pyongyang
diwajibkan menjalani masa karantina selama sebulan. Otoritas
juga menindak keras aksi penyelundupan lintas batas.
Di samping China, Korea Selatan yang berbagi perbatasan dengan
Korut di Zona Demilitarisasi (DMZ), telah melaporkan hampir
6.000 kasus pasien COVID-19..
Korut pada Januari mengumumkan ke para agen perjalanan
pemerintah menutup perbatasan ke pendatang dari China. Langkah
itu dinilai mengurangi sumber pemasukan Korut.
Di tengah pembatasan itu, belum jelas bagaimana perdagangan
antar dua negara itu akan berlanjut. Sejumlah sumber yang
bekerja dekat perbatasan mengatakan banyak sektor dagang formal
dan non-formal yang terdampak.
Para aktivis yang membantu pencari suaka asal Korut pergi ke
China mengatakan tutupnya perbatasan membuat upaya pergi ke
luar mustahil.
"Di perbatasan, personel yang bertugas menjalankan pemeriksaan
dan karantina menjalankan tanggung jawabnya sesuai prosedur
demi mencegah penyebaran virus," kata kantor berita milik
pemerintah Korut, Korean Central News Agency (KCNA) bulan lalu.
Sumber: Reuters
Baca juga: Diplomat asing di Korut akhirnya selesai jalani
karantina sebulan
Baca juga: WHO: "tak ada indikasi" kasus corona di Korea Utara
Baca juga: Korut akui bebas dari virus baru di tengah
pembatasan perjalanan
Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020