*Garong besar mengangkat, merekomendasi orangnya menjadi petinggi negara,
maka oleh sebab itu dari sulit menjadi tidak mungkin korupsi diberantas.
Korupsi adalah harga mati NKRI. Bagi yang tidak korupsi sulit mempunyai
kedudukan dalam herarki kekuasaan rezim neo-Mojopahit,sebab yang dinobatkan
ialah kaum sejenis hehehehehe*.



https://rmco.id/baca-berita/nasional/29719/bailout-untuk-balikin-duit-nasabah-sih-oke-garong-jiwasraya-sebenarnya-siapa



Bailout Untuk Balikin Duit Nasabah Sih Oke *Garong Jiwasraya Sebenarnya
Siapa?*

   -

   *NASIONAL* <https://rmco.id/kategori-berita/nasional>
   -

   *Minggu, 8 Maret 2020, 07:35 WIB*



*RM**co.id <http://co.id>*  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan opsi
bailout untuk membayar tunggakan kepada nasabah *Jiwasraya*
<https://rmco.id/tags/461/jiwasraya>. Sejumlah kalangan menilai pilihan
tersebut sebagai salah satu solusi tepat mengatasi persoalan keuangan
Jiwasraya. Hanya saja, siapa yang telah menggarong duit triliunan rupiah
harus jelas dulu. Harus jelas siapa "kakap" di balik kasus ini. Apakah para
tersangka yang sudah dikurung Kejagung, atau ada kakap lain yang bebas
berkeliaran.

Ada dua persoalan besar yang membelit Jiwasraya saat ini. Pertama, masalah
hukum. Mencari siapa orang yang bertanggung jawab yang bikin Jiwasraya
ambruk dan negara dirugikan hingga Rp 17 triliun. Kedua, soal menyelamatkan
keuangan Jiwasraya. Mencari solusi untuk membayar tunggakan kepada nasabah.

Untuk menyelesaikan masalah itu, Menko Polhukam *Mahfud MD*
<https://rmco.id/tags/1131/mahfud-md> menggelar rapat koordinasi di
kantornya, Jumat lalu. Dalam rapat itu hadir antara lain Menteri Keuangan
Sri Mulyani, Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kepala Pusat Pelaporan dan
Analisis Transaksi Keuangan (*PPATK* <https://rmco.id/tags/3046/ppatk>)
Kiagus Ahmad Badaruddin. Rapat yang digelar tertutup itu, berlangsung
selama kurang lebih dua jam. Menurut Kiagus, dalam pertemuan tersebut
Mahfud memberikan gambaran serta mendengarkan masukan dari para peserta
rapat terkait kasus Jiwasraya.

Ditanya apa langkah pemerintah dalam upaya menyelamatkan Jiwasraya, Kiagus
tak menjawab jelas. Dia bilang, PPATK selalu memberikan dukungan. Untuk
persoalan pertama, Kejaksaan Agung mulai memberikan sedikit kemajuan.
Proses penyidikan kasus dugaan korupsi di perusahaan asuransi pelat merah
itu hampir rampung. Pekan depan, Kejagung akan melimpahkan berkas perkara
untuk tiga tersangka ke tahap penuntutan.

*Berita Terkait : **Tak Akan Belokkan Jiwasraya Ke Perdata, Mahfud-Erick
Satu Komando*
<https://rmco.id/baca-berita/nasional/28701/tak-akan-belokkan-jiwasraya-ke-perdata-mahfuderick-satu-komando>

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)
Kejagung Febrie Adriansyah memastikan berkas akan dilimpahkan setelah
perhitungan kerugian negara oleh BPK rampung. "Kita janji, begitu
perhitungan BPK keluar, langsung tahap I (penuntutan umum). Umpama BPK
selesai besok, hari Selasa (10/3) kita limpahkan. Paling selisih 1 hari,"
kata Febrie. Menurut Febrie, proses penyidikan para tersangka sudah hampir
rampung. Hanya tinggal menunggu hasil audit perhitungan kerugian negara
dari BPK.

Untuk diketahui Kejagung sudah menetapkan beberapa tersangka Jiwasraya.
Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny
Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur
Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo.
Kemudian Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim,
mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan serta
Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto

Di persoalan kedua, pemerintah masih menghitung matang-matang solusi yang
akan dikeluarkan. Apakah melakukan bailout atau membekukan Jiwasraya.
Sebelumnya, Jubir Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya telah
menyiapkan dana untuk membayarkan tunggakan klaim nasabah Jiwasraya. Namun,
skema pembayarannya masih menunggu keputusan dari Panitia Kerja (Panja)
Jiwasraya DPR. Ditargetkan, pembayaran ke nasabah bisa dilakukan mulai
akhir Maret 2020.

Arya enggan membeberkan darimana dana itu berasal. Menurut dia, pemerintah
telah menyiapkan beberapa skema untuk menyehatkan, sekaligus membayar
tunggakan klaim nasabah asuransi plat merah itu. “Pembayarannya mereka
(DPR) setuju dibayar, tapi kan skemanya (belum disetujui. Kalau skemanya
enggak sesuai kita bayar, di luar skema kan enggak boleh," kata Arya.

*Baca Juga : **`Saya Ketakutan Sekali, Tangan-Kaki Gemeteran`*
<https://rmco.id/baca-berita/internasional/29717/hotel-tempat-karantina-corona-di-china-roboh-saya-ketakutan-sekali-tangankaki-gemeteran>

Dalam wacana yang dilontarkan pemerintah, ada tiga opsi untuk menyelamatkan
Jiwasraya. Tiga opsi itu adalah bailout, bail-in, dan membekukan atau
membubarkan Jiwasraya. Bail in, adalah  dukungan dana dari pemilik saham
Jiwasraya. *Bailout* <https://rmco.id/tags/31924/bailout> adalah gelontoran
dana dari negara.

Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA), Hotbonar
Sinaga menilai, opsi yang paling ideal dan paling cepat adalah melakukan
bailout. Maksudnya memberikan dukungan dana oleh pemegang saham. Hai ini
sesuai dengan UU 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. Dalam hal ini kalau
ada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan yang harus paling
bertanggung jawab adalah pemegang saham.

Ia yakin opsi ini akan diambil. Apalagi Menteri BUMN Erick Thohir pernah
menyatakan akan melakukan segala macam cara untuk menyelamatkan Jiwasraya.
"Saya kira termasuk bailout," ujarnya.

Walaupun, kata dia, skema bailout ini punya kelemahan apabila melihat
kondisi APBN yang sedang dalam kondisi defisit. "Saya yakin Menteri BUMN
akan mencari jalan yang tepat dalam rangka memunuhi kewajiban kepada
pemegang polis," ucapnya.

*Baca Juga : **BNPB dan DMI Ajak Umat Muslim Cegah Virus Corona di Masjid
dan Musala*
<https://rmco.id/baca-berita/nasional/29718/bnpb-dan-dmi-ajak-umat-muslim-cegah-virus-corona-di-masjid-dan-musala>

Dia bilang ada alternatif lain yaitu dengan memberikan penyertaan modal
negara (PMN). Secara umum adalah menambah modal. Menambah modal itu
pinjaman dari pemegang saham atau misalnya mengundang investor baru.

Sementara ekonom senior Indef, Faisal Basri, menyindir wacana pemerintah
mengguyur dana likuid untuk menyehatkan Jiwasraya. Menurut dia, rencana itu
tidak tepat. Kenapa? Tak elok karena membebankan kerugian Jiwasraya dengan
memakai uang rakyat, yaitu lewat APBN. Padahal, Jiwasraya ambruk karena
skandal korupsi.

“Saya agak bingung aja kalau dari APBN, kok kelakuan para garong lantas
rakyat yang bayar. Ini gimana sih?" kata Faisal. "Harusnya bukan bail out
tapi bail in. Prinsip dasarnya janganlah rakyat dibebankan karena proses
penggarongan oleh Benny Tjokro dan kawan-kawan,” imbuh dia. [*BCG*]

Kirim email ke